> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Opo penembaknya koncone Amrozy Mus?
> kalau bukan berarti US Citizen itu
> banyak terorisnya juga. Bahkan
> dikampus kampus juga ada.

Tergantung penyidikan, karena soal terorist bisa melibatkan berbagai agama dan 
pasti dikejar terus, dicari motive dan perencana serangan teror ini.

Meskipun umat Kristen di Amerika sudah hampir semua menerima konstitusi Amerika 
yang sekuler, tetap saja ada segelintir yang menolaknya.  Jadi meskipun cuma 
segelintir tentunya tetap membahayakan keselamatan orang2 yang tidak berdosa.

Sebaliknya kalo umat Kristen di Amerika bisa menerima sekulerisme, malah umat 
Islam didunia sekitar 20% masih menolak sekulerisme dan tetap melakukan 
terorisme jihad Islam.

Soal terorisme karena terpengaruh brainwash ajaran agama bukan hal yang baru, 
di-mana2 ada, dan bisa meletup merugikan masyarakat, dan dalam hal ini kita 
harus hati2 terutama terhadap mereka yang fanatic, biarpun jumlah mereka sangat 
sedikit, tetapi kerusakan yang diakibatkan kepercayaan mereka sangatlah besar, 
luas, dan menakutkan.

Jadi demikianlah, biarpun koncone Amrozy, biarpun disebabkan terpengaruh 
brainwash Al-quran dan Hadist, biarpun kelihatannya ada terkait urusan politik, 
tetap akan diselidiki dengan cermat dan hanya yang bersalah saja yang akan 
dihukum bukan korbannya yang dihukum.  Disinilah bedanya antara Indonesia di 
Amerika yang sudah berulang kali terjadi kejadian seperti ini malah korban2nya 
yang diancam untuk jangan menceritakannya ke-koran2, korban2nya dilarang untuk 
menerima interview, korban2nya diancam polisi.  Dan lebih celaka lagi polisi 
sendii bukan menangkap pelakunya malah melindungi pelakunya karena meeka itu 
orang2 yang beriman yang berkeimanan tinggi.

Jadi salah ya, karena benar salahnya diukur dari kejahatan dan korban2 yang 
jatuh akibat perbuatannya, bukan diukur dari tingginya keimanan pelakunya.

Itulah sebabnya, kita tidak boleh sekali2 menjadikan hukum agama menjadi hukum 
negara, menjadikan negara yang bukan makhluk hidup untuk dijadikan beriman 
sebagai negara agama yang se-olah2 sebagai makhluk hidup.  Hal ini saya katakan 
terutama terkait Syariah Islam yang masih terus menerus dipaksakan kepada 
masyarakat di Indonesia oleh segelintir pejabat2 yang mewakili partai2 Islam 
gurem.  Kita khan semua sudah tahu, bahwa rakyat RI ini menolak Syariah Islam 
dan Syariah Islam bukanlah warisan nenek moyang kita melainkan warisan 
jahiliyah yang di Arab sendiri atau nabi Muhammad sendiri telah menolaknya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.
































> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> ARIZONA (Suara Karya): Seorang pria di Arizona, Amerika Serikat (AS), yang 
> menyebut diri bernama Jared Loughner (22), melakukan penembakan membabi buta 
> di depan sebuah pusat perbelanjaan Akibatnya, enam orang tewas, belasan 
> lainnya luka berat, termasuk anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Hakim 
> Agung Federal.
> Presiden AS Barack Obama mengecam tindakan tersebut dan menyatakannya biadab 
> serta tidak berperikemanusiaan. Obama meminta pihak berwenang mengusut 
> kejadian itu secara cepat dan tuntas.
> Loughner mengirimkan pesan melalui situs MySpace dan YouTube yang bernada 
> mengecam pemerintah. Dia memberi judul videonya di YouTube dengan kalimat 
> "Final Thoughts" "New Currency".
> Dalam situs MySpace, Loughner, Sabtu (8/1) sekitar pukul 17.00, menulis, 
> "Selamat tinggal. Teman-teman, mohon jangan marah kepada saya."
> Foto-foto di MySpace menunjukkan gambar detail senjata otomatis di atas buku 
> atau kertas bertuliskan "United States History" (Sejarah Amerika Serikat). 
> Gambar itu dilengkapi sejumlah video Loughner dari akun YouTube, termasuk 
> seorang pria bertopeng yang membakar bendera AS dan lainnya dengan kalimat 
> "Jangan percaya pemerintahan sekarang, pemirsa."
> Kendati demikian, belum jelas apakah Loughner adalah orang yang membakar 
> bendera dalam video itu. Jika merujuk pada catatan hak milik, Loughner hidup 
> bersama ibunya, Amy Loughner, di wilayah Tucson.
> Dalam penembakan itu, enam orang tewas dan 12 orang lainnya terluka, 
> sementara anggota Kongres bernama Gabrielle Giffords terluka berat.
> Juru bicara polisi Rick Kastigar, ketika berbicara kepada CNN, memberikan 
> data jumlah korban itu menyusul serangan di negara bagian di barat daya AS 
> itu, yang telah memancing kecaman seluruh warga AS. Menurut Departemen 
> Keamanan Dalam Negeri AS, hakim federal John Roll dari Arizona juga tertembak.
> Obama mengatakan, penembakan di Arizona itu "tragedi bagi seluruh negara 
> kita". Dalam pernyataan di depan kamera di Gedung Putih, Obama menyatakan, 
> penembakan itu merupakan "tindakan tak terkatakan". Dia juga mengatakan, 
> penyelidikan penuh atas tragedi itu sedang berlangsung.
> "Ini lebih dari tragedi bagi orang-orang yang terlibat. Ini tragedi bagi 
> Arizona, tragedi bagi seluruh negara kita," kata Obama. Obama menambahkan, ia 
> telah mengirim Direktur FBI Robert Mueller ke Arizona untuk membantu memimpin 
> penyelidikan.
> Menurut Obama, seorang anak perempuan berusia sembilan tahun dan seorang 
> hakim federal termasuk di antara mereka yang tewas dalam penembakan di 
> Arizona, tempat anggota Kongres, Gabrielle Giffords, terluka berat.
> "Kami masih mengumpulkam semua fakta, tapi kami tahu anggota Kongres, 
> Giffords, adalah salah satu korban. Dia sekarang di sebuah rumah sakit di 
> daerah itu dan ia sedang berjuang untuk hidupnya," kata Obama dalam 
> pernyataan tersebut.
> "Kami juga tahu bahwa sedikitnya lima orang telah kehilangan jiwa mereka 
> dalam tragedi itu, termasuk di antara mereka hakim federal John Roll dan 
> seorang anak perempuan yang baru sembilan tahun usianya," katanya. (AP/Kentos)
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke