http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010111900303515
Jum'at, 19 November 2010
BURAS
Solidaritas Sosial, Semangat Kurban!
"MASJID Namosain, Kupang, NTT, pada Hari Raya Kurban memotong 12 ekor
sapi dan 32 kambing, mereka bagikan kepada panti asuhan dan warga miskin muslim
dan nonmuslim yang didata sebelumnya!" ujar Umar. "Menghindari rebutan saat
pembagian, seperti acap terjadi di tempat lain yang cenderung memalukan umat,
panitia kurban mengantarkan daging kurban ke alamat para penerima!" (Metro TV,
17-11)
"Dibanding di Istiqlal Kamis pagi masih ricuh lagi saat pembagian daging
100 sapi kurban, 12 sapi dan 32 kambing di Kupang tak bisa dikecilkan!" timpal
Amir. "Artinya, contoh baik bisa datang dari arah tak terduga! Contoh baik itu
penting bagi tempat yang kesabaran warga miskinnya minim seperti Jakarta dan
kota-kota besar lain! Bahkan dari Kupang, selain cara pembagian paling aman,
nilai tambah dikembangkan dengan memaknai salah satu dimensi semangat kurban
sebagai solidaritas sosial-yang di dalamnya termasuk solidaritas antarumat
beragama!"
"Negeri kita memang terlalu lama berkarat dalam pola sentralistik nyaris
dalam segala hal sehingga segala sesuatu ukurannya dilihat ke pusat!" tegas
Umar. "Seperti dalam pembagian daging kurban, kalau di Istiqlal saja setiap
tahun terjadi insiden, ketika di tempat lain terjadi hal serupa dianggap wajar!
Akibatnya, setiap Iduladha bangsa ini hanya direpotkan berita kericuhan
pembagian daging kurban, hingga makna-makna hakiki yang lebih dalam dan lebih
luas dari Hari Raya Kurban malah tak kebagian ruang dan durasi tayang syiarnya!"
"Gejala sentralistis tetap kuat meski desentralisasi diformalkan,
terletak pada 'watak penguasa' dari warisan Orde Baru yang hingga kini tak
lekang dari kalangan elite pusat secara umum! Dengan itu, mereka merasa paling
super, yang datang dari pinggiran senantiasa dipandang rendah!" timpal Amir.
"Padahal terbukti, hanya dalam pembagian daging kurban saja kita layak belajar
dari Kupang! Juga dalam memaknai semangat kurban dengan solidaritas sosial!
Solidaritas, lewat prakteknya di Kupang itu, bisa diartikan dengan
sharing-berbagi dalam suka dan duka! Sederhana, mudah diamalkan, tapi sukar
dicari contohnya dari politisi nasional yang lebih asyik bersitegang leher demi
kepentingan politiknya!"
"Dengan pemaknaan yang sederhana dan mudah diamalkan itu, ikatan
solidaritas dalam realitas masyarakat justru bisa lebih kuat!" tegas Umar. "Itu
jadi lebih berarti lagi dengan solidaritas yang tergalang baik itu memperkokoh
kerukunan antarumat beragama, bagian penting dalam realitas bangsa yang
bhinneka tunggal ika!" ***
H. Bambang Eka Wijaya
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/