Nggak susah kok..

Yang beriman itu adalah orang-orang yang nggak rasional, yang bersedia percaya 
kepada omong kosong orang primitif..


--- In [email protected], "Teddy S." <ted...@...> wrote:
>
> Selamat!!!
> 
> Tidak semua orang beruntung punya pengalaman iman dan ini bersifat pribadi 
> yang mungkin sukar dimegerti oleh orang lain.
> 
> 
> --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "liver_duke" <endyonisius@> wrote:
> > >
> > > sesuatu yg menyangkut sistem kepercayaan (faith),
> > > biasanya akan lebih membutuhkan saluran perasaan serta
> > > melibatkan faktor emosi. baik secara individual apalagi
> > > kolektif, umumnya terikat dalam sebuah subjektifitas.
> > > 
> > > secara umum serta sejarahnya, hal ini lekat dgn fenomena
> > > yg disebut ritual khususnya "agama". "agama" tsb bisa berarti
> > > perkara religius, sepak bola, (konser) musik, film, klub, dst.
> > > sekali lagi baik secara individu maupun masif sbg kolektivitas.
> > > 
> > 
> > 
> > nah ini bedanya.
> > 
> > gw tadinya juga berpikir seperti ini bahwa religion itu hampir mirip 
> > fanatismenya seperti sepakbola, terutama setelah membaca banyak orang 
> > inggris yang menaruh kata 'football' di kolom religion.
> > 
> > pada saat gw berada di mekkah, terutama di masjidil haram, tentunya gw 
> > selalu bertabrakan dan kadang didorong orang lain dari negara keras seperti 
> > afrika, afghanistan, iran atau mesir karena saking penuh dan padatnya 
> > manusia.  
> > 
> > mereka kan badannya tinggi besar, jadi mereka seenaknya aja menabrak atau 
> > mendorong kita ketika sedang tawaf memutari kabah.  atau ketika sedang 
> > sholat, mereka seenaknya aja menggeser kita keluar dari saf (barisan 
> > sholat) di mesjid. 
> > 
> > pertama kali sih gw nggak bisa terima, jadi gw dorong dia balik dengan bahu 
> > ketika dia berusaha mendorong atau gw sekalian dorong dia dengan tangan 
> > kalo mereka mudah kelewatan mau menerobos sambil dengan mata melotot.  
> > 'nobody push me around, man'.  tapi, mereka semuanya nggak ada yang marah 
> > apalagi sampe terjadi perkelahian.
> > 
> > sehingga gw jadi sadar, bahwa religion is totally different than football.  
> > 
> > mungkin saluran perasaan, emosi dan rasa kebersamaannya sama, tapi dalam 
> > sepak bola nggak ada tuh yang namanya sabar dan ikhlas seperti dalam agama. 
> >  jadi, setelah gw berada disana 2-3 hari, barulah gw menyadari bahwa kalo 
> > terjadi 'pushing and shoving', it doesn't mean that they have no respect or 
> > bully to us.  hal itu terjadi karena memang situasinya yang penuh sesak, 
> > karena juga kebudayaan yang berbeda, tapi mereka melakukan tersebut bukan 
> > karena out of respect or bully.
> > 
> > semuanya mempunyai basic yang sama, sabar dan ikhlas.
> > 
> > gw bisa ngebayangin fans sepakbola yang 'hanya' berjumlah ratusan pasti 
> > akan terjadi tawuran jika terjadi 'pushing and shoving' seperti di mekkah.  
> > kalo agama sama seperti sepakbola, tidak ada sabar dan ikhlas, maka mekkah 
> > akan bisa lebih ancur daripada tragedi heysel tuh karena menyangkut jutaan 
> > manusia sih. 
> > 
> > 
> > > maka agama (religius) membutuhkan tradisi yg mengikat, entah
> > > yg rutin saban taon (sensasi lebaran, natal, el clasico kalo di
> > > sepak bola, dst) maupun yg temporal seperti ziarah, masuk final.
> > > kesemuanya adalah spiritual journey yg sanggup menembus sasaran
> > > paling jitu dan terdalam, yakni 'hati' (beyond the head or body).
> > > euphoria hanyalah lambang ungkapan, jauh dari hal objektivitas.
> > > serta gak berurusan dgn "pelajaran sebelumnya". it's about mind.
> > > 
> > 
> > yap.  
> > 
> > spiritual journey, it's all about mind and heart.
> > karena itu setiap manusia pasti akan punya pengalaman yang berbeda pada 
> > saat melakukan spiritual journey.  nggak bisa kita menceritakan pengalaman 
> > dan kesan2 spiritual journey karena semua pengalaman tersebut hanya bisa 
> > dirasakan secara sipitual aja.
> > 
> > seperti kata si ayub, memang berbeda pergi ke eropa dan pergi ziarah 
> > (spiritual journey) karena pergi ke eropa atau ke amerika cuma melihat hal 
> > materi seperti eifel,musium dan hal lainnya yang bikin kagum doang, tanpa 
> > menyangkut libatan emosi, mind and heart.
> > 
> > 
> > > misalnya banyak kisah, seseorang yg "keras hatinya" (sering
> > > dipake buat drama ato sinetron religius), mendadak lumer lantas
> > > "ingat kepada yg terlupakan" saat mendengar takbir lebaran ato
> > > kidung natal lantas "insyaf". mungkin persis mourinho mendadak
> > > jadi manusia biasa setelah spiritual journey ke cam neu barusan
> > > untuk mendapati fakta "masih ada langit di atas langit". dia
> > > pasti lupa sesumbarnya setaon lalu, "kekalahan yg terindah".  
> > > 
> > 
> > 
> > too bad, gw nggak nonton el classico.  gw cuma nonton highlight nya aja rm 
> > dibantai abis ama barca.  jm siap-siap aja dipecat oleh rm seperti don 
> > fabio.  walaupun don fabio bisa membawa rm juara la liga, tapi kalah 2X el 
> > classico, tetep aja dipecat.  
> > 
> > anyway, kalo orang yang keras hatinya lalu lumer setelah mendengar takbir 
> > adzan atau kidung natal sih kayaknya cuman di tivi aja tuh.  pada kehidupan 
> > realita yang sebenernya, nggak ada tuh hal yang kayak gitu.
> > 
> > sisi spiritual musti diasah, dirawat, dan dipelihara.  kayaknya nggak 
> > mungkin bisa langsung 'dong' ketika mendengar adzan atau kidung natal tanpa 
> > melalui proses.
> > 
> > 
> > > ini memang perkara hati, keyakninan, emosi dan subjektivitas.
> > > btw, sukses dan mabrur bro .. be who you are
> > > 
> > > 
> > 
> > 
> > thank you broer.
> > 
> > haji sih tidak merubah seseorang menjadi 'lebih' suci, lebih baik, lebih 
> > deket ke surga dan hal hal 'lebih' lainnya.  haji itu hanya melengkapi 
> > rukun islam dan naik haji itu tidak diwajibkan bagi semua orang muslim.  
> > naik haji itu disyaratkan hanya kepada orang muslim yang mampu (financial 
> > dan sehat).
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke