Jadi rezameutia ini mengakui dia itu memang sakit jiwa hingga perlu "terapi mental"
Dan duh dungunya... Betul-betul dungu kayak anjing. Tahun 2010, punya akses ke internet, masih saja dia bersedia melahap omong kosogn dan kibulan orang Arab primitif yang bilang al-Mushaf itu berisi wahyu Allah. Kasihan benernya. --- In [email protected], "rezameutia" <rezameu...@...> wrote: > > Tgl 8 Nov - 13 Nov 2010. > > Sehabis sholat subuh, gw menyiapkan koper dan travel bag untuk bersiap-siap > ke bandara. Hari itu, gw bersama istri akan melakukan perjalanan spiritual > berhaji untuk melengkapi rukun Islam yang terakhir. > > I was very excited to go to Mecca karena perjalanan ini sangat berbeda dengan > perjalanan yang gw pernah lakukan sebelumnya. > > Persiapan perjalanan pergi ke Mekkah sangat berbeda dengan perjalanan lainnya > yang pernah gw lakukan. Kalo pergi ke Amerika, ke Eropa atau kemanapun juga, > kita tinggal siapin koper lalu berangkat. Paling untuk mempersiapkan koper > kita cuma butuh watu 2 hari aja paling lama, nggak perlu persiapan lainnya. > > Persiapan pergi ke Mekkah memerlukan waktu sekitar 1 bulan. Kita harus > mempersiapkan mental dan jasmani, dan yang paling penting kita harus siap > lahir dan batin. > > Mekkah itu sangat berbeda dengan kota tempat tujuan lainnya di seluruh > penjuru dunia. > > Semua umat Islam di dunia yang jumlahnya lebih dari 2 milyar orang, sholat > menghadap Mekkah. Jadi bisa dibayangkan deh, atmosfir di Mekkah pasti akan > sangat 'sejuk' atau sangat 'panas'. > > No wonder some people are going nut at Mekkah. > > Ketemu di mesjid bandara Soetta sekitar jam 10 bersama rombongan dan di > mesjid itu keluarga melepas rombongan calon haji yang brangkat lebih dari 140 > orang (3 bis). > > Pesawat Garuda take off jam sekitar 13.00 dan ETA di bandara Jeddah jam 19.00 > waktu Arab Saudi. Travelling time from Jakarta to Jeddah around 9 hours > flight. Setelah makan di pesawat, gw langsung 'neken' esligan supaya bisa > istirahat dan akan bisa segar di Jeddah. > > Pada saat 20 menit sebelum memasuki Jeddah, para calon haji mengganti pakaian > dengan pakaian ihram. Pakaian ihram ini adalah pakaian 2 lembar bahan > berwarna putih tanpa jahitan. > > Sesudah berpakaian ihram ini kita harus menahan emosi, membatasi omongan, > tidak mengeluarkan kata2 kasar, pokoknya kita harus berusaha menahan nafsu, > perasaan, dan emosi kecuali takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. > > Ketika mendarat di Jeddah, gw sempet 'freak out' melihat betapa banyaknya > jemaah calon haji di bandara Jeddah tersebut. Gw nggak pernah melihat > sedemikian banyaknya orang yang 'flock' berada dalam 1 airport. > > Ribuan jemaah haji berbaris teratur untuk melewati imigrasi di Jeddah. Gw > hitung dari mulai pesawat mendarat antri sampai melewati imigrasi memakan > waktu sekitar 3 jam. > > Pegawai imigrasi Arab kerjanya 'semau gue', kalo mereka mau makan, mereka > tinggalin aja kerjaannya dan langsung makan, udah gitu, the worst part > adalah, mereka kan tulisannya berbeda dengan kita. Jadi, agak lama bagi > mereka untuk membaca dan mengetik nama kita yang memakai huruf latin. > > Selama 3 jam, most of the time we're standing, kita melatih kesabaran kita, > dan daripada pikiran gw melantur nggak karuan dan 'piss off' melihat kerja > orang Arab yang geblek, mendingan gw berdzikir pake tasbih aja deh. > > Ketika gw sedang antri, tiba2 tuh Arab keluar dari booth nya. Laahh..??! > Terpaksa gw pindah dan antri lagi di barisan lainnya. > > The good thing is, di dalam airport sangat sejuk karena full ac dan sesudah > keluar dari imigrasi gw masih harus menunggu bis lagi selama berjam-jam > diluar. The bad thing is, di luar sana disamping udaranya panas, tempat > duduk juga terbatas. > > Jadi, kenapa musti terburu-buru keluar? > > Setelah keluar dari imigrasi, gw masih harus menunggu lagi bis yang akan > mengangkut kita ke Mekkah. Kita menunggu bis sekitar 4 jam, and we don't > know what to do! > > Mau tidur nggak bisa tidur karena cuaca panas dan berpakaian ihram yang nggak > nyaman itu, mau duduk nggak enak juga karena badan kita bener2 cape setelah > melakukan penerbangan selama 9 jam. > > Sebagian orang mengatakan bahwa berpakaian ihram tidak boleh merokok, karena > itu juga merupakan bagian dari menahan nafsu. Gw sih cuek ngerokok aja, > karena ngerokok juga merupakan terapi mental buat gw. Buat para perokok > segala macam suasana dan perasaan emang harus merokok. > > Kalo suasana dan perasaan lagi happy, pasti menyalakan rokok karena perasaan > gembira. Kalo perasaan lagi kesal, piss off, apalagi sedang menunggu kayak > gw di Jeddah, udah pasti 'ngudud' lah. Walaupun gw udah tahu bahwa merokok > itu berbahaya bagi kesehatan, tapi ada lagi yang lebih berbahaya dari > merokok. > > For the first time in history, sex is more dangerous than the cigarettes > after all. Hehehe... > > Setelah menunggu bis sekitar 3 jam, akhirnya kita brangkat meninggalkan > Jeddah sekitar jam 2 pagi dan melanjutkan perjalanan ke Mekkah. Dalam > perjalanan ke Mekkah kita harus melalui "check point" sekitar 15 menit, > pemerintah Arab Saudi memberi jemaah makanan kecil dan air mineral, dan > jemaah hanya menunggu di dalam bis tanpa harus keluar dari bis. > > Sampai di Mekkah udah hampir mendekati sholat subuh. Gw melihat banyak > sekali, ribuan orang jemaah berpakaian ihram, yang berjalan menuju Masjidil > Haram untuk sholat subuh. > > Bis tiba dan berhenti di basement hotel dan jemaah turun dari bis dan > langsung menuju Masjidil Haram karena urusan koper dan lainnya diurus oleh > travel. Udah nggak sempet lagi melakukan apapun juga karena waktu sholat > subuh udah mepet. > > Gw bener-bener terkejut melihat Masjidil Haram. > > Ini adalah bangunan mesjid terbesar yang pernah gw lihat dan pada saat itu > Masjidil Haram ini penuh dengan lautan manusia. Mesjid ini mampu menampung 2 > juta jemaah, dan pada saat itu Masjidil Haram itu semuanya penuh dengan > jemaah dari berbagai macam bangsa, berbagai macam warna kulit, dari seluruh > penjuru dunia!! > > Tentunya gw sangat penasaran ingin sholat di dalam Masjidil Haram sambil > melihat Kabah, tapi karena saat itu sudah mendekati waktu sholat subuh, > sehingga gw hanya bisa sholat di halaman Masjidil Haram aja. Gw nggak > habis-habisnya memandang dengan kagum kebesaran Masjidil Haram dari halaman > luarnya. > > This mosque is goddamn huge!! > > Setelah selesai sholat subuh, gw langsung ke hotel untuk sarapan lalu tidur > dan istirahat karena perjalanan yang sangat melelahkan dari Jakarta. Lumayan > lah, gw bisa tidur sekitar 4 jam untuk melepaskan penat dan lelah sampe jam > 10-an untuk mandi dan bersiap-siap melakukan ibadah Umroh, tawaf dan sa'i, di > Masjidil Haram. > > This was my first and my new experience to see Kabah with my own eyes. > > Tawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak 7 kali berlawanan arah jarum jam. > Pada saat tawaf rombongan saya lebih dari 40 orang dan disusun 4 baris dengan > komposisi laki-laki di luar dan perempuan didalam barisan. Ini untuk > mencegah agar rombongan tidak terpecah karena desakan dari luar rombongan > yang bisa memecah rombongan. > > Jadi kalo ada desakan atau benturan yang mencoba masuk dari luar rombongan, > laki-laki mendesak balik, membentur balik, agar supaya mereka tidak bisa > masuk ke dalam rombongan. > > Ada tendensi jika bertawaf setelah 2 atau 3 putaran, akan makin masuk kedalam > mendekati Kabah, maka laki-laki yang bertugas mengawal supaya rombongan tidak > terpecah. > > Pada saat tawaf sekitar jam 10-an, cuaca sangat panas menyengat, tapi lantai > marmernya tetap dingin. Ada yang mengatakan bahwa lantai marmer diberi > pendingin semacam air cond, gw nggak tau juga tuh. > > Tapi yang jelas, walaupun udara sangat panas menyengat dan humidity is very > low, lantai marmer tempat bertawaf tetap dingin. > > Setelah selesai tawaf, lalu kita berdoa dan sholat di belakang Hijir Ismail, > lalu minum air Zamzam yang banyak bertebaran dipenjuru Kabah dan setelah itu > langsung melakukan Sa'i. > > Sa'i juga dilakukan dengan 7 kali, tapi tidak seberat seperti Tawaf karena > Sa'i dilakukan di ruang tertutup dan full air cond. Udaranya sejuk dan tidak > bertabrakan dan berebutan seperti Tawaf diluar tadi. > > Setelah selesai Sa'i lalu melakukan tahalul awal, memotong sedikit rambut, > dan setelah itu kembali ke hotel dan sudah melepas ihram dan memakai pakaian > bebas. > > Alhamdulilah, satu langkah Umroh sudah terpenuhi, tinggal menunggu sekitar 4 > hari lagi untuk menghadapi puncak haji, mabit (bermalam) di Mina, wukuf di > Arafah, mabit di Muzdalifah dan jumroh. > > Selama 4 hari (10-14 Nov) di hotel sambil menunggu ke Mina, praktis kami > tidak melakukan apa-apa, kecuali rutinitas sehari-hari. Bangun jam 3 pagi > lalu ke Masjidil Haram dan sholat tahajud, baca Al Quran sambil menunggu > sholat subuh. Setelah sholat subuh, gw sarapan pagi, balik ke kamar dan > tidur lagi. > > Bangun sekitar jam 10-an, lalu mandi dan jalan ke Masjidil haram lagi untuk > sholat duha, baca Al Quran sambil menunggu sholat Lohor. Setelah Lohor makan > siang, ngobrol sebentar dan merokok sambil menunggu Ashar. > > Komunutas perokok itu biasanya ramah, mudah bergaul, dan kompak. Hal ini > disebabkan karena 'smoking area' sangat terbatas maka para perokok biasanya > ngumpul dan merokok di 'smoking area' yang terbatas tersebut. > > Dan biasanya, merokok itu ada waktu tertentu, biasanya sehabis makan, > sehingga perokok itu berkumpul sambil merokok setiap habis makan sehingga > membuat mereka kompak. Bandingkan dengan non perokok yang sangat individual > dan jarang bersosialisasi. Geek. > > Setelah Ashar, biasanya gw balik ke kamar, tiduran sambil ngobrol ama temen > sekamar. Ashar adalah waktu yang paling pendek, karena setelah sholat Ashar > nggak ada lagi sholat sunat. Jadi, biasanya setelah sholat Ashar dilanjutkan > sholat jenazah, langsung balik ke kamar menunggu Maghrib. > > Pada saat sholat Maghrib, gw biasanya datang 20 menit sebelum adzan, lalu gw > naik ke lt 3. Di lantai 3 pemandangannya sangat indah, open air, kita bisa > melihat burung merpati, burung elang beterbangan di atas kita, dan twilight > zone. Breath taking view. > > Setelah sholat maghrib, gw menunggu Isya di mesjid sambil baca Quran, dan > setelah Isya, gw balik ke hotel untuk dinner dan setelah dinner ngobrol di > lobby hotel sampe jam 9-an dan balik ke kamar. Tidur. > > Gitu aja tuh rutinitas gw selama 4 hari, sampai tgl 14 Nov, menunggu ke Mina > untu berwukuf dan jumroh. > > > Lanjut... > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
