Loh wong yang ngajarin mbunuhin rakyatnya maupun umat Islam ya para
komunis (maupun eks) sendiri kok yg sewot  malah marginal standplat bis
Umbulharjo yang ada di Indonesia. Keknya nT duluan malah yang perlu
diberesin caranya berfikir. Wong cara yang sederhana  executable dan
peacefuly (yang artinya ga usah berdarah-darah kek cara komunist dan
atau anteknya) ada dan nT sendiri tahu jawabnya,  kenapa harus arogan
dan pongah? Dasar (eks) komunist belek, teler bin budeg, telinga, hati
dan uteg isinya kegelapan. Dikira kekerasan, roti dan atau fasilitas
kenikmatan duniawi lainnya bisa dipakai membungkam?

--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
>
> Catatan:
> saya pribadi setuju kalau para islamist di russia sebaiknya di
genocide saja, kalau saya jadi kamerad di russia maka saya yg akan
perintah genocide orang-orang islam tolol di russia
>
> asal tahu saja, konstitusi russia memberikan jaminan kesehatan gratis
kepada setiap warganegara, pendidikan gratis, rumah gratis bagi warga
miskin, kebebasan berpendapat, persamaan hak,  kebebasan beragama dan
tidak beragama, eh ...ini para islamist tolol malah masih bikin onar...
>
> apa maunya mereka sebenarnya???
>
> ================
>
> MOSKWA, SELASA — Aksi teror bom bunuh diri di Bandara
Internasional Domodedovo, Moskwa, Rusia, Senin (24/1/2011), memicu
kemarahan Pemerintah Rusia. Presiden Dmitry Medvedev bersumpah akan
memburu dan "menghabisi" mereka yang bertanggung jawab dan berada di
balik aksi teror itu.
>
> Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin bahkan dengan keras menyatakan
akan membalas dendam atas insiden tersebut. Jumlah korban tewas terakhir
dilaporkan mencapai 35 orang, 8 orang di antaranya warga negara asing.
>
> Selain itu, lebih dari 180 orang juga ikut terluka dalam peristiwa
mengerikan tersebut. Otoritas Rusia memastikan kedelapan warga negara
asing yang tewas adalah dua orang berkebangsaan Inggris, seorang warga
negara Jerman, seorang warga negara Bulgaria, serta masing-masing satu
orang berkewarganegaraan Kirgistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Ukraina.
>
> Sejumlah kalangan meyakini serangan dilakukan kelompok militan dari
kawasan Kaukasia Utara, yang memang selama setahun terakhir melakukan
serangan serupa di Rusia. Pada Maret tahun lalu serangan ganda ledakan
bom bunuh diri terjadi di sistem angkutan umum bawah tanah Moskwa dan
menewaskan sekitar 40 orang.
>
> "Terorisme masih menjadi ancaman keamanan utama di negeri ini. Kita
harus berupaya sekeras mungkin mengidentifikasi, mengekspos, lalu
membawa para bandit pelaku teror bom itu ke pengadilan.
>
> Tidak cuma itu, kita juga harus menumpas tempat persembunyian mereka.
Jangan sampai kita cuma berdiam diri. Mereka harus dihancurkan tepat di
mana mereka berada," tutur Medvedev, Rabu, langsung melalui siaran
televisi.
>
> Medvedev, yang juga terlihat sangat emosional, menyalahkan pengelola
dan aparat keamanan Bandara Internasional Domodedovo yang, menurut dia,
telah melakukan kesalahan fatal sehingga serangan bom bisa terjadi.
>
> Dari temuan di lokasi kejadian dan pernyataan sejumlah saksi mata,
aparat keamanan memperkirakan ledakan berasal dari bom berdaya ledak
tinggi atau setara dengan 5 kilogram hingga 7 kilogram TNT.
>
> Para pelaku juga diyakini memilih lokasi peledakan bom di tempat yang
memungkinkan jatuh korban jiwa secara maksimal. Dari sejumlah fakta itu,
diyakini serangan memang telah dipersiapkan dengan sangat matang.
>
> "Ada sebuah kegagalan sistemik yang dilakukan manajemen bandara
terkait pengamanan. Dengan begitu, mereka juga harus ikut bertanggung
jawab, termasuk menjelaskan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.
>
> Tidak gampang menyelundupkan bom sebanyak itu. Penyidik dan Komite
Penyelidikan Rusia harus menyelidiki 'tanggung jawab kriminal' mereka,
para petugas bandara, yang ikut bersalah karena telah membiarkan teror
bisa terjadi," ujar Medvedev lebih lanjut.
>
> Pelaku teror
>
> Dari hasil penyelidikan awal, petugas menemukan potongan kepala orang,
yang mereka sebut "berwajah Arab". Pria itu diduga merupakan salah
seorang pelaku, yang mendampingi pelaku bom bunuh diri lain, seorang
perempuan.
>
> Bom meledak ketika pelaku perempuan membuka tasnya. Menurut beberapa
saksi mata, sebelum meledakkan diri, para pelaku berteriak dan mengancam
akan membunuh semua orang di bandara.
>
> Saksi mata lain menggambarkan, saat kejadian ada banyak orang di
lokasi pengambilan barang bawaan penumpang di terminal kedatangan
bandara tersebut.
>
> Sejumlah pemimpin negara, seperti Presiden Amerika Serikat Barack
Obama, Presiden China Hu Jintao, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon,
Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu, dan juga Pemerintah Indonesia mengecam aksi teror tersebut.
(AFP/AP/REUTERS/BBC/CNN/ DOW JONES/DWA)
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke