Rfleksi : Masyaalloh!  Sekali bohong, tetap bohong!  Ayo mari ramai-ramai 
runtuhkan rezim bohong, tetapi apakah  ada kemungkinan untuk rezim jujur? hehehe

http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011011200324714

      Rabu, 12 Januari 2011 
     
      BURAS
     
     
     
     
Seruan Melawan Kebohongan Rezim SBY! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "PARA tokoh lintas agama Senin menyerukan agar rakyat melawan kebohongan 
rezim Presiden SBY! Mereka rilis daftar sembilan kebohongan lama dan sembilan 
kebohongan baru!" ujar Umar. "Seruan itu Selasa diperkuat oleh aktivis sejumlah 
LSM di Jakarta dengan daftar kebohongan sama! Salah satu kebohongan lama jumlah 
orang miskin berkurang jadi 31,02 juta jiwa. Padahal penerima beras rakyat 
miskin 70 juta jiwa, dan penerima Jamkesmas 76,4 juta jiwa! Cuma bagaimana cara 
melawan kebohongan, apalagi yang senyata itu?"

      "Tentu mendesak rezim SBY supaya jujur!" jawab Amir. "Memenuhi janjinya! 
Seperti dalam debat capres 2009, SBY berjanji menyelesaikan kasus lumpur 
Lapindo, tapi sampai sekarang tak selesai! Lalu, tindak lanjut kepentingan 
bangsa, seperti audit pemerintah atas PT Freeport mengusulkan renegosiasi, tapi 
hingga sekarang tak dilakukan!"

      "Kalau cuma ngomong mendesak agar rezim penguasa jujur, tidak ingkar 
janji, menindaklanjuti kepentingan bangsa, mudah! Tapi apa digubris?" timpal 
Umar. "Rakyat tidak punya kapasitas dan otoritas untuk mendesak, apalagi 
mendikte rezim melakukan semua itu! Otoritas untuk itu telah diamanatkan kepada 
para wakil rakyat di semua tingkat! Kalau wakil rakyat tidak melaksanakan 
amanat itu, apalagi malah melakukan konspirasi dengan penguasa, rakyat tak bisa 
apa-apa! Andai pun rakyat demo, kalau pada dasarnya para wakil rakyat dan 
penguasa sudah tak mau mendengar suara hati nurani rakyat, juga percuma saja!"

      "Tak boleh menyerah secara fatalistik begitu sebelum mencoba!" tegas 
Amir. "Hak-hak rakyat tak habis dan gugur meski telah diamanatkan kepada wakil 
rakyat! Melalui berjuang untuk menegakkan hak-haknya yang dicundangi rezim, 
kekuatan rakyat jadi nyata! Perlawanan seperti itu yang dimaksud tokoh lintas 
agama!"

      "Tapi mayoritas rakyat kini sangat lemah, untuk mencukupi kebutuhan hidup 
keluarganya saja waktunya tak cukup! Tak ada waktu lagi untuk ikut gerakan 
perlawanan seperti itu!" timpal Umar. "Sementara retorika-secara implisit 
artinya berisi kebohongan-penguasa, semakin intensif lewat tayangan iklan 
berulang-ulang! Retorika itu menyesaki benak rakyat hingga kebohongan jadi 
terbiasa dan hal yang lazim! Akibatnya, rakyat jadi imun atau kebal dengan 
kebohongan rezim!"

      "Itu dia!" tegas Amir. "Seruan tokoh lintas agama itu menggugah keimunan 
rakyat dari kebohongan penguasa, agar rakyat tak mau dibohongi terus! Jika 
rezim menyadari rakyat tak bisa dibohongi lagi, rezim pun akan berhenti 
berbohong! Sampai di situ, tercapai tujuan perlawanan rakyat!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke