http://www.suarapembaruan.com/home/temuan-fakta-serangan-di-desa-cikeusik-dibeberkan/3623


Temuan Fakta Serangan di Desa Cikeusik Dibeberkan
Jumat, 11 Februari 2011 | 13:47
 Lokasi tempat penyerangan warga Ahmadiyah di Desa Cikeusik, Pandeglang, 
Banten. 


Berita Terkait

  a.. Polisi Awasi Kegiatan Ahmadiyah di Bogor
  b.. Diharapkan Ada Solusi Permanen Soal Ahmadiyah


[JAKARTA] Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), HRWG (Human Rights 
Working Group), LBH Jakarta, dan Kontras, meyakini ada aktor intelektual 
dibalik penyerbuan Jamaah Ahmadiyah, Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten, 
beberapa waktu yang lalu. Kepolisian diminta segera bisa mengungkapkan siapa 
aktor dibalik peristiwa tersebut.

 "Tidak mungkin 1.500 massa yang menyerang jamaah Ahmadiyah bergerak tanpa 
terorganisasi. Kalau ada pita, berarti ada komando," kata tim legal HRWG, 
Khairul Anam, dalam jumpa pers di gedung Komnas HAM, Jumat (11/2), di Jakarta.  

 Dia menceritakan, pada Sabtu (5/2), ada upaya evakuasi yang dilakukan pihak 
kepolisian. Ini artinya, eskalasi penyerbuan sudah dipastikan akan terjadi.   
Namun demikian, ketika eskalasi bentrokan meningkat, sebagian besar pasukan 
polisi yang ditugaskan justru menghilang. Malah, beberapa unit pasukan Dalmas 
yang ada tidak dilengkapi peralatan standar untuk menghadapi massa.   

"Sangat disayangkan pengamanan yang dilakukan tidak  cukup. Malah, pada tanggal 
6, atau satu hari sesudahnya, sejumlah pasukan polisi justru ditarik," ucap 
Khairul.  

 Menurutnya, kalau ditelaah dari tampilan gambar yang ada di video, 
simbol-simbol ormas islam tertentu tidak nampak. Para penyerang hanya 
menggunakan pita berwarna hijau dan biru.   Khairul menjelaskan, upaya 
penyerangan dalam tiga sampai empat hari sebelumnya sudah meningkat. 

Dari hasil penelusuran juga menyebutkan, massa yang menggunakan pita biru 
menyerang terlebih dahulu, baru kemudian masuk pita hijau, untuk kemudian massa 
non pita.   

Mengenai munculnya nama salah satu saksi Jemaah Ahmadiyah berinisial A, yang 
melakukan perekaman video kekerasan, Khairul tidak membantah. A merupakan salah 
satu dari 17 orang yang didatangkan ke Desa Cikeusik untuk melakukan 
pendokumentasian. 

  "Datang atau tidak datang 17 org warga Ahmadiyah ke Cikeusik, bentrokan pasti 
akan terjadi. Tugas saudara A, mendokumentasikan hal tersebut," ucap Khairul.   

Anggota komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh menuturkan, saksi penyerangan Jemaah 
Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang berinisial A gagal untuk 
memberikan konferensi persnya di Komnas HAM atas dasar keamanan.  

 "Kami tidak bisa menghadirkan saksi. Menurut informasi Intelijen yang 
bersangkutan dalam kondisi berbahaya," Kata Ridha.   

Rencananya, menurut Ridha Saleh, A akan memberikan keterangan selengkapnya 
peristiwa penyerangan di Cikeusik, termasuk bagaimana dirinya bisa mengambil 
gambar dan lolos dari amukan massa.   Saat ini, A yang merupakan salah satu 
jemaah Ahmadiyah ini telah mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan 
Saksi dan Korban (LPSK). [Y-7]  


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke