toh pemirsa prol yg masih waras bisa melihat siapa manusia yg lebih berkualitas di sini, gua atau elu pik.
ngga, ngga usah liat kualitas pengetahuan dulu, yg ini mah elu udah jelas kalah telak. kualitas dalam bertutur kata aja deh. bisa liat kan kita semua bagaimana kualitas juspik bertutur kata? nah itu adalah cerminan pendidikan orang tua. lalu kualitas hidup. iya, kualitas hidup elu sama gua kira2 gimana coba? gua mobil aja punya 2, dan itu semua gua beli dari baru. nah elu pik? ke mana2 cuman ngandelin kolor sama tiket bus doang. mau pulang kampung ke minang sono aja lu kudu nunggu diongkosin pemerintah belanda. eh sampe indonesia malah dimasukin bui. kesian bener nasib lu pik. lu tau kenapa hidup lu begitu menderita? ya salah satunya karena orang tua lu ngga tau caranya mendidik anak dgn baik. bapak lu cuman preman terminal penghasilannya ngandelin dari hasil rampokan doang. dan emak lu... ah emak lu ngga jelas sejarahnya, kayaknya dia langsung kabur setelah ngelahirin elu gara2 bunting duluan sebelum kawin sama bapak lu. jadi, melihat dari benchmark di atas, kalo soal mendidik anak sih udah jelas bapak lu yg gagal total pik. susah membantah kenyataan ini kan? --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.al...@...> wrote: > > > Saya ingat johny-indon yang diperlakukan kayak anjing budug oleh bapaknya > yang serdadu yang diajar membunuh manusia dan yang jadi bangsat biadab, > bengis, zalim, ganas lagi buas hingga tega-teganya memperlakukan anaknya > seperti anjing budug dengan menendangnya hingga terkencing-kencing... > > > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote: > > > > Refleksi : Pikiran negatif ataukah yang dimaksudkan berpikir tidak > > kreatif? Kreatif berpikir sulit dilahirkan apabila anak pada masa > > inlearning proses dipakai untuk menghafal unta dan keledadi berputar-putar > > di padang pasir pada zaman bahula > > > > http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/08/16561680/80.Persen.Anak.Indonesia.Berpikiran.Negatif-12 > > > > PSIKOLOGI - ARTIKEL > > > > > > 80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif > > Sabtu, 8 Januari 2011 | 16:56 WIB > > > > PERSDA/MELVINAS PRIANANDA > > Ilustrasi. > > > > JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Pusat Inteligensia Kesehatan > > Kementerian Kesehatan menyatakan, mayoritas anak Indonesia berpikiran > > negatif yang dikategorikan sebagai pola pikir tidak sehat. > > > > ""Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak anak > > -- Gunawan Bam "" > > > > "Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir > > negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak > > dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan > > Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung > > Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin. > > > > Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari > > tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak > > Indonesia. > > > > Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu > > akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak > > kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan > > otak anak," katanya. > > > > Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu > > dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika > > diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal. > > > > "Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang > > dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan. > > > > Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa > > perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan kesehatan > > dan perkembangan otak. > > > > Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan > > bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara. > > > > "Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali > > tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M > > Akib Aman, SpR, MARS. > > > > Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah > > neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri. > > > > Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah divalidasi > > pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, > > Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa > > Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat. > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
