Refleksi :Mega tidak ikhlas? http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=32454 MINGGU, 12 Februari 2011 |
PDIP Kiemas Minta Megawati Ikhlas Keinginan PDI Perjuangan untuk menempatkan kadernya di kabinet SBY-Boediono semakin menjadi-jadi. Megawati Soekarnoputri pun sebagai Ketua Umum PDIP diminta legowo jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminang kader PDIP untuk duduk di kursi menteri. Ketua Dewan pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDIP, Taufiq Kiemas, menyatakan, jika Presiden SBY meminta kader PDIP masuk kabinet maka DPP PDIP tak bisa mengalanginya. Menurutnya, hal penting yang harus dipahami bahwa reshuffle kabinet semata-mata untuk kepentingan negara. "Soal reshuffle, kadang-kadang orang lupa bahwa saat keadaan genting dan negara butuh orang partai, ya utamakan kepentingan negara. Jadi tidak masalah kalau presiden mempercayakannya ke kader PDIP," kata Taufiq kepada wartawan di gedung MPR/DPR RI, Kamis (10/2). Meski demikian ia mengingatkan kader PDIP agar jangan sampai ada yang meminta-minta jatah kursi menteri. "Asal jangan melamar," tandasnya. Bagaimana jika DPP PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tidak memperbolehkan kadernya masuk kabinet" Taufiq mengatakan, jika ada kader PDIP yang diminta SBY untuk masuk kabinet, nantinya bisa memberi penjelasan ke DPP. "Kan konteksnya negara yang membutuhkan. Saya yang dipanggil, presiden bukan melamar. Jadi Ibu (Megawati) mohon mengerti. Saya kira untuk urusan begitu Ibu Mega harus terima," tandasnya. Taufiq yang juga Ketua MPR RI itu pun menyebut nama-nama kader PDIP yang mumpuni dan layak masuk kabinet seperti Hendrawan Supratikno dan Arif Budimanta. "Mbak Puan (Puan Maharani) juga," sebutnya. Taufiq juga menyebut nama-nama profesional yang dikenal dekat dengan PDIP dan layak dimasukkan ke kabinet seperti Imam Sugema atau dosen Fakultas ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Adiningsih. "Sri Adiningsih juga sudah membantu Pak Boediono. Jadi kita punya banyak kader yg bisa dipakai. Terserah user aja. Kalau negara minta, kita harus tinggalkan partai," tandasnya. Ditegaskan pula, masuknya kader PDIP ke kabinet tidak otomatis menempatkan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu menjadi anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) Parpol Koalisi. Alasannya, kabinet berbeda dengan Setgab. "Kalau ditawari jadi menteri, oke. Tapi Setgab kan beda dengan kabinet. Jadi bukan berarti di kabinet PDIP termasuk dalam koalisi atau Setgab. Gak bisa dong, kita kan masuk secara profesional, karena negara minta," imbuhnya. Ditanya soal sikap kritis PDIP akan berkurang lantaran ada kadernya di kabinet, Taufiq menepis anggapan itu. Sebab, punya kader di kabinet tidak akan mengikat PDIP. "PDIP kan tetap kritis meski ada menterinya di kabinet juga. Kan kita masuk hanya untuk kepentingan negara. Presiden minta, negara butuh. Bukan untuk koalisi," pungkasnya. (ara/jpnn) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
