fenomena cabe, walaupun harganya melompat tinggi dari 20 rb/kg menjadi 100 
rb/kg, tapi cabe masih ada di pasar.  dulu pernah harga cabe mencapai sekitar 
80,000/kg, lalu banyak orang yang menanam cabe dan nggak lama kemudian harga 
cabe turun lagi menjadi normal.

pada saat itu, semua orang rame2 menanam cabe sehingga supply akhirnya masih 
bisa memenuhi demand sehingga bisa balik ke harga equilibrium.  sekarang ini 
nggak bisa seperti dulu lagi, semua orang rame2 menanam cabe, karena masalah 
kendala cuaca ekstrim.

gw pernah tanya ob kantor tentang hasil bumi di kampungnya.  dia bilang, petani 
tidak bisa menanam segala macam hasil bumi karena faktor cuaca ekstrim, 
disamping hujan dan juga abu dari merapi.  fyi, ob gw itu berasal dari daerah 
sekitar magelang.

sebenernya sih, awal mula pembicaraan dari rambutan.  di halaman kantor ada 
pohon rambutan yang selalu berbuah tapi kali ini nggak berbuah sama sekali dan 
rambutan nggak ada di pasar sama sekali.  so, gw tanya tentang rambutan di 
kampungnya dan pembicaraan merembet ke hasil bumi lainnya dari kampung asalnya.

pemerintah indonesia kayaknya udah kehabisan akal untuk menanggulangi masalah 
cuaca ekstrim ini, penggunaan energi juga tidak efisien, pemerintah tidak 
mengeluarkan regulasi tentang hemat energi sampai saat ini.  

penduduk jakarta utara makin pusing terkena dampaknya ini, sudah tidak bisa 
melaut dah gitu sering sekali terjadi rob di penjaringan utara pula, air laut 
masuk ke kampung.  

sebenernya sih udah jelas lah, cuaca ekstrim yang menjadi problem utamanya 
karena hujan terus sepanjang tahun dan ditambah lagi (you got that right) 
masalah rumah kaca (co2).

pada saat ini di davos, negara maju bukannya bersama-sama berembuk mengurangi 
dan menanggulangi masalah co2 ini, tapi masih aja berantem saling menyalahkan 
bahwa mereka bukan penyebab perubahan cuaca ekstrim ini.
 
mereka tetep menyalahkan kita sebagai penyebab perubahan cuaca ini karena 
penebangan hutan yang membabi buta.  padahal, konsumen kayunya ya mereka2 juga.

the government has to do some actions, bukan hanya membuat rencana antisipasi 
dan penanggulangan bencana multi sektoral, tapi harus membuat peraturan yang 
bisa mengurangi co2.

mungkin mengurangi emisi co2 dari mobil, that's the least we can do.





--- In [email protected], "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:
>
> yg paling beken deh, fenomena cabe di awal taon ini.
> sesuai azas supply and demand, mestinya harga cabe melambung
> lantaran permintaan yg banyak. tapi yg terjadi adalah lebih
> karena langka akibat gagal panen secara masif, diperparah dgn
> tindakan spekulan (distributor) yg lepas dari rantai petani.
> 
> jika dikatakan bahwa faktor iklim (unpredictable season) sbg
> biang kerok, mungkin ada benarnya. sepanjang taon 2010 adalah
> curah hujan yg relatif merata tiap bulan di seluruh indonesia.
> perubahan siklus musim yg berakibat gak teraturnya pola panen
> baik di daratan maupun lautan, sbg salah satu kendala utama.
> masih perlu diteliti apakah perubahan siklus ini merupakan
> dampak dari pemanasan global kini trend sbg efek rumah kaca?
> (masih blon kelar baca michael crichton, "state of fear").
> 
> yg kini perlu disikapi adalah antisipasi multi sektoral yg
> antara lain melalui badan penanganan bencana di tiap level.
> salah satu pendekatan adalah pra mitigasi (preventif) sebelum
> mencapai taraf bencana, yakni penguatan sentra produksi unggulan
> berbasis tehnologi (bagi petani dan nelayan) serta ekoregion.
> melalui ekoregion berbasis spasial akan dicermati keseimbangan
> ekosistim melalui eksplorasi sekaligus konservasi (stock fishing
> terutama untuk perikanan tangkap) agar siklus tetap terjaga.
> 
> konon stok pangan (swa sembada) indonesia saat ini adalah hasil
> lumbung 2008 yg akan didistribusi melalui bulog. maka jika 2010
> telah dilalui dgn kegagalan panen, bisa dipastikan indonesia
> akan defisit pangan (beras, jagung, ikan, termasuk cabe) dan
> ganti status produsen jadi konsumen dgn penduduk berjubel.
> 
> 
> --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> >
> > para pakar mengatakan terjadi krisis pangan di dunia karena cuaca ekstrim.  
> > pemerintah berusaha keras menangani hal ini, dengan menjanjikan tidak akan 
> > ada krisis pangan di indonesia.  
> > 
> > btw, biasanya bulan desember dan januari dibanjiri rambutan.  tapi, tahun 
> > ini kok nggak ada rambutan sama sekali di pasar.  apa ini akibat cuaca 
> > ekstrim juga?
> > 
> > 
> > =====
> > 
> > 
> > * SBY: STABILITAS PANGAN PENTING
> > 
> > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kestabilan pangan harus jadi 
> > prioritas kunci G20. Menurutnya, harga makanan yang terus melonjak bisa 
> > menyebabkan kerusuhan. Demikian presiden SBY dalam pertemuan di World 
> > Economic Forum di Davos, Swiss.
> > 
> > Harga sereal misalnya, mencapai rekor di tahun 2008 dan menyebabkan krisis 
> > pangan serta kerusuhan di sejumlah negara Afrika, Haiti dan FIlipina. 
> > Demonstrasi belum lama ini termasuk di Tunisia dan Aljazair, sebagian 
> > disebabkan oleh semakin meningkatnya harga pangan.
> > 
> > SBY juga menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan sosial Asia sedang berkembang 
> > pesat dan minta dunia internasional tidak hanya melihat Cina Jepang atau 
> > India ketika membicarakan Asia, tapi juga Indonesia dan ASEAN.
> > 
> > 
> > ===========
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke