--- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > > > --- "liver_duke" <endyonisius@> wrote: > > > > sementara soal perubahan cuaca ekstrim (climate change), perlu > > pemahaman dan penanganan lebih seksama. memang keliatan lewat > > dampaknya, iklim bumi secara global sedang berubah. apakah > > akibat siklus (seperti jaman es, dst), maupun akibat karbon > > sejak era revolusi industri (penggunaan bahan bakar fosil). > > yg menjadi problem, apakah trend "global warming" ditunggangi > > pihak konspirasi tertentu seperti al gore or conservatories cs? > > bukan berarti jelek ato menuduh, tapi ketika topik pemanasan > > global yg lantas diikuti oleh skema pendanaan seperti carbon > > trade ato redd (reduksi dan emsisi karbon) yg ditunggangi > > para kapitalis, bisa bermakna cuci dosa bahkan money laundry. > > > > > tepat banget.. > > indonesia sebagai pilot project un redd bersama negara lain > seperti vietnam, panama, png dan negara miskin lainnya, udah > 'dibeli' ama kapitalis. sebenernya kalo mau cengli, brazil > dengan hutan amazon harus berada di garda paling depan karena > mempunyai hutan yang paling luas. > > pemerintah dengan dibeli seharga 3 jt dolar oleh kapitalis, > maka sby di davos ini nggak akan mengungkit dan mendesak negara > industri untuk mengurangi emisi rumah kaca yang jelas2 merupakan > sumbangan terbesar dari co2. > > kita ditekan habis sama negara barat 'dilarang membabat hutan' > dan 'dilarang menanam kelapa sawit' yang katanya sangat > mengganggu ekosistem. padahal, kelapa sawit adalah sumber > energi baru untuk menggantikan fosil energi. >
jika mengadopsi program kerja terkait konvensi pbb tentang keanekaragaman hayati di hutan tropis, indonesia juga masuk skema bersama amazonnya brazil juga wilayah hutan antar negara di afrika (lupa kawasannya), yakni melalui "heart of borneo". inisiasi ini lantas diformulasikan dgn kesepakatan kerja tiga negara waktu konfrensi redd di bali (yg bisa bikin gubernur gw ngomel, "ngobrolin kalimantan kok di bali, tetep doi yg kaya"). indonesia lalu meratifikasi kegiatan hob sbg pola keruangan kawasan strategis nasional lewat pp 26/2008, namun secara yuridis formal kebijakan maupun tehnis pelaksanaan (antara lain anggaran) masih perlu sejenis perpres untuk ngatur koordinasi multi sektor. hal ini mutlak perlu supaya mekanisme pelaksanaan kerja terutama yg berkaitan anggaran (khususnya donasi pihak luar) lebih tertata dan syah, mungkin lebih tepat jika dikoordinasikan antara bappenas bareng menko perekonomian ketimbang sektoral seperti kehutanan. setidaknya meminimal terjadinya oportunis atau "makelar karbon", terutama menanggapi "sesumbar" sby di kopenhagen, reducing 26%. tentang isu energi yg ramah lingkungan, mending nuklir sekalian. udah jelas gk menghasilkan karbon, berjangka panjang dan massal sehingga bisa dicanangkan buat provinsi kalbar bahkan kalimantan sbg pulau (produsen) energi yg bisa diekspor. segala kendala dan resiko tehnis, biar aspek tehnis yg mengurus. ini soal visi dan misi ke depan, jika mau bikin ledakan revolusi secara masif. segala energi alternatif (renewal sources) sifatnya parsial. masak sepanjang masa, kalimantan bahkan indonesia cuma bisa berkutat sekitar cabe ato bargain ke pihak donor doang? ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
