RMOL. Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas PMH) tidak pernah meminta Gayus Tambunan untuk membongkar kasus dugaan suap pajak grup
Bakrie. “Nggak mungkin dong kami mengarah-ngarahkan seperti itu. Gini ya, nama grup Bakrie yang pertama kali mengungkapkan adalah Gayus pada saat kami di Singapura. Begitu juga dari mana saja dia mendapatkan uang,’’ ujar anggota Satgas PMH, Mas Achmad Santosa, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya Wakil Bendahara Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, polisi hendaknya memeriksa anggota Satgas PMH yang meminta Gayus Tambunan untuk membongkar kasus dugaan suap pajak grup Bakrie. “Pengakuan Gayus ini harus ditindaklanjuti. Kapolri harus berani memanggil dan memeriksa anggota Satgas yang mengarah-arahkan Gayus. Dari pengakuan itu jelas-lah siapa yang sesungguhnya berada dalam skenario kasus Gayus,” ujar Bambang Soesatyo. Mas Achmad Santosa selanjutnya mengatakan, Gayus juga membeberkan semuanya kepada Kabareskrim Ito Sumardi. Kemudian pada saat pemeriksaan di hadapan tim independen, Gayus juga menyampaikan hal yang sama. “Jadi, nggak mungkin dong kami yang mengarah-ngarahkan. Nggak ada kaitannya sama sekali,” ucapnya. Berikut kutipan selengkapnya: Kalau misalnya anggota Satgas diperiksa polisi, apa Anda siap? Diperiksa sebagai apa. Yang meminta siapa. Jangan ngawur ah. Orang kami yang membantu polisi kok. Kami itu membantu polisi dengan menye rahkan semua pengakuan Gayus kepada Kapolri, tim independen, dan Ka bareskrim. Kita ini kan bersinergi dengan mereka. Jadi, jangan ter pancing dengan rumor yang sudah dipolitisir. Gitu saja ya. Tapi ada yang menilai Satgas ikut mempolitisir? Ya, nggak ada itu. Nggak kaitannya sama sekali. Jadi, dari situ saja sudah jelas bahwa itu tidak benar. Sebetulnya kayak gitu nggak perlu ditanggapilah. Malah buang-buang waktu kan. Sebab, bukan itu misi kita. O ya, target tim ini 10 hari bekerja, berarti sudah lewat dong? Ya, tapi kita tidak bisa paksakan. Kalau belum selesai, apa boleh buat. Yang penting adalah kualitas informasi dan kelengkapan data. Apa yang kurang lengkap? Kelengkapan informasinya yang masih kurang. Misalnya apa? O, nggak perlu disebutkan. Tapi kami sudah tukar-menukar informasi dengan pihak penyidik kepolisian. Data-data apa saja yang sudah dikumpulkan? Itu nanti saja, tunggu selesai dulu. Kalau Anda bertanya berarti Anda bertanya tentang kontennya kan. Kapan selesainya? Secepat mungkinlah. Penelusuran kami tidak hanya soal suapnya, itu tugasnya polisi. Sedangkan kami untuk menggali apakah ada potensi penghilangan barang bukti pada saat Gayus di luar tahanan. Tim ini kerjanya lamban ya? Terserah dinilai apa, nggak jadi soal. Yang jelas, kami ini kan mem bantu institusi penegak hukum. Bentuknya seperti apa? Semua data-data yang kami temukan diberikan kepada penegak hukum. Sebab, mereka yang menindaklanjutinya. Tapi juga membuat rekomendasi perbaikan sistem yang nanti disampaikan kepada Kemenkumham, kepoli sian, dan institusi lainnya. Banyak pihak meminta agar KPK yang menangani kasus Gayus, komen tar Anda? Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Korupsi itu sudah jelas bahwa dalam penindakan pidana korupsi, KPK memiliki kewenangan supervisi terhadap lembaga-lembaga penegak hukum yang menangani perkara korupsi. Berarti bisa diambil alih dong? Ya, pengawasan, penelitian, penelahaan sampai kepada pengam bilalihan. Maka diserahkan kepada institusi yang ada. Biarkan saja KPK dan polisi berkoordinasi. Menurut Anda bagaimana? Saya berpendapat bagaimana menjadikan supervisi ini menjadi supervisi yang maksimum. Itu bisa berubah menjadi diambil alih. Tapi kepolisian dan KPK harus intensif koordinasi. Jadi, sebaiknya memang kepentingan bangsa diutamakan, jadi dua institusi itu bersinergi. Apa bisa terjadi? Bisa saja. Ini demi menjalankan penegakan hukum yang profesional, obyektif, dan berintegritas. Ujungnya adalah memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan lembaga penegak hukum. Maka dibutuhkan sinergi antar dua lembaga itu dan satu sinergi lagi yakni kejaksaan. Itu harapan Satgas. Dan saya yakin tidak ada ego korps, ego ke lembagaan, dan ego sektor. [RM] http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=10424 Berbagi berita untuk semua [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
