> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > La dulu ketika peristiwa Mei yg patut > dicontoh itu Klaten.Disana toko2 > China dilindungi oleh PAN, makane > pemilu waktu itu di Klaten banyak > China yg nyoblos PAN. Padahal Delanggu > yg kota kecil aja ada obong2-an tapi > di Klaten enggak.
Pan itu bikin laskar jihad yang anggauta2nya menjarah toko cina. Lalu Pan juga bikin satgas untuk melindunginya. Tetapi tetap, untuk mendapatkan perlindungan orang2 cina itu enggak gratis, harus bayar. Akhirnya saingan sama gus dur yang kerahkan banser, keduanya ampir benterok rebutan jadi pelindung cina. Ternyata yang lebih dipercaya cina itu banser gus dur sehingga kontral perlindungan diraih banser-nya gus dur. Jadi bagi Islam Cina itu tetap sumber subur penjarahan, baik dijarah toko2nya, maupun dijarah dengan cara damai sebagai pelindung yang melindungi toko2. Yang begitu udah rumus umum bagi muslimin dan juga bagi polisi. Lihatlah polisi juga kerjanya khan sama, rampok ditangkap, hasil rampokan disita kemudian rampoknya dilepas agar merampok lagi. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > Shalom, > Tawangalun. > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > Dulu juga sewaktu ada pemerkosaan amoy2 di Glodok, jelas setelah lama > > diselidiki akhirnya betul2 terbukti, bahwa para pelaku pemerkosaan massal > > ternyata bukanlah muslimin melainkan umat Kristen dan HKBP yang sengaja > > meneriakkan "Allahuakbar" agar dikira korban para pelakunya adalah > > muslimin. Ternyata memang musuh2 Islam berusaha men-jelek2an Islam dengan > > cara melakukan pemerkosaan massal seperti ini. Juga, para pelaku teror > > bomb di Bali ternyata adalah CIA karena bomb yang digunakan adalah "micro > > nuclear" dimana belum pernah ada muslimin yang mampu membuatnya. > > > > Bukti2nya juga lengkap dan jelas, para pelaku pemerkosaan massal itu aalah > > "Anton Medan" seorang mualaf keturunan Cina, dia lebih dulu masuk Islam > > sebelum kemudian mengumpulkan muslimin dari berbagai mesjid2 sekitara > > Jakarta seperti Krawang, Bekasi, Tanggerang, dan Depok untuk di drop ke > > medan pemerkosaan massal dibawah pengawalan kopassus Prabowo. > > > > Jadi memang urusan berita yang bohong dan benar ini harusnya bisa kita > > pastikan dari berita polisi, tapi memang celaka juga kalo polisinya juga > > berbohong. > > > > Kalo urusan berita2 bohong kita khan sama2 tahu dimana tempatnya, karena > > negara2 barat, dan negara2 maju sama sekali tidak umum memberitakan masalah > > seseorang pindah agama jadi mualaf atau jadi Hindu, sehingga tidak mungkin > > bisa dikonfirmasi untuk membuktikannya apalagi dinegara maju beragama itu > > bisa menganut bukan cuma satu agama tapi banyak agama2. > > > > Yang penting dalam pemerkosaan amoy2 itu tidak ada satupun pelaku2nya yang > > ditangkap, semua dilindungi pemerintah, polisi, dan MUI. Seharusnya Dewan > > Gereja2 di interogasi sehubungan adanya orang2 Kristen yang mencemong > > muslimin dalam pemerkosaan masaal ini. Namun ternyata HKBP, Gereja > > Katolik, dan Dewan Gereja2 tidak ada satupun yang ditangkap untuk > > mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dalam pemerkosaan massal. > > > > Setelah tidak ada umat Kristen yang mau mengaku bertanggung jawab melakukam > > pemerkosaan massal amoy2 ini, akhirnya pemerintah mengumumkan bahwa "Tidak > > ada bukti2 terjadinya pemerkosaan masaal". > > > > Padahal, semua korban sexual abuse yang terjadi di gereja katolik > > dilaporkan kepada polisi, pelakunya ditangkap, diadili dipengadilan dimuka > > umum, korban2nya juga diberi ganti rugi. Ternyata diantara korban2nya > > tidak ada satupun yang bernama "Charles Evers" yang katanya menjadi mualaf > > ??? > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > > > Kodrat kok dilawan,yo ngene iki jadinya. > > > > > > Shalom, > > > Tawangalun. > > > > > > Charles Evers: Masuk Islam Setelah Jadi Korban Pelecehan Seks Pastur > > > > > > DUBAI (voa-islam.com): Skandal pedofil atau pelecehan seksual anak di > > > bawah umur dalam tubuh gereja Katolik merusak kepercayaan panganut > > > agama Katolik. > > > > > > Charles Evers, seorang korban pelecehan yang dilakukan oleh pater > > > Katolik, telah menjadi penganut agama Islam dan mengganti namanya > > > menjadi Yusuf. "Katolik adalah kepercayaan yang mengerikan" tuturnya. > > > Laporan Tijn Sadée en Robert Chesal. > > > > > > Ke Mook > > > Dengan kegetiran yang sama, Yusuf Charles Evers, 59 tahun, mengikuti > > > berita tentang skandal pelecehan seksual dalam tubuh gereja Katolik. > > > "Apa yang telah terjadi sungguh mengerikan. Tapi saya sudah lama > > > menyimpulkan agama Katolik itu gak beres." tuturnya. > > > > > > Saat dia berusia dua belas tahun, Evers dikirim orang tuanya ke > > > Gabriël College di Mook, Limburg. Sekarang dia tinggal di Dubai dan > > > punya perusahaan sendiri yang menjual pakaian tradisional Islam. Pada > > > tahun 1992 dia beralih menjadi penganut Islam dan mengganti namanya > > > menjadi Yusuf. Untuk pertama kalinya dia berbicara tentang masa > > > mudanya di Mook. > > > > > > Korban > > > "Pater yang mengajar bahasa Latin, satu hari bertanya apa saya bisa > > > membantunya membawakan beberapa buku. Saya harus membawanya ke gudang. > > > Saat saya masuk, pater itu menutup pintu. Aneh. Saya tidak tahu sama > > > sekali mengenai seks. Lalu dia bilang:"Ayo, ayo" dan dia memegang > > > tangan saya dan meletakkan tangan saya diatas alat kelaminnya. Saya > > > merasa ada sesuatu yang basah kental di tangan saya dan saya merasa > > > jijik. Saat saya keluar dari gudang, beberapa anak berdiri di luar dan > > > menertawakan saya. Mereka berkata:"Sekarang kamu korbannya." > > > > > > Kesaksian Yusuf Evers dipandang unik dalam debat mengenai pemimpin > > > agama pedofil, yang hingga saat ini tidak dicampuri kelangan muslim. > > > > > > Pertanyaan Rasa Bersalah > > > "Jangan menipu diri" kata profesor Sami Zemni, pakar politik Islam > > > Universitas Gent. "Jika kelompok rohaniawan menyebabkan skandal, maka > > > institut gereja akan jatuh, tapi kekristenan tetap aman. Sebaliknya: > > > jika seorang muslim melakukan hal yang salah, dan para fobia islam > > > berseru Islam itu salah secara keseluruhan dan Al-Quran harus > > > dibakar." > > > > > > Zemni tidak sependapat bahwa skandal pedofil akan mengubah gambaran > > > bahwa agama islam itu kejam dan agama kristen itu beradab. "Saya pikir > > > debat ini akan berakhir dengan pertanyaan rasa bersalah. Gereja akan > > > menangani masalah dan menutupi tuduhan, seperti yang selama ini selalu > > > dilakukan." > > > > > > Setan > > > "Memang apa yang terjadi di gereja katolik sangat memprihatinkan, tapi > > > kita tidak mau dikait-kaitkan" demikian argumen seorang imam terkenal > > > asal Belgia yang menolak memberi pendapat untuk penulisan artikel ini. > > > Juga beberapa pemuda pemudi pemeluk agama Islam, yang dulunya dididik > > > sebagai Katolik tapi menjadi Islam, menolak memberi komentar. > > > > > > Membakar Sekolah > > > Puluhan tahun setelah emigrasinya ke Dubai, Yusuf Evers mengunjungi > > > keluarganya di Belanda, dan melewati gedung sekolah lamanya di Mook. > > > "Saya sudah sering bermimpi membakar gedung ini. Tapi saat ini > > > gedungnya sudah dirubuhkan. Hanya gedung depannya masih berdiri. Saya > > > ingin sekali merusaknya dengan tangan saya sendiri." > > > > > > Dia tidak pernah bercerita pada orang tuanya mengenai pelecehan > > > seksual yang dia alami. "Mereka pasti juga tidak ingin mendengarnya." > > > > > > Jadi dia sendirian menghadapi traumanya. "Saya masih dengan jelas bisa > > > mengingat bahwa saya harus melaporkan kejadian itu pada pemimpin > > > pater. Saya masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu dan terkejut dengan > > > apa yang saya lihat: pemimpin pater itu sedang duduk di atas meja > > > dengan kedua kaki terbuka lebar, dan seorang pater sedang memberikan > > > oral seks kepadanya." > > > > > > Shalom, > > > Tawangalun. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
