Kalo sampeyan konsisten berpandu pada Imanuel Kant hasilnya mungkin akan seperti ini.
Bahwa tuhan tidak bisa menjadi objek pengetahuan sebab akal&pikiran kita nggak bakal nyampe kesono. Artinya manusia tidak mampu memikirkan tentang TUHAN. TUHAN berada diluar batas pengetahuan manusia, TUHAN berada diluar batas pemahaman. TUHAN tak terpikirkan TUHAN tak dapat didiskusikan.. Namun manusia tidak puas dengan kenyataan itu maka TUHAN yang tak terpahami itu, di degradasi, diturunkan derajatnya, ditarik kedalam ruang pemahaman manusia Maka TUHAN yang asli yaitu TUHAN yang tak terpahami, sekarang menjadi tuhan palsu, tuhan gadungan yaitu tuhan yang terpahami, tuhan yang dapat dikritik, tuhan yang dapat didiskusian. TUHAN yang asli bukanlah tuhan yang wujud, qidam baqa, mukholafatul lilhawadisi dst Sedang tuhan gadungan adalah tuhan yang berwujud, berqidam, berbaqa dst. TUHAN yang asli bukanlah tuhan yang berfirman sedangkan tuhan gadungan adalah tuhan yang berfirman. Oleh karena itu sangatlah tidak masuk akal jika ada sekelompok orang yang mengklaim bahwa ada buku suci yang berisi firman TUHAN. Apalagi kalo buku itu akan dijadikan sebagai dasar untuk menyusun sebuah undang undang yang mengatur seluruh kehidupan manusia buku itu akan di jadikan manual book dalam kehidupan. Buku itu adalah almushaf yang menurut Juspik adalah buku tai anjing, memang tidak mungkin berisi firman TUHAN, sebab TUHAN yang asli tidak berfirman. Oleh karena itu lagi, sangatlah menggelikan apabila kita ingin memperoleh kebenaran namun mendasarkan kepada Bible maupun Quran yang memang tidak terbukti berisi firman TUHAN, dan bolak balik ngomongin bible ato Quran adalah sama dengan ngomongin tai onta yaitu sama sama tidak ada gunanya sama sekali. Tulisan singkat ini mudah mudahan di pahami oleh RingScheher butut.. Rahayu --- In [email protected], "Wong" <wong_genden...@...> wrote: > > Namun demikian tidak ada cara lain yang lebih memmuaskan untuk mengetahui > sesuatu keculai melalui Pengetahuan. > > Kalo benar pengandaian Kant, mengapa tuhanya orang Kresten dijadikan obyek > kritik oleh orang islam, mengapa tuhan tuhan hindu dll juga dijadikan obyek > kritik? > > Rahayu > > > > --- In [email protected], Scheherazade Scheher <scheherazade2009@> > wrote: > > > > > > > > --- On Tue, 10/26/10, landak_mini88 <landak_mini88@> wrote: > > > > From: landak_mini88 <landak_mini88@> > > Subject: [proletar] Tuhan = Logika absurd > > To: [email protected] > > Date: Tuesday, October 26, 2010, 7:04 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kant sudah bilang 250taon yang lewat bahwa tuhan tidak bisa menjadi objek > > pengetahuan sebab akal&pikiran kita nggak bakal nyampe kesono > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > . > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
