TEMPO Interaktif,
Kairo
- Sehari sebelum Presiden Mesir Husni Mubarak menyatakan mundur,
Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah memberikan sinyal-sinyal
bahwa AS mendukung turunnya Mesir.



"Kita akan melihat sejarah baru di Mesir," begitu kata Obama, Kamis 10
Februari, sehari sebelum Mubarak lengser.



Mubarak akhirnya resmi mundur pada 11 Februari 2011 dan menyerahkan
kekuasannya kepada Dewan Tertinggi Militer. 



Keputusan itu tak terlalu mencengangkan, mengingat Amerika Serikat juga
sudah mempersiapkan
tiga skenario untuk Mesir.
Pertama skenario seperti penggulingan Shah Iran Mohammad Reza Pahlevi.
Kedua, skenario seperti lengsernya Soerhato di Indonesia. Ketiga,
skenarioa seperti Rumania.



Dari ketiga skenario itu, senario
Indonesia adalah yang paling cocok buat Mesir. Terbukti, Mubarak mundur
dan menyerahkan kekuasaannya dengan damai kepada militer. Di Indonesia
Soeharto mundur, lalu diserahkan kepada wakil presiden B.J. Habibie.
Inilah detail kesamaan Mesir dan Indonesia:



Pada tahun 1998,
kekuasaan otoriter Presiden Soeharto selama 32 tahun berakhir. Dia
adalah sekutu lama AS yang penghentiannya sangat ditakuti di Gedung
Putih. Tetapi pada akhirnya, negara Muslim yang paling padat
penduduknya itu membuat transisi berantakan dan panjang menuju
demokrasi. Dan sampai sekarang tetap menjadi mitra utama dari Amerika
Serikat.



Thomas Carothers, wakil presiden untuk studi di
Carnegie Endowment for International Peace, merujuk pengalaman
Indonesia sebagai skenario yang lebih mungkin untuk Mesir dibanding
skenario Iran. Meski hal itu, menurut dia, jalan itu masih akan sulit.
Tetapi ada kesamaan antara Mesir dan Indonesia: tradisi yang relatif
sekuler, militer yang kuat yang (sejauh ini) menolak untuk menindas
pengunjuk rasa, dan pemberontakan yang dipimpin oleh campuran dari
pemuda dan masyarakat sipil.



Hal yang sama juga diungkapkan Tom
Malinowski dari Human Rights Watch. Menurut dia, pemulihan kebebasan
politik di Mesir akan memberdayakan kekuatan politik lebih moderat
untuk muncul, seperti di Indonesia, dengan militer membantu untuk
memberikan stabilitas selama transisi.



http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/02/11/brk,20110211-312985,id.html

Berbagi berita untuk semua
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke