http://www.gatra.com/artikel.php?id=142668


Wacana Pahlawan Soeharto
Probo: Pahlawan atau Tidak, Terserah Pemerintah



Jakarta, 3 November 2010 13:26
Adik Soeharto, Probosutedjo, menyatakan bahwa pihak keluarga menyerahkan 
sepenuhnya kepada pemerintah mengenai layak tidaknya gelar pahlawan nasional 
bagi presiden ke-2 RI tersebut.

"Bagi kami, Pak Harto (Soeharto) lebih dari pahlawan. Tidak ada duanya. Kalau 
gelar pahlawan nasional, keluarga dalam hal ini terserah pemerintah mau kasih 
gelar atau tidak. Tapi yang jelas perjuangannya sudah jelas. Pak Harto bukan 
hanya berjuang mengusir penjajah saja tapi juga melakukan pembangunan," katanya 
di Jakarta, Rabu (3/11).

Keluarga tidak mengusulkan Soeharto untuk menjadi pahlawan nasional, meski 
memiliki hak. Menurut dia, usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional datang 
dari masyarakat yang menilai jasa-jasa Soeharto selama ini memang layak untuk 
dihargai.

"Saya kira sudah jelas pengorbanan Pak Harto terhadap negeri ini, terhadap 
rakyat Indonesia. Pahlawan atau tidak, tergantung pada manusia-manusia yang 
masih hidup ini, kalau Pak Harto sudah masa bodoh itu, Pak Harto sudah 
meninggal. Bangsa yang besar, bisa menghormati jasa para pemimpinnya," katanya.

Menurut dia, masalah gelar pahlawan nasional tergantung kepada pejabat-pejabat 
yang menilai saat ini dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengatakan, banyak opini yang tidak benar disuarakan oleh banyak aktor 
setelah Soeharto lengser. "Misalnya soal kekayaannya yang katanya ada di Swiss, 
ternyata tidak ada, tapi sayang sampai sekarang pemerintah tidak mau 
mengumumkan berapa harta kekayaan Soeharto," katanya.

Ia mengatakan, pihak keluarga akan membuat museum Jenderal Soeharto di rumah 
mantan presiden tersebut untuk memberikan informasi yang benar kepada 
masyarakat umum.

"Agar semua orang tahu, Pak Harto itu seperti apa," katanya.

Seperti diberitakan, Kementerian Sosial telah menyerahkan sepuluh nama sebagai 
calon untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda 
Kehormatan, dan Tanda Jasa.

Ke 10 nama tersebut adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, 
Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari 
Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari 
Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan 
Sanusi dari Jawa Barat.

Ke-10 nama tersebut nantinya akan diseleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, 
dan Tanda Jasa untuk kemudian diusulkan kepada Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. [TMA, Ant] 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke