Ref: Kalau sepuluh menteri tak becus kerja, lantas bagaimana dengan boss 
mereka? Apakah becus kerja bohong dan bohong kerja?

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=270969


RESHUFFLE
Sepuluh Menteri Tak Becus Kerja 

Tjahjo Kumolo, Sekjen PDIP. 
Jumat, 21 Januari 2011


JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diingatkan untuk 
tidak tunduk pada tekanan dari sejumlah parpol mitra koalisi pendukung 
pemerintah yang berupaya memanfaatkan kasus Bank Century sebagai cara untuk 
mempertahankan posisi kadernya di kabinet. Presiden SBY harus tegas dengan 
mengganti menteri yang berkinerja buruk. 

Pendapat itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait dan 
pengamat politik Burhanuddin Muhtadi secara terpisah di Jakarta, Kamis (20/1). 

Sementara itu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di sela-sela kuliah umum STIP Abdi 
Negara di Jakarta, Kamis (20/1), mengemukakan, PDIP melakukan riset terhadap 
kinerja menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. 

Ia mengatakan, berdasarkan hasil riset partainya, ada sepuluh menteri di KIB II 
yang tidak becus bekerja dan harus terkena reshuffle. "Ada 10 menteri yang 
layak diganti," katanya. Namun, Tjahjo enggan menyampaikan nama-nama menteri 
itu. Yang jelas, kesepuluh menteri itu merata dari tiga bidang: kesra, 
polhukam, dan ekonomi. 

"Reshuffle harus dilakukan. Sekarang kami menilai ada menteri yang diberi rapor 
merah sudah cuek saja," katanya. 

Tjahjo mendesak Presiden SBY agar segera mengganti menterinya yang bermasalah. 
Menurutnya, SBY tidak perlu takut untuk melakukan reshuffle dan tidak perlu 
menghiraukan ancaman parpol-parpol pendukungnya. 

Tjahjo pun menegaskan, PDIP tidak akan mengirimkan wakilnya di kabinet. Hal ini 
menurutnya sudah menjadi keputusan partai. "Kami tidak pernah berusaha agar 
kader PDIP bisa masuk kabinet," katanya. 

Maruarar Sirait mengatakan, PDIP mencium aroma tidak sedap di balik 
menyeruaknya kembali kasus Bank Century. PDIP melihat kasus itu sengaja 
dibesarkan untuk memperkuat bargaining partai koalisi tertentu di tengah isu 
reshuffle kabinet. 

"Presiden harus tegas dan mengumumkan siapa saja menteri-menterinya yang perlu 
di-reshuffle karena berkinerja buruk. Walaupun menteri itu kader dari parpol 
mitra koalisi pendukung pemerintah. Sebab, sampai saat ini ada indikasi partai 
koalisi tertentu menggunakan isu Bank Century untuk sekedar bargaining agar 
posisi menterinya tidak di-reshuffle," ujar Maruarar. 

Karena itu, menurut dia, PDIP memilih tidak buru-buru menggunakan hak 
menyatakan pendapat atas kasus Bank Century. Ia tidak mau PDIP malah menari di 
gendang partai koalisi yang sedang tawar-menawar posisi menteri dengan Presiden 
SBY. 

"Kita tidak mau diperalat partai koalisi untuk mempertahankan menteri atau 
menjaga eksistensinya. Kami akan mendukung penggunaan hak menyatakan pendapat 
kasus Bank Century. Hanya momennya kapan, masih menunggu waktu yang tepat," 
tuturnya. 

PDIP menunggu situasi politik yang lebih kondusif untuk kembali mengejar kasus 
Bank Century. Diharapkan pengusutan kasus Century tanpa embel-embel niat 
politis. 

Burhanuddin Muhtadi memperkirakan, Presiden SBY lebih memilih mempertahankan 
keutuhan partai politik mitra koalisi yang tergabung dalam sekretariat 
gabungan. Caranya, Presiden SBY lebih memilih melakukan penggantian terhadap 
menteri yang berkinerja tidak memuaskan daripada merampingkan partai politik 
pendukung pemerintah. 

"Kalau memilih merampingkan partai politik pendukung pemerintah, tentu harus 
membuat kontrak politik baru. Apalagi mengganti dari figur di luar parpol yang 
tergabung dalam Setgab," kata Burhanuddin Muhtadi. 

Menurut Burhanuddin, koalisi yang dibangun pemerintahan Presiden Yudhoyono saat 
ini adalah koalisi yang terlalu besar dengan menguasai sekitar 75 persen kursi 
parlemen. 

"Banyak partai politik anggota koalisi yang memiliki kepentingan 
sendiri-sendiri sehingga koalisi tersebut menjadi tidak efektif," katanya. (Tri 
Handayani/Feber S)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke