JESUS SEMINAR
Ha ha ha FURQAN memang benar Fiq ternyata pakar Bijbel sendiri do menyangsikan 
originalitas Kitabnya,nek Moslem kabeh sepakat bilang FURQAN masih original 
alias wantex.

Shalom,
Tawangalun.

`Jesus Seminar' diselenggarakan atas sponsor Westar Institute di Amerika 
Serikat dengan maksud memperbaharui penyelidikan Yesus Sejarah tepatnya 
`ucapan-ucapan Yesus yang otentik.' Laporan lengkap penyelidikan ini dibukukan 
dalam buku berjudul `The Search for the Authentic Words of Jesus, The Five 
Gospels, What Did Jesus Really Say?' (1993). Pada bagian awal halaman v buku 
itu kita dapat melihat kemana arah nafas seminar tersebut:

"Laporan ini dipersembahkan kepada Galileo Galilei yang mengubah pandangan kita 
mengenai surga selamanya. Thomas Jefferson yang menggunakan gunting dan 
memotong-motong Kitab Injil. David Friedrich Strauss yang mempelopori 
penyelidikan mengenai Yesus Sejarah."

Seminar ini diketuai Robert W Funk, ahli Perjanjian Baru profesor pada Montana 
University, dan John Dominic Crossan, rahib Roma Katolik Irlandia yang terpaksa 
melepaskan kerahibannya karena pandangannya yang kontroversial atas Alkitab dan 
profesor pada De Paul University, Chicago di Amerika Serikat. Disebutkan dalam 
prakata buku itu bahwa buku itu disusun setelah 6 tahun kerja oleh ahli-ahli 
yang disebut dididik di universitas-universitas terkemuka di Eropah dan Amerika 
Serikat. Pertemuan pertama pada tahun 1985 diikuti 30 peserta dan dikatakan 
bahwa 200 orang lainnya kemudian ikut bergabung. Pertemuan diadakan dua kali 
setahun untuk mendiskusikan satu-persatu ucapan-ucapan Yesus yang ada dalam 
Alkitab.

Buku itu selain berisi hasil seminar juga memuat terjemahan kitab Injil yang 
disebut sebagai `The Five Gospels' dengan memasukkan `Injil Thomas' sebagai 
Injil ke lima. Dan karena para pengikut seminar mempercayai teori Injil Markus 
sebagai kitab Injil tertua, maka Injil Markus diletakkan di depan kemudian 
disusul Injil-Injil Matius, Lukas dan Yohanes dan baru Injil Thomas. Terjemahan 
ini disebut sebagai `The Scholar Version' (SV) yang memberikan kesan akademik, 
dan yang dianggap merupakan versi untuk bisa dengan mudah dimengerti oleh 
pembaca Amerika modern dengan versi yang dikatakan sebagai paling dekat dengan 
apa yang bisa didengar oleh jemaat abad pertama. Aktivitas seminar adalah:

Pertama, mengumpulkan `ucapan-ucapan yang dianggap dari Yesus' dari kurun waktu 
300 tahun baik dari Alkitab maupun dari sumber-sumber kuno yang mungkin 
dikumpulkan. Ucapan-ucapan yang berjumlah sekitar 1500 itu kemudian dibagi 
dalam 4 kategori, yaitu perumpamaan, aforisme, percakapan, dan cerita yang 
mengandung ucapan Yesus. Ucapan-ucapan lebih pendek dianggap lebih asli karena 
orang lebih mudah mengingatnya daripada kalimat-kalimat panjang yang mungkin 
disusun kemudian dan sudah berkembang dan dibumbui.

Kedua, kemudian dilakukan pemungutan suara (voting) oleh yang hadir untuk 
menentukan keaslian ucapan itu. Dalam penentuan keaslian itu tersedia empat 
pilihan, yaitu yang dianggap ucapan Yesus yang:

(1) Asli diberi warna merah, yaitu yang dianggap ucapan Yesus sendiri;

(2) Mungkin Asli diberi warna merah muda, yaitu untuk menunjukkan ucapan Yesus 
yang masih diragukan atau telah mengalami perubahan-perubahan selama proses 
salinan;

(3) Mungkin Tidak Asli diberi warna abu-abu, yaitu ucapan yang tidak diucapkan 
oleh Yesus tetapi mengandung gagasan Yesus; dan

(4) Tidak Asli diberi warna hitam, yaitu ucapan yang dianggap bukan dari Yesus 
dan ditulis pengikutnya atau musuhnya.

Ucapan-ucapan itu disusun untuk merekonstruksikan sejarah kehidupan Yesus. 
Selain itu, Jesus Seminar mencoba untuk memperjelas pemisahan antara `Yesus 
Sejarah' dan `Yesus Iman,' termasuk di dalamnya mengenai Inspirasi dan ketidak 
bersalahan (Inerrancy) Alkitab dan pembedaan Yesus (ke-manusia-an) dari Kristus 
(ke-Tuhan-an), dan beberapa masalah dibahas seperti sumber-sumber dan hubungan 
antar kitab Injil, tempat Injil Thomas sebagai Injil ke Lima, dan soal tradisi 
ucapan Yesus.

Yang menarik dari metodologi penyimpulan yang digunakan adalah cara voting, 
dengan kata lain kebenaran ucapan Yesus ditentukan hanya dengan pemungutan 
suara mayoritas `responden' puluhan peserta yang hadir. Hanya beberapa puluh 
orang yang menentukan mana ucapan Yesus dalam kitab-kitab Injil itu yang dapat 
dikata asli, mungkin asli, mungkin tidak asli, dan tidak asli. Dari komposisi 
responden dan angket demikian jangan heran kalau keluar kesimpulan bahwa '82 
persen ucapan dalam kitab-kitab Injil bukan ucapan Yesus. ` menarik pula 
melihat hasil-hasil angket tersebut.

Dalam `Injil Markus' yang dianggap sumber Matius dan Lukas, hanya ada satu yang 
dianggap ucapan asli Yesus (12:17), padahal `Injil Matius` ada 5 ayat atau 
kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan oleh Yesus (5:39-42,44; 6:9;13:33; 
20:1-15) dan dalam `Injil Lukas' malah ada 7 ayat atau kumpulan ayat yang 
dianggap asli diucapkan oleh Yesus (6:20-21,27,29-30; 10:30-35;11:2;13:20). 
Jadi jangan heran kalau `Kotbah di Bukit' (Matius 5-7) hampir seluruhnya 
dianggap bukan ucapan Yesus (kecuali 5:39-42, dan sebagian dari 5:44, dan doa 
Bapa kami hanya kata `Bapa kami' dalam 6:9-lah yang diberi warna merah), 
lagipula ayat Matius 28:19-20 yang merupakan ayat yang berisi `Amanat Agung 
Tuhan Yesus' malah dianggap sama sekali tidak asli (diberi warna hitam), malah, 
dalam `Injil Yohanes' tidak ada yang bisa dianggap sebagai ucapan Yesus yang 
asli dan hanya satu yang disebut sebagai `mungkin' (4:44) yang diberi warna 
merah muda.

Jadi motivasi dan misi Jesus Seminar jelas terlihat ditujukan untuk membungkam 
Yesus dan kitab-kitab Injil, Yesus tidak dianggap mengaku sebagai Mesias dan 
`Allah yang menjadi daging', ia tidak berbicara mengenai kedatanganNya 
keduakali, ia tidak menjanjikan akan mengampuni dosa, ia tidak mengkotbahkan 
`kotbah di bukit', dan bahkan ia tidak pernah `mengutus murid-muridnya' untuk 
memberitakan Injil.

Yang lebih menarik lagi adalah bahwa kitab `Thomas', dari 114 fasal, hanya ada 
6 ayat dalam tiga fasal (20:2-4; 54:1, dan 100:2-3) yang dianggap asli ucapan 
Yesus! dan ini dianggap Injil yang lebih berotoritas dan dianggap sumber 
kitab-kitab Injil kanonik.

Dapatkah kesimpulan angket demikian diterima keabsahannya? Pembaca dapat 
menyimpulkannya sendiri. Yang jelas, kesimpulan demikianlah yang disebar 
luaskan secara terbuka di mass media tanpa ada pemeriksaan serius dari pihak 
mass media dan pembahasan persidangan gereja, dan hanya pembaca kritis yang mau 
menyelidiki apa yang ada di balik pernyataan-pernyataan itulah yang bisa 
mengetahui lika-liku yang dianggap `the scholars version' tersebut. Kenyataan 
lain adalah bahwa sekalipun mungkin memilih sama dalam voting, para peserta 
yang terlibat tidak selalu berfikir sama mengenai hal-hal yang dipercaya. 
Sebagai contoh, Crossan mengatakan bahwa `Yesus Funk' beda dengan Yesusnya, dan 
dalam buku `The Five Gospels' disebutkan oleh Funk mengenai Marcus Borg bahwa 
sepanjang sejarah seminar, Borg tidak pernah ikut voting bersama mayoritas atas 
setiap isu.

Hal lain lagi yang perlu direnungkan adalah apa pandangan iman dan teologis 
yang bisa diharapkan dari seorang Paul Verhoeven sutradara film mistik 
`Robocop' dan film porno `Basic Instinct` dan `Showgorls' yang dengan bintang 
Sharon Stone pemain `Basic Instinct' sedang membuat film Yesus yang benar-benar 
hanya seorang manusia (seperti pemuda modern) yang di dalamnya berpacaran 
dengan Maria Magdalena? Makalahnya Verhoeven berjudul `Fully Human' disampaikan 
pada forum Jesus Seminar yang di tahun 1994 dimana pada saat yang sama Jesus 
Seminar menyimpulkan bahwa `Jesus tidak dilahirkan dari anak dara Maria, Yesus 
lahir dalam proses sebagai layaknya manusia biasa'.

Disebutkan pula dalam prakatanya bahwa buku itu disusun setelah 6 tahun kerja 
oleh ahli-ahli yang disebut sebagai dididik di universitas-universitas 
terkemuka di Eropah dan Amerika Serikat. Dalam kenyataannya, kecuali Marcus 
Borg, Robert W. Funk dan John Dominic Crossan, umumnya anggota lainnya adalah 
teolog biasa yang tidak menonjol. Dari para ahli Perjanjian Baru di 
universitas-universitas terkemuka, hanya Claremont University yang diwakili, 
sedangkan pengikut dari Emory University hanya sekali datang. Para ahli 
Perjanjian Baru dari universitas-universitas terkemuka seperti Yale, Harvard, 
Princeton, Duke, Union, Emory maupun Chicago, tidak ada yang diwakili. Para 
ahli Perjanjian Baru dari Eropah dan benua lain juga tidak ada yang diwakili.

Lepas dari itu sebenarnya para peserta seminar bukanlah tergolong tokoh dalam 
pendidikan teologi. Kecuali Crossan dan Borg yang punya pengalaman mengajar di 
universitas umumnya peserta seminar adalah orang-orang yang tidak banyak 
dikenal di kalangan pendidikan tinggi teologia. Para peserta yang hadir tidak 
ada yang mewakili seminari teologia sekalipun mereka mengajar di sana 
lebih-lebih seminari teologia papan atas, mereka bertindak sebagai 
pribadi-pribadi. Sekalipun yang hadir pertama kali disebut berjumlah 30 orang 
dan dikatakan kemudian diikuti 200 orang lainnya, kenyataannya berita itu 
dibesar-besarkan. Faktanya yang hadir dalam pertemuan tengah tahunan itu 
rata-rata hanya sekitar 30 orang saja. Dalam buku `The Five Gospels' (1993) 
yang ditulis setelah 8 tahun berdirinya Jesus seminar, hanya disebutkan daftar 
76 orang yang terlibat.

Sekalipun Funk pernah menjadi sekertaris pada `Society of Biblical Literature' 
(SBL) di Amerika Serikat, Jesus Seminar tidak ada hubungan sama sekali dengan 
SBL. Karena itu dengan melihat angka-angka peserta di atas adalah terlalu 
ceroboh untuk menganggap kesimpulan seminar itu sebagai mewakili dunia teologi 
mengingat bahwa SBL saja mempunyai anggota sejumlah 6.900 orang yang 
setengahnya spesialis Perjanjian Baru, dan ini belum termasuk tokoh-tokoh 
Alkitab di luar SBL atau yang bergabung dalam paguyuban ahli-ahli Perjanjian 
Baru sedunia `Studiorum Novi Testamenti Societas'.

Kelihatannya para ahli yang berkumpul adalah mereka dikenal merupakan kelompok 
teolog yang memang bernada sumbang akan kekristenan dan antipati terhadap 
konservativisme Kristen, dan sekalipun pengaruhnya menyebar luas, ternyata 
setelah lebih dari 10 tahun sejak tahun 1985, Jesus Seminar dalam prosesnya 
juga mengalami pendewasaan pula. Ungkapan-ungkapan para peserta Seminar yang 
semula begitu meyakinkan bahkan radikal, dengan adanya kritik-kritik dari luar 
ternyata kemudian berubah melunak. Ini menunjukkan bahwa mereka 
berangsur-angsur mengakui juga keterbatasan mereka.

Dari ucapan penemu `Jesus Seminar' Robert W. Funk, kita dapat melihat bahwa 
memang motivasi dan tujuan seminar ini adalah untuk mencari suatu cerita fiksi 
baru tentang Yesus dan Injil yang berbeda dengan cerita Injil tradisional. Ia 
mengatakan:

"Apa yang kita butuhkan adalah cerita fiksi yang baru yang membawa kita menuju 
kejadian sentral drama Kristen-Yahudi dan merujukkan Mesias dengan cerita baru 
yang mencakup hal lebih besar daripada awal sampai akhir cerita lama. Kita 
memerlukan cerita baru tentang Yesus, Injil yang baru, bila kamu mau, 
menempatkan Yesus berbeda dalam kerangka besar cerita kepahlawanan."

Sebenarnya hal ini tidak aneh, soalnya sejak awal dan bertahun-tahun sebelumnya 
kedua pendiri dan ketua Jesus Seminar yaitu Funk dan Crossan sudah mempunyai 
gagasan kontroversial dan provokatif, itu pula yang menyebabkan Crossan harus 
menanggalkan jubah kerahibannya di gereja Roma Katolik. Jadi adanya Jesus 
Seminar bukanlah untuk menyelidiki dan mencari kebenaran tetapi lebih untuk 
mencari legitimasi pandangan radikal mereka. Polemik yang `sensasional', 
`provokatif' dan `kontroversial' dalam alam Amerika Serikat memang mudah 
dijual. Karena itu dengan datangnya modal dari Westar Institute dan liputan 
mass media yang intensif termasuk liputan majalah `Time' ke seluruh dunia, 
seminar ini menjadi terkenal. Dalam seminar-seminar yang diadakan secara 
berpindah-pindah dari kota-ke-kota memang mass media sengaja diundang untuk 
meliput bahkan wawancara diberikan.

Sebenarnya di Amerika Serikat ada banyak badan-badan yang menghibahkan dana 
besar bagi para teolog dan seminari teologi untuk studi kebenaran Alkitab, 
tetapi berita yang menguatkan alibi Yesus Sejarah tidak akan menarik mass media 
dan kurang laku menjadi komoditi bisnis komunikasi massa. Berita-berita yang 
bersifat skandal, sensasional, kontroversial, dan provokatif lebih laku di jual 
melalui mass media pada masakini (ingat berita skandal seks Clinton yang 
berkepanjangan). Dalam alam sekular semacam Amerika Serikat dimana `kotbah 
untuk bertobat dan hukuman kekal' sangat dimusuhi dapat dimengerti kalau 
seminar yang menyimpulkan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan dan menyuruh 
manusia untuk bertobat tentu akan laku keras.

Kelemahan besar dari metoda penyelidikan Jesus Seminar adalah hanya 
terkonsentrasi pada kitab-kitab Injil, inipun dengan maksud untuk dibandingkan 
dengan kitab-kitab Apokrifa yang dianggap lebih berotoritas, sedangkan 
data-data Yesus dalam kitab-kitab para Rasul dan tulisan para Rasul diabaikan 
karena dianggap rekayasa gereja. Rasul Paulus dianggap sebagai tidak mempunyai 
minat pada Yesus, gaya cerita dalam Kitab-Kitab Injil dan Kisah Para Rasul 
hanya dianggap sebagai kemasan mitos yang didasarkan pada iman para murid Yesus.

Demikian semua ucapan yang dianggap sudah berkembang harus dihapus. Kanon yang 
sudah menjadi dasar ajaran iman gereja selama duapuluh abad tidak mendapat 
tempat selayaknya dalam seminar karena isinya dianggap hanya mengungkapkan 
Yesus Iman dan bukan Yesus Sejarah. Sebaliknya, Injil Thomas diberi tempat 
istimewa sebagai `Injil ke-Lima'. (di sambung pada nomor selanjutnya tentang 
Injil Thomas).
A m i n !

http://yabina.org/RENUNGAN/97-98/R9802_2.HTM



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke