Satu  lagi contoh omongan sedeng johny-indo yanag otaknya sudah rusak hasil 
didikan
bapaknya yang adalah serdadu bajingan yang diajar membunuh manusia dan jadi
bangsat yang buas, kejam, keji, zalim, ganas lagi biadab hingga tega-teganya
memperlakukan anaknya kayak anjing budug dengan menendangnya hingga
terkencing-kencing...

Kasihan...

--- In [email protected], "johny_indon" <johny_in...@...> wrote:
>
> 
> 
> toh pemirsa prol yg masih waras bisa melihat siapa manusia yg lebih 
> berkualitas di sini, gua atau elu pik.
> 
> ngga, ngga usah liat kualitas pengetahuan dulu, yg ini mah elu udah jelas 
> kalah telak.
> kualitas dalam bertutur kata aja deh.
> bisa liat kan kita semua bagaimana kualitas juspik bertutur kata?
> nah itu adalah cerminan pendidikan orang tua.
> 
> lalu kualitas hidup.
> iya, kualitas hidup elu sama gua kira2 gimana coba?
> gua mobil aja punya 2, dan itu semua gua beli dari baru.
> nah elu pik? ke mana2 cuman ngandelin kolor sama tiket bus doang.
> mau pulang kampung ke minang sono aja lu kudu nunggu diongkosin pemerintah 
> belanda.
> eh sampe indonesia malah dimasukin bui.
> kesian bener nasib lu pik.
> 
> lu tau kenapa hidup lu begitu menderita? ya salah satunya 
> karena orang tua lu ngga tau caranya mendidik anak dgn baik.
> bapak lu cuman preman terminal penghasilannya ngandelin dari 
> hasil rampokan doang.
> dan emak lu... ah emak lu ngga jelas sejarahnya, kayaknya dia 
> langsung kabur setelah ngelahirin elu gara2 bunting duluan sebelum 
> kawin sama bapak lu.
> 
> jadi, melihat dari benchmark di atas, kalo soal mendidik anak sih udah jelas 
> bapak lu yg gagal total pik.
> susah membantah kenyataan ini kan?
> 
> --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> >
> > 
> > Saya ingat johny-indon yang diperlakukan kayak anjing budug oleh bapaknya 
> > yang serdadu yang diajar membunuh manusia dan yang jadi bangsat biadab, 
> > bengis, zalim, ganas lagi buas hingga tega-teganya memperlakukan anaknya 
> > seperti anjing budug dengan menendangnya hingga terkencing-kencing...
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > > Refleksi : Pikiran negatif ataukah yang dimaksudkan  berpikir tidak 
> > > kreatif? Kreatif berpikir sulit dilahirkan apabila anak pada masa 
> > > inlearning proses dipakai untuk menghafal unta dan keledadi 
> > > berputar-putar di padang pasir pada zaman bahula
> > > 
> > > http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/08/16561680/80.Persen.Anak.Indonesia.Berpikiran.Negatif-12
> > > 
> > > PSIKOLOGI - ARTIKEL
> > > 
> > > 
> > > 80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif
> > > Sabtu, 8 Januari 2011 | 16:56 WIB
> > >  
> > > PERSDA/MELVINAS PRIANANDA
> > > Ilustrasi.
> > > 
> > > JAKARTA, KOMPAS.com -  Hasil survei Pusat Inteligensia Kesehatan 
> > > Kementerian Kesehatan menyatakan, mayoritas anak Indonesia berpikiran 
> > > negatif yang dikategorikan sebagai pola pikir tidak sehat.
> > > 
> > > ""Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak 
> > > anak 
> > > -- Gunawan Bam ""
> > > 
> > > "Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir 
> > > negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak 
> > > dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan 
> > > Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung 
> > > Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin.
> > > 
> > > Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari 
> > > tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak 
> > > Indonesia.
> > > 
> > > Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu 
> > > akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak 
> > > kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan 
> > > otak anak," katanya.
> > > 
> > > Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu 
> > > dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika 
> > > diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal.
> > > 
> > > "Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang 
> > > dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan.
> > > 
> > > Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa 
> > > perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan 
> > > kesehatan dan perkembangan otak.
> > > 
> > > Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan 
> > > bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara.
> > > 
> > > "Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali 
> > > tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M 
> > > Akib Aman, SpR, MARS.
> > > 
> > > Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah 
> > > neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri.
> > > 
> > > Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah 
> > > divalidasi pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera 
> > > Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa 
> > > Timur, Jawa Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
> > > 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke