Nggak usah pake bapak-bapakan deh. Emang situ kenal 
sama bapaknya johny? 

Taruhlah benar johny pernah dihajar, tapi dia cepat 
belajar sampe akhirnya sukses sebagai manusia. 

Lha sampiyan, taruhlah betul ninik-mamak memberimu 
gelar adat dengan penuh kasih sayang disertai doa 
dan, abrakadabra... terbentuklah dikau sebagai seorang 
sutan merajalela... 

Doa orangtua yang jitu lagi mujarab.. 

--- "Jusfiq" <kesayangan.al...@...> wrote:

> Saya ingat johny-indon yang diperlakukan kayak anjing budug oleh 
> bapaknya yang serdadu yang diajar membunuh manusia dan yang jadi 
> bangsat biadab, bengis, zalim, ganas lagi buas hingga tega-teganya 
> memperlakukan anaknya seperti anjing budug dengan menendangnya 
> hingga terkencing-kencing...


> 
> 
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Refleksi : Pikiran negatif ataukah yang dimaksudkan  berpikir tidak 
> > kreatif? Kreatif berpikir sulit dilahirkan apabila anak pada masa 
> > inlearning proses dipakai untuk menghafal unta dan keledadi berputar-putar 
> > di padang pasir pada zaman bahula
> > 
> > http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/08/16561680/80.Persen.Anak.Indonesia.Berpikiran.Negatif-12
> > 
> > PSIKOLOGI - ARTIKEL
> > 
> > 
> > 80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif
> > Sabtu, 8 Januari 2011 | 16:56 WIB
> >  
> > PERSDA/MELVINAS PRIANANDA
> > Ilustrasi.
> > 
> > JAKARTA, KOMPAS.com -  Hasil survei Pusat Inteligensia Kesehatan 
> > Kementerian Kesehatan menyatakan, mayoritas anak Indonesia berpikiran 
> > negatif yang dikategorikan sebagai pola pikir tidak sehat.
> > 
> > ""Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak anak 
> > -- Gunawan Bam ""
> > 
> > "Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir 
> > negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak 
> > dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan 
> > Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung 
> > Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin.
> > 
> > Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari 
> > tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak 
> > Indonesia.
> > 
> > Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu 
> > akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak 
> > kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan 
> > otak anak," katanya.
> > 
> > Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu 
> > dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika 
> > diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal.
> > 
> > "Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang 
> > dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan.
> > 
> > Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa 
> > perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan kesehatan 
> > dan perkembangan otak.
> > 
> > Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan 
> > bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara.
> > 
> > "Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali 
> > tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M 
> > Akib Aman, SpR, MARS.
> > 
> > Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah 
> > neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri.
> > 
> > Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah divalidasi 
> > pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, 
> > Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa 
> > Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke