Hati2 Mus China itu terus ngejar Amerika sampai kekuatan China hanya kalah 5% dari AS.Jadi kalau Islam punya kekuatan 10% saja dan dikasihkan China maka negaramu itu bakal kalah.
Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote: > > > > > "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > Tapi sebelum Obama nilpun SBY sudah > > nilpun duluan kok Mus,jadi sebenarnya > > Mubarak itu patuhnya kpd SBY, soale > > kan podo Islame. > > Iya lah, terserah senengnya kamu aja deh... cuma janganlah takabur bahwa > Allah itu bukanlah paling kuasa. Orang cina bilang, diluar langit ada langit > lagi, meski kuasa ada yang lebih kuasa lagi, Allah kuasa tapi ada Amerika > yang lebih berkuasa lagi. > > Kalo langit muslimin cuma 7 lapis, maka langit orang2 cina itu ber-lapis2 > bukan cuma 7 lapis, itulah sebabnya, diluar cina ada Amerika, dan muslimin > jangan takabur mau mengIslamkan Cina dan Amerika, itu namanya tidak berakal > pikiran, itu namanya menentang kodrat, itu namanya melawan takdir. > > Juga enggak masalah kalo Mubarak patuh kepada SBY dan SBY patuh kepada > Amerika. Tapi telepon langsung Obama itu ke Mubarak bukan ke SBY. Biasanya, > hubungan SBY atau RI ke Amerika tidak bisa langsung, bisa melalui Jepang, > Singapore, Australia, Thailand atau Taiwan. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > Shalom, > > Tawangalun. > > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > > > Obama Telepon Mubarak Perintahkan Turun !!! > > > > > > Obama menelepon untuk kedua kalinya Senen pagi kemaren kepada Mubarak dan > > > memerintahkan dianya segera mundur tanpa menunggu lagi hingga pemilu yang > > > akan datang dan tidak perlu lagi memikirkan siapa penggantinya. Atas > > > perintah Obama itulah Mubarak menunjuk Omar Suleiman kepala intelejen-nya > > > sebagai wakil presiden dan menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan lagi > > > jadi presiden. Untuk pertama kalinya selama 30 tahun menjadi presiden, > > > Mubarak baru menunjuk wakilnya. > > > > > > Padahal minggu lalu Obama untuk pertama kalinya menelepon Mubarak dan > > > memerintahkan agar dia mempersiapkan penggantinya dan kemudian turun. > > > Rupanya Mubarak ber-lambat2 berusaha mempertahankan kedudukannya hingga > > > beberapa bulan lagi pada waktu pemilu. Kesalahan paling besar diperbuat > > > Mubarak adalah korupsi dana dari Amerika yang harusnya digunakan untuk > > > mendamaikan dan mempersatukan Palestina. Blunder demi blunder dilakukan > > > Mubarak ini hingga pengeboman Gereja Coptic dimana tidak satupun > > > pelaku2nya yang mampu ditangkapnya. > > > > > > Yang penting bagi Amerika adalah Mubarak segera turun dan siapapun yang > > > akan menggantikan tidak perlu dipikirkan lagi. Bagi Amerika, siapapun > > > yang menggantikan dipastikan akan tetap membutuhkan Amerika dalam > > > mempertahankan ekonomi Mesir yang sekarang hancur lebur. > > > > > > Sepanjang berkuasanya Mubarak, banyak pejabat2 dibawahnya tidak menerima > > > gaji karena mereka bisa hidup dari korupsi, dari sogokan, dan dari usaha2 > > > yang memerah rakyatnya sendiri. Tentara Mesir tidak berkualitas karena > > > semuanya berprofessi sebagai pengusaha. Semua perwira Mesir mendapat > > > order usaha dari pemerintah. > > > > > > Mubarak ini bukanlah satu2nya contoh kepala negara Islam terbesar di > > > Timur Tengah yang bisa berkuasa karena ditopang oleh Amerika. Jadi > > > tergantung apa perintah dari Amerika dan itulah yang harus dilaksanakan > > > sang kepala negara. Yang lebih mencolok mata adalah raja Arab Saudia > > > yang memperlakukan bangsanya sebagai budak2 milik kerajaan. Arab Saudia > > > bukan negara milik rakyatnya melainkan milik rajanya, dan hal inilah yang > > > berlakuk dalam syariah Islam. > > > > > > http://www.usatoday.com/news/washington/2011-01-29-us-egypt_N.htm > > > > > > Jadi kejadian di Mesir ini agar membuka mata umat Islam di Indonesia, > > > bahwa didunia ini tidak ada satupun negara Islam atau yang mayoritas > > > Islam yang terlepas dari kendali Amerika, semuanya adalah antek2 Amerika > > > yang dalam khotbah2 Jum'at di-maki2nya. Berhasil meletusnya demo yang > > > brutal sekarang inipun didalangi Amerika dibelakang layar. Kalo tidak > > > didalangi Amerika, mana mungkin demo sebesar ini bisa meletus serentak > > > diseluruh Mesir ??? Hanya Amerika yang boleh dan yang mampu > > > menyelenggarakan demo sebesar ini dan untuk itu sang Mubarak tidak akan > > > berani meredamnya dengan kekuatan militernya yang korup. > > > > > > Mubarak bukan ketakutan kepada demo2 protest-nya karena militer sangat > > > kuat mendukung dirinya, yang ditakuti hanyalah perintah2 dari Gedung > > > putih ini yang harus dilaksanakannya. Meskipun masih keras kepala untuk > > > mengelak dari kewajiban2 kepada Amerika, Mubarak makin terjerumus > > > nantinya untuk dibiarkan dihukum mati dinegerinya. > > > > > > Mubarak sudah bertekad tidak mau turun dan menolak untuk kabur keluar > > > negeri mencari Assylum. Dia berkata akan bertahan sampai mati > > > dinegerinya... Namun kita sama2 lihat saja, karena dulu juga Raja > > > Pahlevi berkeras tidak mau keluar negerinya bertekad mati syahid > > > dinegerinya sendiri, ternyata akhirnya dia mati di RS di Mesir tidak > > > secara syahid tapi mati konyol lari2 minta selamat yang berakhir tidak > > > bisa diselamatkan setibanya di Mesir. Akhirnya isteri Pahleve dan > > > keluarganya minta suaka ke Amerika dan sekarang sang isteri menjadi staff > > > pengajar part time di Cornell University. Memalukan memang, tapi hal > > > inilah yang harus diketahui setiap muslimin diseluruh dunia agar tidak > > > terlalu takabur. > > > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
