Sing Mualaf itu pinter2 Fiq,yang murtad kayak kamu sing bodo2.
ISLAMNYA Pendeta Kristen Yahya Yopie Waloni mantan Rektor yang UKI Papua
Posted on February 3, 2010 by salafytobat
Dr M Yahya Waloni Menemukan Kebenaran dalam Islam
Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori 
yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang 
teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan 
peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen 
diceritakan pula dalam Islam.
Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya 
tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam 
menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. "Ada satu 
individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun 
Alquran secara sistematis," ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya 
Waloni setelah memeluk agama Islam itu kepada Republika.
Menurut suami dari Lusiana (33) yang mengganti namanya menjadi Mutmainnah 
setelah memeluk Islam itu, dirinya masuk agama islam karena dari sistematika 
teori Islam sudah benar. Sebagai akamdemisi, kata dia, dirinya pun berpikir 
orang yang sudah memili teori benar saja bisa salah apalagi yang tidak memiliki 
teori yang benar. "Orang Islam yang sudah memiliki teori yang benar saja bisa 
salah apalagi yang tidak memiliki teori benar. Jadi, saya mengakui Islam secara 
teori dan spiritual," ujar Yahya.
Ketertarikan Yahya untuk masuk Islam, kata dia, sebenarnya sudah ada sejak 
kecil, saat berumur sekitar 14 tahun. Pada usia itu, dirinya sudah ke masjd 
karena tertarik melihat banyak orang islam menggunakan pakaian seperti yang 
digambarkan di agamanya yaitu baju ikhram. Selain itu, dirinya pun sangat 
tertarik dengan gendang yang suka dimainkan di masjid-masjid.
"Saya hanya berani ke masjid satu kali saja karena ketahuan dan dipukul sampai 
babak belur oleh bapak saya. Kalau nekad ke masjid lagi, saya takut bapak saya 
yang seorang tentara akan menggantung saya," ujar pria yang memiliki hobi 
bermain gendang ini.
Namun, sambung pria yang pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia 
Calvinis di Sorong tahun 2000-2004 ini, dari sekian kejadian yang mendorongnya 
untuk memeluk Islam adalah pengalaman spiritual yang dialaminya. "Suatu hari, 
saya bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lama kompleks Tanah Abang, 
Kelurahan Panasakan, Tolitoli," ia memulai kisahnya.
Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut dengan 
waktu pertemuan yang sama yaitu pukul 09.45 Wita. "Kepada saya, si penjual ikan 
itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil 
saya Sappo. Dia baik sekali dengan saya," ujar bapak dari Silvana (8 tahun, 
kini bernama Nur Hidayah), Sarah (7 tahun, menjadi Siti Sarah), dan Zakaria (4 
tahun) ini.
Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, kata Yahya, dirinya berdialog 
panjang soal Islam. Anehnya, kata dia, si penjual ikan yang mengaku tidak lulus 
sekolah dasar (SD) itu sangat mahir dalam menceritakan soal Islam. Ia makin 
tertarik pada Islam.
Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si 
penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana, salah satu desa di sebelah 
utara kota Tolitoli). "Saat saya datangi kampungnya, tidak ada satupun warganya 
yang menjual ikan dengan bersepeda," tambahnya.
Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal 
keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana tetap ngotot untuk 
tidak memeluk Islam. Karena dipengaruhi oleh pendeta dan saudara-saudaranya. 
"Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. Jadi, kita memutuskan 
untuk bercerai," katanya.
Namun, sambung dia, tidak lama setelah itu, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah 
atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita, ia bermimpi bertemu dengan 
seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara, dia di 
lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang 
berpakaian serba putih itu. "Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya 
Lailatulkadar," kata Yahya.
Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak 
pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke 
atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan 
masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun 
perempuan yang kedua, tersengat api panas.
"Setelah sadar, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala 
berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi 
tidak ada perubahan. Tetap saja begitu," ujarnya.
Setelah diceritakan ke istrinya, kata dia, istrinya semakin tidak percaya dan 
ingin bercerai dengan Yahya. Namun, beberapa jam kemudian, istrinya menangis 
karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang 
dimimpikan. Akhirnya istri saya yang mengajak segera masuk Islam," katanya.
Akhirnya, kata Yahya, bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 
11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris 
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah, Yahya dan istrinya 
mengucapkan dua kalimat syahadat. "Kekuatan saya, sekarang hanya shalat tahajud 
malam dan Dhuha pukul 08.00," ujar mantan Rektor yang UKI Papua ini.
Sumber : 
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=331677&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=376
Filed under: ISLAMNYA Pendeta Kristen Yahya Yopie Waloni mantan Rektor yang UKI 
Papua Tagged

Shalom,
tawangalun.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke