Tawang berotak anjing, ngeributin Rusia saat orang Mesir berdemonstrasi menuntut Mubarak pergi...
--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > Tumben kok Pemimpin Rusia peduli dg rakyate,padahal ingat gak ketika ada > kapal selam Rusia tenggelam diselat Goering dulu gengsi gak gelem minta > bantuan Amerika untuk menolong awak kapal.Akibate seluruh awak kapalnya > tewas.Tapi memang Stalin dulu ngentek entekke nyowo tenan. > > Shalom, > Tawangalun. > > --- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@> wrote: > > > > Loh wong yang ngajarin mbunuhin rakyatnya maupun umat Islam ya para > > komunis (maupun eks) sendiri kok yg sewot malah marginal standplat bis > > Umbulharjo yang ada di Indonesia. Keknya nT duluan malah yang perlu > > diberesin caranya berfikir. Wong cara yang sederhana executable dan > > peacefuly (yang artinya ga usah berdarah-darah kek cara komunist dan > > atau anteknya) ada dan nT sendiri tahu jawabnya, kenapa harus arogan > > dan pongah? Dasar (eks) komunist belek, teler bin budeg, telinga, hati > > dan uteg isinya kegelapan. Dikira kekerasan, roti dan atau fasilitas > > kenikmatan duniawi lainnya bisa dipakai membungkam? > > > > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote: > > > > > > Catatan: > > > saya pribadi setuju kalau para islamist di russia sebaiknya di > > genocide saja, kalau saya jadi kamerad di russia maka saya yg akan > > perintah genocide orang-orang islam tolol di russia > > > > > > asal tahu saja, konstitusi russia memberikan jaminan kesehatan gratis > > kepada setiap warganegara, pendidikan gratis, rumah gratis bagi warga > > miskin, kebebasan berpendapat, persamaan hak, kebebasan beragama dan > > tidak beragama, eh ...ini para islamist tolol malah masih bikin onar... > > > > > > apa maunya mereka sebenarnya??? > > > > > > ================ > > > > > > MOSKWA, SELASA Aksi teror bom bunuh diri di Bandara > > Internasional Domodedovo, Moskwa, Rusia, Senin (24/1/2011), memicu > > kemarahan Pemerintah Rusia. Presiden Dmitry Medvedev bersumpah akan > > memburu dan "menghabisi" mereka yang bertanggung jawab dan berada di > > balik aksi teror itu. > > > > > > Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin bahkan dengan keras menyatakan > > akan membalas dendam atas insiden tersebut. Jumlah korban tewas terakhir > > dilaporkan mencapai 35 orang, 8 orang di antaranya warga negara asing. > > > > > > Selain itu, lebih dari 180 orang juga ikut terluka dalam peristiwa > > mengerikan tersebut. Otoritas Rusia memastikan kedelapan warga negara > > asing yang tewas adalah dua orang berkebangsaan Inggris, seorang warga > > negara Jerman, seorang warga negara Bulgaria, serta masing-masing satu > > orang berkewarganegaraan Kirgistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Ukraina. > > > > > > Sejumlah kalangan meyakini serangan dilakukan kelompok militan dari > > kawasan Kaukasia Utara, yang memang selama setahun terakhir melakukan > > serangan serupa di Rusia. Pada Maret tahun lalu serangan ganda ledakan > > bom bunuh diri terjadi di sistem angkutan umum bawah tanah Moskwa dan > > menewaskan sekitar 40 orang. > > > > > > "Terorisme masih menjadi ancaman keamanan utama di negeri ini. Kita > > harus berupaya sekeras mungkin mengidentifikasi, mengekspos, lalu > > membawa para bandit pelaku teror bom itu ke pengadilan. > > > > > > Tidak cuma itu, kita juga harus menumpas tempat persembunyian mereka. > > Jangan sampai kita cuma berdiam diri. Mereka harus dihancurkan tepat di > > mana mereka berada," tutur Medvedev, Rabu, langsung melalui siaran > > televisi. > > > > > > Medvedev, yang juga terlihat sangat emosional, menyalahkan pengelola > > dan aparat keamanan Bandara Internasional Domodedovo yang, menurut dia, > > telah melakukan kesalahan fatal sehingga serangan bom bisa terjadi. > > > > > > Dari temuan di lokasi kejadian dan pernyataan sejumlah saksi mata, > > aparat keamanan memperkirakan ledakan berasal dari bom berdaya ledak > > tinggi atau setara dengan 5 kilogram hingga 7 kilogram TNT. > > > > > > Para pelaku juga diyakini memilih lokasi peledakan bom di tempat yang > > memungkinkan jatuh korban jiwa secara maksimal. Dari sejumlah fakta itu, > > diyakini serangan memang telah dipersiapkan dengan sangat matang. > > > > > > "Ada sebuah kegagalan sistemik yang dilakukan manajemen bandara > > terkait pengamanan. Dengan begitu, mereka juga harus ikut bertanggung > > jawab, termasuk menjelaskan mengapa peristiwa itu bisa terjadi. > > > > > > Tidak gampang menyelundupkan bom sebanyak itu. Penyidik dan Komite > > Penyelidikan Rusia harus menyelidiki 'tanggung jawab kriminal' mereka, > > para petugas bandara, yang ikut bersalah karena telah membiarkan teror > > bisa terjadi," ujar Medvedev lebih lanjut. > > > > > > Pelaku teror > > > > > > Dari hasil penyelidikan awal, petugas menemukan potongan kepala orang, > > yang mereka sebut "berwajah Arab". Pria itu diduga merupakan salah > > seorang pelaku, yang mendampingi pelaku bom bunuh diri lain, seorang > > perempuan. > > > > > > Bom meledak ketika pelaku perempuan membuka tasnya. Menurut beberapa > > saksi mata, sebelum meledakkan diri, para pelaku berteriak dan mengancam > > akan membunuh semua orang di bandara. > > > > > > Saksi mata lain menggambarkan, saat kejadian ada banyak orang di > > lokasi pengambilan barang bawaan penumpang di terminal kedatangan > > bandara tersebut. > > > > > > Sejumlah pemimpin negara, seperti Presiden Amerika Serikat Barack > > Obama, Presiden China Hu Jintao, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, > > Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Perdana Menteri Israel Benjamin > > Netanyahu, dan juga Pemerintah Indonesia mengecam aksi teror tersebut. > > (AFP/AP/REUTERS/BBC/CNN/ DOW JONES/DWA) > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
