Refleksi: Tentu yang bergaji  tinggi atau paling tinggi bukan mereka yang 
terlihat pada gambar di bawah ini, karena mereka adalah penduduk lokal, mereka 
bukan pegawai sipil atau militer yang didatangkan untuk menjalankan kekuasaan. 

Gejala perbedaan gaji demikian bisa diobservasi dalam sejarah penjajahan di  
Hindia Belanda dimana pegawai yang di datangkan dari negeri Belnada mempunyai 
gaji jauh lebih besar dari penduduk yang hidup dari segobang. 

 Sesuai hasil sensus PBS 2010 penduduk Papua adalah termiskin di  NKRI.


http://bisnis.vivanews.com/news/read/198028-mengapa-gaji-di-papua-paling-tinggi-

Mengapa Gaji di Papua Paling Tinggi?

Salah satu alasannya, biaya hidup di Papua paling tinggi.
Jum'at, 7 Januari 2011, 13:04 WIB
Nur Farida Ahniar 
 
Suku di Papua (Banjir Ambarita | Papua)
VIVAnews- Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dari seluruh 
provinsi di Indonesia, para pekerja di Propinsi Papua menerima gaji paling 
tinggi. Rata-rata penghasilan di sana Rp2,164 juta selama sebulan.

Posisi kedua ditempati Provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata penghasilan 
Rp2,155 juta. Dan urutan ketua adalah Provinsi Papua Barat dengan penghasilan 
rata-rata Rp1.950.837. Keempat adalah DKI Jakarta dengan rata-rata pendapatan 
Rp1,95 juta. Daftar lengkap gaji pekerja tiap provinsi baca di sini.

Lantas mengapa empat provinsi di atas menerima pendapatan  tertinggi? 

Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, empat provinsi di atas merupakan provinsi 
dengan biaya hidup yang tinggi. Keduanya terkait dengan besaran gaji. "Apakah 
gaji tersebut mengikuti biaya hidup yang tinggi atau gaji dibuat tinggi dengan 
mengikuti biaya hidup," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 7 Januari 
2011.

Alasan kedua, daerah seperti Papua, Papua Barat dan Kalimantan Timur merupakan 
daerah pertambangan. Pekerja tambang  termasuk kelompok kelas menengah dan 
atas, yang digaji lebih tinggi dibanding sektor lain seperti pertanian. 
Sementara pekerja di Jakarta lebih banyak di sektor industri, perbankan yang 
juga termasuk golongan menengah dan atas.

Rusman mengatakan meski angka kemiskinan di Papua tinggi, namun gaji pekerja 
justru di urutan pertama. Hal itu dikarenakan BPS hanya merekam gaji pendapatan 
pekerja/buruh, dan tidak merekam gaji pekerja mandiri atau lebih banyak 
dilakukan masyarakat Papua.

BPS mencatat dari jumlah penduduk 237,6 juta, penduduk yang bekerja sebanyak 
108,2 juta orang. Dari angka 108,2 juta orang, pekerja yang mempunyai 
pendapatan dari gaji sebanyak 83,6 juta dan sisanya mempunyai usaha mandiri.

Dari 83,6 juta orang yang mempunyai pendapatan terdiri dari 3 golongan yaitu 
golongan bawah, menengah, dan atas. Untuk golongan bawah, yaitu 60 persen atau 
50,15 juta jiwa mempunyai penghasilan rata-rata US$2.284 atau Rp20,57 juta per 
tahun.

Sementara golongan menengah sebanyak 30 persen atau 25,08 juta jiwa mempunyai 
pendapatan US$5.356 atau Rp48,25 juta per tahun. Sementara untuk golongan atas 
sebesar 10 persen atau 8,36 juta jiwa mempunyai penghasilan rata-rata US$14.198 
atau Rp127,9 juta per tahun.

. VIVAnews 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke