Dear friends, Ada artikel menarik nich. Dibaca ya.
http://www.answering-islam.org/indonesian/al-quran/saksi-ketidakberesan-mutshaf.html Thanks a lot GBU 2010/11/20 sunny <[email protected]> > > > Refleksi: Juga berita perkosaan dan pembunuhan TKW belum sampai ke Era > Muslim, tetapi berita penting ialah "Indonesia Akan Karam". Untuk tidak mati > tengelam mungkin patut dianjurkan kepada pendudk NKRI agar beli kapal atau > bikin kapal seperti dalam cerita tentang nabi Nuh [Noah] > > http://www.eramuslim.com/editorial/indonesia-akan-karam.htm > > Indonesia Akan Karam > Kamis, 18/11/2010 10:49 WIB | > Sebuah peringatan yang sangat menakutkan. Peringatan dari seorang yang > memiliki kedudukan yang penting. Peringatan itu disampaikannya di depan > masyarakat muslim di Makassar, Sulawesi Selatan. > "Indonesia akan karam, bukan karena bencana. Indonesia akan karam, karena > bencana yang lebih dahsyat. Bencana yang lebih dahsyat, bukan bencana alam. > Tetapi bencana ketidak adilan. Bencana ketidak adilan itulah yang akan > mengakibatkan Indonesia karam", ujar Mahfud. (Media Indonesia, 18/11) > > Di tengah-tengah suasana yang khusu' dan hening, di depan ribuan jamaah > shalat Idul Adha, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mengingatkan > akan ancaman dan bencana terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah > ketidak adilan. > > "Maraknya jual beli hukum adalah bencana ketidak adilan. Negara yang tidak > dapat menegakkan hukum akan hancur di manapun dan di masa apapun", ujar > Mahfud dalam khotbah Idul Adha di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal > M.Yusuf, Makassar. Selanjutnya, Mahfud mengingatkan bahwa Indonesia sedang > dalam masalah besar dan terancam karam, bukan karena perbedaan antar umat > beragama, melainkan karena hukum dan keadilan yang tidak ditegakkan. > > Belakangan ini memang Indonesia dihadapkan sebuah persoalan besar, yang > akan sangat mempengaruhi masa depannya. Persoalan besar itu adalah masalah > hukum, dan adanya ketidak-adilan, yang terus berlangsung di Indonesia. > Kasus-kasus hukum yang menggambarkan terjadinya jual beli hukum, dan > akhirnya menimbulkan rasa ketidak-adilan bagi bangsa Indonesia. Rakyat > merasa terus dihadapkan sebuah keadaan yang menggambarkan Indonesia, mirip > negara antah-berantah. Hukum hanya berlaku bagi orang-orang yang lemah dan > tidak memiliki kedudukan di masyarakat. > > Sebaliknya hukum menjadi bebal dan penegak hukum tak berguna, ketika harus > berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kedudukan atau orang-orang yang > mempunyai akses dengan kekuasaan, atau orang-orang yang memiliki kekuatan > uang. Hukum tidak tegak ketika berhadapan dengan mereka. Pameo yang sudah > jadul tentang 'KUHP' yang diplesetkan dengan 'Keluar Uang Habis Perkara', > sudah menjadi fakta sehari-hari. Betapa hukum seperti benda yang dapat > diperjualbelikan. > > Karena tidak adanya keadilan itu, maka harapan bagi masa depan Indonesia > yang akan menjadi negara yang makmur, adil, serta maju, hanya sebuah utopia. > Tidak akan pernah terjadi sepanjang kehidupan. Selama negeri di kelola oleh > orang-orang yang sudah rusak secara moral, dan ikut berkolusi dengan > berbagai kejahatan dan para penjahat yang sangat merusak. Hukum hanya > ditegakkan kepada orang-orang yang lemah. Hukum hanya diperuntukan bagi > mereka yang dalam posisi lemah. Sebaliknya, hukum tidak tegak dan bermakna > apapun bagi orang-orang yang memiliki akses kekuasaan, uang, dan pengaruh. > > Cita-cita reformasi menjadi mati. Selama hampir lebih satu dasawarsa tidak > ada perubahan yang dapat memberikan rasa optimisme, khususnya bagi > penegakkan hukum. Justru di masa reformasi ini semakin telanjang berbagai > kejahatan dan pelanggaran hukum. Pemerintah seakan tidak mampu lagi > menghadapi berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran hukum yang ada. > > Pemerintah menjadi lumpuh. Pemerintah tidak berkutik hanya menghadapi > Gayus. Pemerintah menjadi mandul ketika harus berhadapan dengan seorang > pegawai Ditjen Pajak Golongan III A, yang bernama Gayus. Gayus menjadi > seorang yang sangat 'luar biasa', yang bisa menundukkan sebuah kekuasaan > pemerintah dan negara. Gayus dapat meluluhkan lantakkan aparat penegak > hukum, seperti polisi dan kejaksaan. > > Presiden SBY harus membawa masalah Gayus dan Misbakhun di dalam rapat > kabinet. Sungguh luar biasa. Gayus bisa meninggalkan Rutan Mako Brimob, > Kalapa Dua, kapa dia mau. Bahkan, bisa pergi ke Bali, menonton tenis, dan > menginap di hotel mewah Westin, dan bahkan konon bertemu dengan seorang > tokoh partai politik. > > Mengapa Gayus yang hanya pegawai golongan III A, kasusnya harus dibawa ke > sidang kabinet, dan dibahas oleh para pejabat tinggi negara? Gayus bisa > keluar masuk Rutan, tanpa sedikitpun kesulitan apa-apa. Artinya, Gayus lebih > banyak keluar Rutan dibandingkan dengan di dalam Rutan. Seorang Gayus bisa > mendikte aparat penegak hukum, dan melumpuhkan mereka. > > Presiden SBY juga mengeluhkan terhadap kasus Misbakhun, yang terkait dengan > tuduhan dana $ 22,5 juta dolar dari Bank Century, yang mula-mula dikenakan > tuntutan 8 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar, tetapi kemudian di vonis > hanya 1 satu tahun penjara. Meskipun jaksa mengadilan banding atas keputusan > pengadilan itu. Sungguh ini menjadi gambaran yang sangat absurd di negeri > ini, yang ingin menegakkan hukum, dan ingin mewujudkan 'good governance'. > Semuanya ini hanyalah menjadi sia-sia belaka. > > Apakah dengan kasus Gayus dan Misbakhun yang dibahas dalam rapat kabinet > ini, hukum akan dapat tegak dengan adil? Presiden SBY seperti nya sudah > kehilangan sebuah 'momentum', hanya bertindak ketika sebuah kasus sudah > menjadi domain publik, dan menimbulkan kekecewaan yang menggunung. Maka > peristiwa ini akan semakin menyebabkan frustasi dan kekecawaan yang yang > dialami masyarakat yang menginginkan ditegakkan keadilan. > > Lebih pahit lagi. Bagaimana sekarang kalau mengikuti perkembangan dan > informasi yang dilansir berbagai media, yang memberitakan bahwa > penjara-penjara yang ada menjadi pusat peredaran dan pengendalian jual beli > narkoba. Sungguh tidak masuk akal bagaimana penjara yang sangat tertutup dan > dijaga rapat-rapat bisa menjadi pusat pererdaran dan pengendalian peredaaran > dan perdagangan narkoba? Apakah para narapidana yang dapat mengendalikan > narkoba itu tanpa sepengetahuan aparat? > > Semua peristiwa yang sudah sangat transparan di berbagai media itu, > hanyalah akan membenarkan apa yang dikatakan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi > (MK), Mahfud MD, bahwa Indonesia akan karam. Indonesia akan tenggelam akibat > maraknya jual-beli hukum, dan adanya ketidak adilan. Wallahu'am. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
