Betul, betul, betul... (upin-ipin) Cara baru pola lama, bin nekolim.
--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > pendekatan konservatoris modern memang diadopsi dari barat > (eropah), mengadopsi kultur "penaklukan" atas nama peradaban > dan pembangunan. "beranak cuculah seperti bintang di langit, > dan kuasai segala jenis mahluk berikut alamnya untukmu". > > maka berangkatlah para kolonial itu dgn jendral bersenjata > di sisi kiri dan pembesar agama di kanan, direstui kerajaan > dan diberkati gereja. mereka lantas merasa menemukan daratan > dan wilayah baru, padahal sudah ada kehidupan dan masyarakat > asli berikut budayanya. "mereka bukan manusia (beradab), maka > harus keluar dari lingkungan itu krn membahayakan pelestarian". > > gak beda dgn saat ini, mereka merasa sedang perduli dan akan > menyelamatkan paru2 dunia bernama heart of borneo. tentu para > dayak dan bar-bar itu perlu diusir supaya gak merusak hutan > (zero acces), sebelum dunia ini sekarat. padahal mereka cuma > memasang stempel heart of borneo, sementara para dayak telah > memelihara hutan mereka sbg bernaung nenek moyang dan jubata > sekaligus dapur yg menopang kehidupan selama berabad-abad. > > ini bukan cuplikan "conquer of paradise", namun skema > modern atas nama g2g tsb, carbon trade, redd, dst ;o) > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Pembatasan (hak & milik) adat bukan cuma terjadi di hutan, > > tapi juga di pedesaan, perkotaan, bahkan istana. Adat tradisi > > lokal terus digerus budaya asing. > > > > Program-program macam REDD itu jelas kuncinya adalah G2G. > > Orang-orang asing itu bicara manis & logis tentang perubahan / > > perbaikan tapi lebih untuk kepentingan mereka sendiri, bukan > > untuk sebesar-besarnya kebutuhan penduduk. > > > > Orang-orang macam koruptor Jusfiq Mubarak itulah agennya. > > Bicara manis tentang ganti rugi buat petani tapi dia sendiri > > cuma nonton sembari tepuk dada sebagai inisiator. > > > > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > > > > sesuai nomenklatur, penetapan "nasional" telah berarti > > > kewenangannya ada di tingkat pusat melalui departemen tehnis > > > terkait (menurut uu 41/1999) atau kementerian saat sekarang. > > > terutama kewenangan terkait izin, yg amat rancu saat dihadapkan > > > dgn turunan uu 32/2004 (otonomi daerah) berupa kewenangan > > > terutama izin lahan yg seharusnya berada di kepala derah. > > > > > > belum lagi diperparah dgn adanya azas "zero access" yg lebih > > > membatasi kepada hak dan keberadaan (lahan) adat / indigenous. > > > inilah salah satu faktor yg bikin sulit penerapan uu 26 / 2007. > > > > > > > > > --- "sunny" <ambon@...> wrote: > > > > > > > Refleksi : Apa artinya taman dan apa yang belum atau tidak > > > > akan dihancurkan oleh penguasa tukang catut bin perampok? > > > > > > > > http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/27/198898/89/14/Hutan-Taman-Nasional-Kutai-kian-Hancur > > > > > > > > > > > > Hutan Taman Nasional Kutai kian Hancur > > > > > > > > > > > > Kamis, 27 Januari 2011 02:10 WIB > > > > > > > > SANGATA--MICOM: Kawasan hutan lindung Taman Nasional Kutai > > > > (TNK) di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, > > > > Kalimantan Timur, kian hancur akibat berbagai aktivitas > > > > yang merusak lingkungan. > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
