Kelakuan anda kayak beruk jusfiq. Akuilah itu.

--- Pada Sel, 11/1/11, Jusfiq <[email protected]> menulis:

Dari: Jusfiq <[email protected]>
Judul: [proletar] Re: 80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 11 Januari, 2011, 2:23 PM







 



  


    
      
      
      

Nah setelah unjuk kedunguan dan isi otak anda yang busuk nista lagi menjijikkan 
itu pergilah berobat ke psikiater..



Keadaan anda makin parah saja.



Terus menerus unjuk isi otak anda yang sudah rusak dan jadi busuk, nista lagi 
menjijikkan itu sungguh tidak ada gunannya.



Hanya psikiater yagn bisa menolong anda.



--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:

>

> 

> Nggak usah pake bapak-bapakan deh. Emang situ kenal 

> sama bapaknya johny? 

> 

> Taruhlah benar johny pernah dihajar, tapi dia cepat 

> belajar sampe akhirnya sukses sebagai manusia. 

> 

> Lha sampiyan, taruhlah betul ninik-mamak memberimu 

> gelar adat dengan penuh kasih sayang disertai doa 

> dan, abrakadabra... terbentuklah dikau sebagai seorang 

> sutan merajalela... 

> 

> Doa orangtua yang jitu lagi mujarab.. 

> 

> --- "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:

> 

> > Saya ingat johny-indon yang diperlakukan kayak anjing budug oleh 

> > bapaknya yang serdadu yang diajar membunuh manusia dan yang jadi 

> > bangsat biadab, bengis, zalim, ganas lagi buas hingga tega-teganya 

> > memperlakukan anaknya seperti anjing budug dengan menendangnya 

> > hingga terkencing-kencing...

> 

> 

> > 

> > 

> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:

> > >

> > > Refleksi : Pikiran negatif ataukah yang dimaksudkan  berpikir tidak 
> > > kreatif? Kreatif berpikir sulit dilahirkan apabila anak pada masa 
> > > inlearning proses dipakai untuk menghafal unta dan keledadi 
> > > berputar-putar di padang pasir pada zaman bahula

> > > 

> > > http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/08/16561680/80.Persen.Anak.Indonesia.Berpikiran.Negatif-12

> > > 

> > > PSIKOLOGI - ARTIKEL

> > > 

> > > 

> > > 80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif

> > > Sabtu, 8 Januari 2011 | 16:56 WIB

> > >  

> > > PERSDA/MELVINAS PRIANANDA

> > > Ilustrasi.

> > > 

> > > JAKARTA, KOMPAS.com -  Hasil survei Pusat Inteligensia Kesehatan 
> > > Kementerian Kesehatan menyatakan, mayoritas anak Indonesia berpikiran 
> > > negatif yang dikategorikan sebagai pola pikir tidak sehat.

> > > 

> > > ""Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak 
> > > anak 

> > > -- Gunawan Bam ""

> > > 

> > > "Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir 
> > > negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak 
> > > dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan 
> > > Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung 
> > > Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin.

> > > 

> > > Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari 
> > > tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak 
> > > Indonesia.

> > > 

> > > Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu 
> > > akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak 
> > > kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan 
> > > otak anak," katanya.

> > > 

> > > Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu 
> > > dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika 
> > > diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal.

> > > 

> > > "Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang 
> > > dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan.

> > > 

> > > Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa 
> > > perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan 
> > > kesehatan dan perkembangan otak.

> > > 

> > > Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan 
> > > bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara.

> > > 

> > > "Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali 
> > > tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M 
> > > Akib Aman, SpR, MARS.

> > > 

> > > Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah 
> > > neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri.

> > > 

> > > Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah 
> > > divalidasi pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera 
> > > Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa 
> > > Timur, Jawa Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.

> > > 

> > > 

> > > 

> > > [Non-text portions of this message have been removed]

> > >

> >

>





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke