Mus sekarang memang bagimu Tuhan belum ada,ning nanti begitu kamu ngalami naik pesawat mesinnya mati satu lantas pesawat miring,barulah mulutmu secara spontan ngucap sesuatu yg gak pernah diucapkan atheis.Atau kamu ditingkat 14 tiba2 ada power failure,lift mati sak lampune.Itu pernah dialami beneran oleh delegasi RI ketika di Beijing liftnya tiba2 macet dilantai 14.Delegasi RI langsung njawil delegasi RRC,he kamu tadi nyebut opo?dia gak sempat ngarang jadi jawab apa adanya bahwa tadi saya nyebut Tuhan.
Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote: > > Tuhan Itu Enggak Ada, Belum Pernah Ada, Selamanya Tidak Ada > > Jadi bagaimana mungkin Tuhan yang tidak ada bisa punya anak, otomatis karena > Tuhan tidak ada, juga tidak ada anaknya. > > Tuhan itu bukan nama keluarga, jadi enggak mungkin punya anak, enggak mungkin > punya pembantu, enggak mungkin punya utusan, dan enggak mungkin mengangkat > pegawai. > > Jadi buang jauh2 omongan2 utusan Tuhan, anak Tuhan, bapak Tuhan ataupun > bayangan Tuhan. > > Tuhan itu bukan roh karena roh juga tidak ada dan ini bisa dibuktikan ketidak > ada-annya. > > Masalah adanya pendekar2 agama yang menganggap Tuhan belum bisa dibuktikan > keberadaannya atau belum bisa dibuktikan ke tidak adaannya, adalah SALAH. > Tuhan sudah bisa secara pasti dibuktikan TIDAK ADA. > > Yang membuat anggapan bahwa Tuhan belum bisa dibuktikan keberadaan atau > ketidak adaannya hanyalah mereka yang punya vested interest terhadap pemujaan > agamanya sehingga dengan berbagai cara menyesatkan anggapan2 bahwa Tuhan > tidak ada. > > Banyak cara2 ilmiah yang sederhana atau yang komplex yang bisa dilakukan > untuk membuktikan "Tidak Adanya Tuhan". Masalahnya hanya terbentur mereka > yang percaya yang dengan sia2 menyangkal menganggap bukti2 itu bukanlah bukti. > > Manusia itu sendiri pada dasarnya adalah keajaiban, mereka bisa meng-Adakan > hal2 yang tidak ada untuk menjadi se-olah2 Ada meskipun tetap tidak ada. > Disinilah letak daripada permainan alam perasaan manusia yang bisa dibentuk > melalui brainwash, dan teknik yang sama juga kemudian digunakan dalam > "Reklame", juga dalam "entertainment", dan berbagai strategy perang > psikologis lainnya. > > Jadi agama Islam, Kristen, Yahudi dll, pada dasarnya mengelabui manusia > melalui standarisasi kepercayaan agamanya. Intinya hanya melalui harapan2, > ketakutan2, ancaman2, janji2, yang kesemuanya kemudian dikaitkan dengan hukum > yang berlaku dengan hukuman "Neraka" bagi yang menentang atau melanggar > agamanya atau mendapatkan kebahagiaan berupa "Sorga" bagi yang berjasa atau > tunduk kepada agamanya. > > Menjadi orang baik tidak harus beragama, dan tidak ada orang bisa menjadi > baik karena agamanya. Disinilah kuncinya, jangan terpengaruh anggapan bahwa > untuk menjadi baik kita harus beragama. > > Tidak satupun dan tiada siapapun menjadi baik atau menjadi terbaik akibat > beragama. Karena memang pada dasarnya agama bukan membina manusia menjadi > baik melainkan membelenggu manusia kepada cita2 agamanya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
