Saya menolak kata wanita karena, konon, kata itu sinonim dengan betina..

Saya selalau memakai kata perempuan.


--- In [email protected], "blubps" <blu...@...> wrote:
>
> Wow, terima kasih atas apresiasi yang syik-asyiks....
> 
> ooohhh, perempuan....
> adakah ia adalah manusia juga seperti halnya laki2? ataukah hanya separuh 
> manusia, atau malah cuma seperberapanya? 
> 
> manusia perempuan adalah manusia, demikian seharusnya, sebagaimana manusia 
> laki2. celakanya, manusia perempuan seringkali tidak lebih dari "sekedar" 
> manusia kelas dua setelah laki2.
> 
> dan, atas alasan "politis" ini, saya beri judul puisi saya "manusia", dan 
> bukan "manusia perempuan". 
> 
> dan atas alasan "politis" pula, saya mencintai kata "perempuan", dan bukan 
> "wanita".
> 
> othak-athik-gathuk khas jawa menempatkan kata "wanita" sebagai akronim dari 
> "wani ditata". 
> 
> secara harfiah, wani = berani, wanita = wani ditata = berani ditata, alias 
> siap diatur, sebuah posisi tunduk, posisi pasrah atas penundukan, sebuah 
> posisi yang mengingkari spirit untuk merdeka, spirit pemerdekaan!
> 
> 
> blub!    
> 
> 
> --- In [email protected], Scheherazade Scheher <scheherazade2009@> 
> wrote:
> 
> Apresiasi dari pembaca liar;
> 
> Perhatikan kata manusia yang selalu diulang-ulang di setiap awal bait  
> Pengulangan kata ini â€"yang kita sebut dengan rima awal- menimbulkan irama 
> yang harmonis dan penegasan. Seolah-olah penyair ingin para pembaca 
> memusatkan perhatian pada kata "manusia perempuan" karena esensi makna puisi 
> ini terkandung dalam kata itu. Maka dari itulah judulnya pun seharusnya 
> adalah "MANUSIA PEREMPUAN".
> 
> Pada dasarnya, puisi bebas dibuat dalam bentuk apa saja. Ada penyair yang 
> menuliskan dalam bentuk prosais, tapi ada juga yang menuliskannya dalam 
> bentuk umumnya puisi seperti bentuk puisi yang kita bicarakan ini. Ia 
> berbentuk bait-bait dan terdiri dari baris-baris dan pemenggalan katanya pun 
> tidak terikat pada peraturan bahasa tertentu. Ia bukan berbentuk seperti 
> prosa yang membujur datar dari kanan ke kiri. 
> 
> Fleksibilitasnya dan kebebasan bentuknya itulah yang membuat puisi ini 
> benar-benar tampak puitis.  Kesan yang ditimbulkan ketika membaca puisi ini 
> adalah terbitnya rasa kagum terhadap "perempuan2 perkasa", yakni tokoh 
> ibu-ibu yang berusaha dimunculkan penyair di dalam puisi ini. Bisa jadi sang 
> penyair mempunyai sosok ibu yang perkasa seperti  "manusia2 perempuan" tokoh 
> puisi ini. Atau malah mungkin saja yang menjadi role model puisi ini 
> sebenarnya adalah ibu sang penyair sendiri. Karena berbeda dengan stereotipe 
> masyarakat yang mengatakan bahwa perempuan makhluk lemah dan sejenisnya, 
> penyair malah melukiskan manusia yang bernama perempuan ini sebagai pejuang.
> 
>  
> --- On Fri, 10/22/10, blubps <blubps@> wrote:
>  
> From: blubps <blubps@>
> Subject: [proletar] manusia
> To: [email protected]
> Date: Friday, October 22, 2010, 6:20 PM
> 
> 
> saya manusia, seperti juga Anda
> bisa menangis, juga tertawa
> bisa berpikir dan ber-rasa
> 
> saya seorang manusia
> manusia perempuan, bukan wanita
> bukan asal "wani ditata" oleh jenis lainnya
> 
> saya seorang manusia, seperti Anda
> tapi saya bukan Anda
> begitu juga sebaliknya
> 
> saya seorang manusia
> manusia perempuan, bukan wanita
> bukan asal "wani ditata" oleh jenis saya juga
> 
> saya seorang manusia
> manusia perempuan saya
> seperti Anda, saya ingin merdeka
> 
> saya seorang manusia
> manusia perempuan, bukan wanita
> bukan asal "wani ditata" oleh agama 
> 
> saya seorang manusia
> seperti Anda, ingin ber-dharma
> dan merdeka di bumi yang sama
> 
> (begitulah saya, kalau lagi bosan suka bersabda)
> 
> blubps - jakarta - 23 oktober  2010 - 1:13
> 
> 
> blub!
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke