SBY takut FPI?
Ngawang ya ngawang ning aja ngawang.
--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Refleksi: Siapa yang takut gertakan? Tetapi kalau FPI tunjuk gigih,
mungkin SBY  bisa gemetar demam kurap dan lari tunggang langang. Untuk
supaya tidak gemetar, tidak takut gertakan, tunjukanlah keperwiraan
kepada anak buahmu.
>
> Harian Komentar
> 12 Februari 2011
>
>
>       SBY: Saya Tidak Takut Gertakan!
>
>
>
> Atambua, KOMENTAR
> Front Pembela Islam (FPI) mengancam menggulingkan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) jika menin-daklanjuti pernyataannya untuk
membubarkan ormas anarkis. Terkait ancaman FPI tersebut, Presiden SBY
menyatakan tidak gentar. "Saya melakukan apa yang harus saya lakukan
sesuai dengan konstitusi, untuk masa depan negara. Saya tidak takut
gertakan," tegas SBY dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV di
Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (11/02).
>
>
> Presiden SBY mengaitkan pernyataan penggulingan dirinya itu dengan
tindakan makar. "Saya tidak melihat langsung. Namun kalau betul yang
bersangkutan itu ber-sama dengan yang lain ingin menggulingkan kekuasaan
dengan kudeta dan mengajak jenderal, di negara mana pun hal ini adalah
makar," tegas SBY seraya menambahkan, bahwa makar adalah kejahatan,
apalagi sampai mengajak jenderal.
>
>
> SBY sendiri berada di NTT dalam kunjungan kerjanya selama empat hari.
Jumat kemarin merupakan kunjungan terakhir SBY di NTT sebelum bertolak
ke Kupang menggu-nakan Kapal Perang TNI Sla-met Riyadi bernomor lambung
315. Seperti diketahui, sebe-lumnya Ketua FPI Bidang Advokasi, Munarman
menilai, pernyataan Presiden SBY untuk membubarkan ormas anarkis, tak
bermutu.
> "Kalau dia terus menghem-buskan pembubaran ormas, maka umat dan ormas
Islam sangat siap untuk mem-Ben Ali-kan SBY karena ternyata dia lebih
memilih berada di pihak yang bhatil," ungkap Munarman yang dilansir dari
kompas.com.
>
>
> Munarman menilai pernya-taan tersebut sebagai pernya-taan yang paling
tidak bermu-tu dari seorang presiden, karena titik persoalan yang
melatarbelakangi insiden di Cikeusik Pandeglang Banten justru ada di
kubu Ahma-diyah. "Jaka sembung naik ojek, nggak nyambung jek. Masalahnya
ada di Ahma-diyah yang melanggar UU, kok ormas yang jadi sasaran,"
tambahnya.
> Menurutnya pula, presiden hanya memanipulasi Hari Pers Nasional 9
Februari lalu dengan melontarkan pernya-taan tersebut agar memper-oleh
dukungan pers. Munar-man menilai dukungan ini diperlukan presiden untuk
menaikkan kembali rating-nya di lembaga survei yang akhir-akhir ini
terus me-nurun.
>
>
> Secara terpisah, Partai De-mokrasi Indonesia Perjua-ngan (PDIP)
menggelar jumpa pers resmi membahas aksi ke-kerasan berbau agama yang
terjadi dalam sepekan ini. PDIP meminta, pernyataan Presiden SBY soal
pembu-baran organisasi massa yang suka berbuat kekerasan se-gera
dilakukan. "PDI Perjuangan meminta agar segenap ormas anarki baik yang
terdaftar atau tidak terdaftar segera dibubarkan dan dinyatakan sebagai
or-mas terlarang di Republik Indonesia," kata Hamka Haq, Ketua Bidang
Agama dan Kebudayaan Dewan Pimpinan Pusat PDIP, dalam jumpa pers di
kantor DPP PDIP Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Ju-mat (11/02).
>
>
> Hamka menyatakan, kasus-kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini
adalah bukti adanya pembiaran, kelenga-han pemerintah pada pelaku
kekerasan. Pemerintah gagal melaksanakan amanat konstitusi untuk menjaga
kebe-basan warga negara memeluk agama dan menjalankan iba-dah sesuai
agama dan ke-percayaannya, berdasarkan Undang-undang Dasar pasal 28 E
dan Pasal 29.
> "Sikap seperti ini meru-pakan dampak dari tidak adanya ketegasan
pemerintah terhadap penertiban dan pemberian hukuman terha-dap pelaku
kekerasan, sehingga supremasi hukum terkalahkan oleh kekuatan kelom-pok
tertentu," kata Hamka.
>
>
> Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Achmad Basarah me-nambahkan, data ormas
yang harus dibubarkan sebenarnya sudah di tangan intelijen dan
pemerintah. Saatnya peme-rintah bersikap tegas menja-lankan ketentuan UU
Ormas. "Makanya jangan kura-kura dalam perahu memperlihat-kan sikap
tegas ini," kata Basarah. "Kalau PDIP punya kewenangan melakukan itu,
kami akan melakukan hari ini," katanya. "Tapi sebagai kekuatan yang
berada di luar pemerintahan, kami minta pemerintah menjalankan perintah
undang-undang, membubarkan ormas-ormas yang sudah ada dalam catatan
intelijen berkali-kali melakukan kekerasan," kata Basarah.(kmc/vvn/sbr)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke