> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Tapi sebelum Obama nilpun SBY sudah
> nilpun duluan kok Mus,jadi sebenarnya
> Mubarak itu patuhnya kpd SBY, soale
> kan podo Islame.

Iya lah, terserah senengnya kamu aja deh... cuma janganlah takabur bahwa Allah 
itu bukanlah paling kuasa.  Orang cina bilang, diluar langit ada langit lagi, 
meski kuasa ada yang lebih kuasa lagi, Allah kuasa tapi ada Amerika yang lebih 
berkuasa lagi.

Kalo langit muslimin cuma 7 lapis, maka langit orang2 cina itu ber-lapis2 bukan 
cuma 7 lapis, itulah sebabnya, diluar cina ada Amerika, dan muslimin jangan 
takabur mau mengIslamkan Cina dan Amerika, itu namanya tidak berakal pikiran, 
itu namanya menentang kodrat, itu namanya melawan takdir.

Juga enggak masalah kalo Mubarak patuh kepada SBY dan SBY patuh kepada Amerika. 
 Tapi telepon langsung Obama itu ke Mubarak bukan ke SBY.  Biasanya, hubungan 
SBY atau RI ke Amerika tidak bisa langsung, bisa melalui Jepang, Singapore, 
Australia, Thailand atau Taiwan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.










> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >
> > Obama Telepon Mubarak Perintahkan Turun !!!
> >                                    
> > Obama menelepon untuk kedua kalinya Senen pagi kemaren kepada Mubarak dan 
> > memerintahkan dianya segera mundur tanpa menunggu lagi hingga pemilu yang 
> > akan datang dan tidak perlu lagi memikirkan siapa penggantinya.  Atas 
> > perintah Obama itulah Mubarak menunjuk Omar Suleiman kepala intelejen-nya 
> > sebagai wakil presiden dan menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan lagi 
> > jadi presiden.  Untuk pertama kalinya selama 30 tahun menjadi presiden, 
> > Mubarak baru menunjuk wakilnya.
> > 
> > Padahal minggu lalu Obama untuk pertama kalinya menelepon Mubarak dan 
> > memerintahkan agar dia mempersiapkan penggantinya dan kemudian turun.  
> > Rupanya Mubarak ber-lambat2 berusaha mempertahankan kedudukannya hingga 
> > beberapa bulan lagi pada waktu pemilu.  Kesalahan paling besar diperbuat 
> > Mubarak adalah korupsi dana dari Amerika yang harusnya digunakan untuk 
> > mendamaikan dan mempersatukan Palestina.  Blunder demi blunder dilakukan 
> > Mubarak ini hingga pengeboman Gereja Coptic dimana tidak satupun pelaku2nya 
> > yang mampu ditangkapnya.
> > 
> > Yang penting bagi Amerika adalah Mubarak segera turun dan siapapun yang 
> > akan menggantikan tidak perlu dipikirkan lagi.  Bagi Amerika, siapapun yang 
> > menggantikan dipastikan akan tetap membutuhkan Amerika dalam mempertahankan 
> > ekonomi Mesir yang sekarang hancur lebur.
> > 
> > Sepanjang berkuasanya Mubarak, banyak pejabat2 dibawahnya tidak menerima 
> > gaji karena mereka bisa hidup dari korupsi, dari sogokan, dan dari usaha2 
> > yang memerah rakyatnya sendiri.  Tentara Mesir tidak berkualitas karena 
> > semuanya berprofessi sebagai pengusaha.  Semua perwira Mesir mendapat order 
> > usaha dari pemerintah.
> > 
> > Mubarak ini bukanlah satu2nya contoh kepala negara Islam terbesar di Timur 
> > Tengah yang bisa berkuasa karena ditopang oleh Amerika.  Jadi tergantung 
> > apa perintah dari Amerika dan itulah yang harus dilaksanakan sang kepala 
> > negara.  Yang lebih mencolok mata adalah raja Arab Saudia yang 
> > memperlakukan bangsanya sebagai budak2 milik kerajaan.  Arab Saudia bukan 
> > negara milik rakyatnya melainkan milik rajanya, dan hal inilah yang 
> > berlakuk dalam syariah Islam.
> > 
> > http://www.usatoday.com/news/washington/2011-01-29-us-egypt_N.htm
> > 
> > Jadi kejadian di Mesir ini agar membuka mata umat Islam di Indonesia, bahwa 
> > didunia ini tidak ada satupun negara Islam atau yang mayoritas Islam yang 
> > terlepas dari kendali Amerika, semuanya adalah antek2 Amerika yang dalam 
> > khotbah2 Jum'at di-maki2nya.  Berhasil meletusnya demo yang brutal sekarang 
> > inipun didalangi Amerika dibelakang layar.  Kalo tidak didalangi Amerika, 
> > mana mungkin demo sebesar ini bisa meletus serentak diseluruh Mesir ???  
> > Hanya Amerika yang boleh dan yang mampu menyelenggarakan demo sebesar ini 
> > dan untuk itu sang Mubarak tidak akan berani meredamnya dengan kekuatan 
> > militernya yang korup.
> > 
> > Mubarak bukan ketakutan kepada demo2 protest-nya karena militer sangat kuat 
> > mendukung dirinya, yang ditakuti hanyalah perintah2 dari Gedung putih ini 
> > yang harus dilaksanakannya.  Meskipun masih keras kepala untuk mengelak 
> > dari kewajiban2 kepada Amerika, Mubarak makin terjerumus nantinya untuk 
> > dibiarkan dihukum mati dinegerinya.
> > 
> > Mubarak sudah bertekad tidak mau turun dan menolak untuk kabur keluar 
> > negeri mencari Assylum.  Dia berkata akan bertahan sampai mati 
> > dinegerinya...  Namun kita sama2 lihat saja, karena dulu juga Raja Pahlevi 
> > berkeras tidak mau keluar negerinya bertekad mati syahid dinegerinya 
> > sendiri, ternyata akhirnya dia mati di RS di Mesir tidak secara syahid tapi 
> > mati konyol lari2 minta selamat yang berakhir tidak bisa diselamatkan 
> > setibanya di Mesir.  Akhirnya isteri Pahleve dan keluarganya minta suaka ke 
> > Amerika dan sekarang sang isteri menjadi staff pengajar part time di 
> > Cornell University.  Memalukan memang, tapi hal inilah yang harus diketahui 
> > setiap muslimin diseluruh dunia agar tidak terlalu takabur.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke