Refleksi : "Pernyataan Presiden bahwa Ormas yang melakukan kekerasan dibubarkan sebenarnya ungkapan keprihatinan Presiden. Keprihatinan itu sudah semenjak menjabat sebagai Menko Polhukam. ........ Lihat saja pernyataan SBY ini : http://www.youtube.com/watch?v=jlwaKAycFYY
Apakah Ahmad Yani Basuki, staf khusus presiden tidak membohong? http://www.suarapembaruan.com/home/sby-sudah-gemes-dengan-kekerasan-di-negeri-ini/3665 SBY Sudah Gemes dengan Kekerasan di Negeri Ini Sabtu, 12 Februari 2011 | 10:46 Presiden SBY (Foto: Antara) [JAKARTA] Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi Ahmad Yani Basuki menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebenarnya gemas terhadap berbagai peristiwa kekerasan yang marak terjadi belakang ini di tanah air. "Pernyataan Presiden bahwa Ormas yang melakukan kekerasan dibubarkan sebenarnya ungkapan keprihatinan Presiden. Keprihatinan itu sudah semenjak menjabat sebagai Menko Polhukam. Makanya, Keprihatinan itu ditegaskan dalam instruksi. Kepada yang salah ya harus dihukum. Evaluasi terus berlanjut," katanya Ahmad Yani Basuki dalam diskusi bertajuk "Kekerasan makin Keras, di Jakarta, Sabtu (12/2). Narasumber lainnya adalah budayawan Radhar Panca Dahana, Wakil Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edi, dan Sosiolog UI Tamrin A Tamagola. Ahmad Yani melanjutkan, teguran Presiden harus segera direalisasikan dalam bentuk penindakan tegas. Sosiolog UI Thamrin Amal Tamagola menyatakan, yang mendasar yang perlu dilakukan adalah pembenahan sistim. Sistim di dalam Polri harus ada yang dibenahi secara mendasar. Kemarahan SBY, lanjutnya, harus segera diwujudkan dalam tindakan yang sistemik. "Negara sebenarnya sudah memberikan dana cukup banyak, mencapai Rp 35 Triliun. Tapi uang tidak sampai ke lapangan. Polsek dan Polres mengeluhkan minimnya dana. Yang harus membenahi adalah negara. Negara yang harus hadir di luar publik danbertindak cepat," katanya. Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edi menyatakan, instruksi Presiden harus ditanggapi serius oleh pemerintah dan DPR. "Instruksi itu menjadi pemicu pembuatan UU. Sekarang ini masih dalam taraf," katanya. Dia mengatakan, Temanggung dan Cikeusik merupakan dua wilayah yang aman. "Kedua wilayah itu bisa merupakan potret kerukunan beragama. Di Temanggung itu, pesantren berhadapan dengan pastoran itu biasa dan itu simbol kerukunan," katanya. Budayawan Radhar Panca Dahana menyebut, siapa pun penggerak kerusuhan adalah penghianat bangsa. "Ada orang-orang yang tidak ingin bangsa ini damai. The invisible hands ini harus ditangkap. Siapapun dia," katanya. Radhar mengatakan, cara-cara penyelesaian terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini belum menyentuh akar permasalahan. "Hanya copot sana-copot sini. Ganti pejabatnya. Padahal, substansinyalah yang harus dicari," katanya. Menurutnya, kekerasan bukan akar budaya bangsa ini. "Seluruh khazanah kebudayaan memiliki mekanisme dan penyelesaian saat terjadi konflik. Kebudayaan itu tidak boleh menghakimi etnik, suku, dan agama. Yang ada adalah perkawanan sosial yang positif. Kalau ada kekerasan terjadi, berarti ada kepentingan. Wajah kultural yang baik, seperti di Temanggung dan Cikeusik, dihancurkan. Ini berarti kekerasan itu sudah dirancang. Nah, yang menjadi korban adalah Presiden, terus rakyat," katanya. [W-12] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
