Klo dalam Islam, kafir pengkritik Islam wajib di bunuh..
itulah ajaran Islam... ajaran muhmmad dari gua hira

edy p

2011/3/21 ndeboost <[email protected]>

>
>
> Weleh, 'pa dumeh bhs Inggris nDeboost jelek (Toefl 483) lalu ga
> diundang? Sedangkan nDeboost sdh menelurkan bbrp topik di situs
> "Proletar" ini ngasih tahu keknya (menurut nDebboost) ada
> kejanggalan-kejanggalan Bibel?
>
> Tapi ya biarlah, semoga seminarnya sukses (dalam artian mencari yang
> benar itu benar dan yang salah itu dikotakkan)
>
> Sayang bukunya nDeboost "Salib diatas Bulan Sabit" hilang. Buku ini
> dikarang seorang PHd Theologi (USA) yang awalnya Kristen lalu murtad ke
> Islam, hilang. Bilangnya, banyak naskah kuno tersimpan di perpust. yg ga
> diketahui publik malah mirip ayat Al Qur'an. Juga bagaimana sejarahnya
> dimulai dari "string" termasuk Q penyusunan Bibel PL.
>
>
> --- In [email protected], "widura" <a.widura@...> wrote:
> >
> > Mantapp....kresten berani mengkritisi kitabnya...apakah mereka dituduh
> menghujat oleh kaum mereka ?...
> > -----Original Message-----
> > From: "Tawangalun" tawangalun@...
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sun, 20 Mar 2011 23:01:34
> > To: [email protected]
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: [proletar] Jesus Seminar.
> >
> > JESUS SEMINAR
> > Ha ha ha FURQAN memang benar Fiq ternyata pakar Bijbel sendiri do
> menyangsikan originalitas Kitabnya,nek Moslem kabeh sepakat bilang
> FURQAN masih original alias wantex.
> >
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
> > `Jesus Seminar' diselenggarakan atas sponsor Westar Institute di
> Amerika Serikat dengan maksud memperbaharui penyelidikan Yesus Sejarah
> tepatnya `ucapan-ucapan Yesus yang otentik.' Laporan lengkap
> penyelidikan ini dibukukan dalam buku berjudul `The Search for the
> Authentic Words of Jesus, The Five Gospels, What Did Jesus Really Say?'
> (1993). Pada bagian awal halaman v buku itu kita dapat melihat kemana
> arah nafas seminar tersebut:
> >
> > "Laporan ini dipersembahkan kepada Galileo Galilei yang mengubah
> pandangan kita mengenai surga selamanya. Thomas Jefferson yang
> menggunakan gunting dan memotong-motong Kitab Injil. David Friedrich
> Strauss yang mempelopori penyelidikan mengenai Yesus Sejarah."
> >
> > Seminar ini diketuai Robert W Funk, ahli Perjanjian Baru profesor pada
> Montana University, dan John Dominic Crossan, rahib Roma Katolik
> Irlandia yang terpaksa melepaskan kerahibannya karena pandangannya yang
> kontroversial atas Alkitab dan profesor pada De Paul University, Chicago
> di Amerika Serikat. Disebutkan dalam prakata buku itu bahwa buku itu
> disusun setelah 6 tahun kerja oleh ahli-ahli yang disebut dididik di
> universitas-universitas terkemuka di Eropah dan Amerika Serikat.
> Pertemuan pertama pada tahun 1985 diikuti 30 peserta dan dikatakan bahwa
> 200 orang lainnya kemudian ikut bergabung. Pertemuan diadakan dua kali
> setahun untuk mendiskusikan satu-persatu ucapan-ucapan Yesus yang ada
> dalam Alkitab.
> >
> > Buku itu selain berisi hasil seminar juga memuat terjemahan kitab
> Injil yang disebut sebagai `The Five Gospels' dengan memasukkan `Injil
> Thomas' sebagai Injil ke lima. Dan karena para pengikut seminar
> mempercayai teori Injil Markus sebagai kitab Injil tertua, maka Injil
> Markus diletakkan di depan kemudian disusul Injil-Injil Matius, Lukas
> dan Yohanes dan baru Injil Thomas. Terjemahan ini disebut sebagai `The
> Scholar Version' (SV) yang memberikan kesan akademik, dan yang dianggap
> merupakan versi untuk bisa dengan mudah dimengerti oleh pembaca Amerika
> modern dengan versi yang dikatakan sebagai paling dekat dengan apa yang
> bisa didengar oleh jemaat abad pertama. Aktivitas seminar adalah:
> >
> > Pertama, mengumpulkan `ucapan-ucapan yang dianggap dari Yesus' dari
> kurun waktu 300 tahun baik dari Alkitab maupun dari sumber-sumber kuno
> yang mungkin dikumpulkan. Ucapan-ucapan yang berjumlah sekitar 1500 itu
> kemudian dibagi dalam 4 kategori, yaitu perumpamaan, aforisme,
> percakapan, dan cerita yang mengandung ucapan Yesus. Ucapan-ucapan lebih
> pendek dianggap lebih asli karena orang lebih mudah mengingatnya
> daripada kalimat-kalimat panjang yang mungkin disusun kemudian dan sudah
> berkembang dan dibumbui.
> >
> > Kedua, kemudian dilakukan pemungutan suara (voting) oleh yang hadir
> untuk menentukan keaslian ucapan itu. Dalam penentuan keaslian itu
> tersedia empat pilihan, yaitu yang dianggap ucapan Yesus yang:
> >
> > (1) Asli diberi warna merah, yaitu yang dianggap ucapan Yesus sendiri;
> >
> > (2) Mungkin Asli diberi warna merah muda, yaitu untuk menunjukkan
> ucapan Yesus yang masih diragukan atau telah mengalami
> perubahan-perubahan selama proses salinan;
> >
> > (3) Mungkin Tidak Asli diberi warna abu-abu, yaitu ucapan yang tidak
> diucapkan oleh Yesus tetapi mengandung gagasan Yesus; dan
> >
> > (4) Tidak Asli diberi warna hitam, yaitu ucapan yang dianggap bukan
> dari Yesus dan ditulis pengikutnya atau musuhnya.
> >
> > Ucapan-ucapan itu disusun untuk merekonstruksikan sejarah kehidupan
> Yesus. Selain itu, Jesus Seminar mencoba untuk memperjelas pemisahan
> antara `Yesus Sejarah' dan `Yesus Iman,' termasuk di dalamnya mengenai
> Inspirasi dan ketidak bersalahan (Inerrancy) Alkitab dan pembedaan Yesus
> (ke-manusia-an) dari Kristus (ke-Tuhan-an), dan beberapa masalah dibahas
> seperti sumber-sumber dan hubungan antar kitab Injil, tempat Injil
> Thomas sebagai Injil ke Lima, dan soal tradisi ucapan Yesus.
> >
> > Yang menarik dari metodologi penyimpulan yang digunakan adalah cara
> voting, dengan kata lain kebenaran ucapan Yesus ditentukan hanya dengan
> pemungutan suara mayoritas `responden' puluhan peserta yang hadir. Hanya
> beberapa puluh orang yang menentukan mana ucapan Yesus dalam kitab-kitab
> Injil itu yang dapat dikata asli, mungkin asli, mungkin tidak asli, dan
> tidak asli. Dari komposisi responden dan angket demikian jangan heran
> kalau keluar kesimpulan bahwa '82 persen ucapan dalam kitab-kitab Injil
> bukan ucapan Yesus. ` menarik pula melihat hasil-hasil angket tersebut.
> >
> > Dalam `Injil Markus' yang dianggap sumber Matius dan Lukas, hanya ada
> satu yang dianggap ucapan asli Yesus (12:17), padahal `Injil Matius` ada
> 5 ayat atau kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan oleh Yesus
> (5:39-42,44; 6:9;13:33; 20:1-15) dan dalam `Injil Lukas' malah ada 7
> ayat atau kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan oleh Yesus
> (6:20-21,27,29-30; 10:30-35;11:2;13:20). Jadi jangan heran kalau `Kotbah
> di Bukit' (Matius 5-7) hampir seluruhnya dianggap bukan ucapan Yesus
> (kecuali 5:39-42, dan sebagian dari 5:44, dan doa Bapa kami hanya kata
> `Bapa kami' dalam 6:9-lah yang diberi warna merah), lagipula ayat Matius
> 28:19-20 yang merupakan ayat yang berisi `Amanat Agung Tuhan Yesus'
> malah dianggap sama sekali tidak asli (diberi warna hitam), malah, dalam
> `Injil Yohanes' tidak ada yang bisa dianggap sebagai ucapan Yesus yang
> asli dan hanya satu yang disebut sebagai `mungkin' (4:44) yang diberi
> warna merah muda.
> >
> > Jadi motivasi dan misi Jesus Seminar jelas terlihat ditujukan untuk
> membungkam Yesus dan kitab-kitab Injil, Yesus tidak dianggap mengaku
> sebagai Mesias dan `Allah yang menjadi daging', ia tidak berbicara
> mengenai kedatanganNya keduakali, ia tidak menjanjikan akan mengampuni
> dosa, ia tidak mengkotbahkan `kotbah di bukit', dan bahkan ia tidak
> pernah `mengutus murid-muridnya' untuk memberitakan Injil.
> >
> > Yang lebih menarik lagi adalah bahwa kitab `Thomas', dari 114 fasal,
> hanya ada 6 ayat dalam tiga fasal (20:2-4; 54:1, dan 100:2-3) yang
> dianggap asli ucapan Yesus! dan ini dianggap Injil yang lebih
> berotoritas dan dianggap sumber kitab-kitab Injil kanonik.
> >
> > Dapatkah kesimpulan angket demikian diterima keabsahannya? Pembaca
> dapat menyimpulkannya sendiri. Yang jelas, kesimpulan demikianlah yang
> disebar luaskan secara terbuka di mass media tanpa ada pemeriksaan
> serius dari pihak mass media dan pembahasan persidangan gereja, dan
> hanya pembaca kritis yang mau menyelidiki apa yang ada di balik
> pernyataan-pernyataan itulah yang bisa mengetahui lika-liku yang
> dianggap `the scholars version' tersebut. Kenyataan lain adalah bahwa
> sekalipun mungkin memilih sama dalam voting, para peserta yang terlibat
> tidak selalu berfikir sama mengenai hal-hal yang dipercaya. Sebagai
> contoh, Crossan mengatakan bahwa `Yesus Funk' beda dengan Yesusnya, dan
> dalam buku `The Five Gospels' disebutkan oleh Funk mengenai Marcus Borg
> bahwa sepanjang sejarah seminar, Borg tidak pernah ikut voting bersama
> mayoritas atas setiap isu.
> >
> > Hal lain lagi yang perlu direnungkan adalah apa pandangan iman dan
> teologis yang bisa diharapkan dari seorang Paul Verhoeven sutradara film
> mistik `Robocop' dan film porno `Basic Instinct` dan `Showgorls' yang
> dengan bintang Sharon Stone pemain `Basic Instinct' sedang membuat film
> Yesus yang benar-benar hanya seorang manusia (seperti pemuda modern)
> yang di dalamnya berpacaran dengan Maria Magdalena? Makalahnya Verhoeven
> berjudul `Fully Human' disampaikan pada forum Jesus Seminar yang di
> tahun 1994 dimana pada saat yang sama Jesus Seminar menyimpulkan bahwa
> `Jesus tidak dilahirkan dari anak dara Maria, Yesus lahir dalam proses
> sebagai layaknya manusia biasa'.
> >
> > Disebutkan pula dalam prakatanya bahwa buku itu disusun setelah 6
> tahun kerja oleh ahli-ahli yang disebut sebagai dididik di
> universitas-universitas terkemuka di Eropah dan Amerika Serikat. Dalam
> kenyataannya, kecuali Marcus Borg, Robert W. Funk dan John Dominic
> Crossan, umumnya anggota lainnya adalah teolog biasa yang tidak
> menonjol. Dari para ahli Perjanjian Baru di universitas-universitas
> terkemuka, hanya Claremont University yang diwakili, sedangkan pengikut
> dari Emory University hanya sekali datang. Para ahli Perjanjian Baru
> dari universitas-universitas terkemuka seperti Yale, Harvard, Princeton,
> Duke, Union, Emory maupun Chicago, tidak ada yang diwakili. Para ahli
> Perjanjian Baru dari Eropah dan benua lain juga tidak ada yang diwakili.
> >
> > Lepas dari itu sebenarnya para peserta seminar bukanlah tergolong
> tokoh dalam pendidikan teologi. Kecuali Crossan dan Borg yang punya
> pengalaman mengajar di universitas umumnya peserta seminar adalah
> orang-orang yang tidak banyak dikenal di kalangan pendidikan tinggi
> teologia. Para peserta yang hadir tidak ada yang mewakili seminari
> teologia sekalipun mereka mengajar di sana lebih-lebih seminari teologia
> papan atas, mereka bertindak sebagai pribadi-pribadi. Sekalipun yang
> hadir pertama kali disebut berjumlah 30 orang dan dikatakan kemudian
> diikuti 200 orang lainnya, kenyataannya berita itu dibesar-besarkan.
> Faktanya yang hadir dalam pertemuan tengah tahunan itu rata-rata hanya
> sekitar 30 orang saja. Dalam buku `The Five Gospels' (1993) yang ditulis
> setelah 8 tahun berdirinya Jesus seminar, hanya disebutkan daftar 76
> orang yang terlibat.
> >
> > Sekalipun Funk pernah menjadi sekertaris pada `Society of Biblical
> Literature' (SBL) di Amerika Serikat, Jesus Seminar tidak ada hubungan
> sama sekali dengan SBL. Karena itu dengan melihat angka-angka peserta di
> atas adalah terlalu ceroboh untuk menganggap kesimpulan seminar itu
> sebagai mewakili dunia teologi mengingat bahwa SBL saja mempunyai
> anggota sejumlah 6.900 orang yang setengahnya spesialis Perjanjian Baru,
> dan ini belum termasuk tokoh-tokoh Alkitab di luar SBL atau yang
> bergabung dalam paguyuban ahli-ahli Perjanjian Baru sedunia `Studiorum
> Novi Testamenti Societas'.
> >
> > Kelihatannya para ahli yang berkumpul adalah mereka dikenal merupakan
> kelompok teolog yang memang bernada sumbang akan kekristenan dan
> antipati terhadap konservativisme Kristen, dan sekalipun pengaruhnya
> menyebar luas, ternyata setelah lebih dari 10 tahun sejak tahun 1985,
> Jesus Seminar dalam prosesnya juga mengalami pendewasaan pula.
> Ungkapan-ungkapan para peserta Seminar yang semula begitu meyakinkan
> bahkan radikal, dengan adanya kritik-kritik dari luar ternyata kemudian
> berubah melunak. Ini menunjukkan bahwa mereka berangsur-angsur mengakui
> juga keterbatasan mereka.
> >
> > Dari ucapan penemu `Jesus Seminar' Robert W. Funk, kita dapat melihat
> bahwa memang motivasi dan tujuan seminar ini adalah untuk mencari suatu
> cerita fiksi baru tentang Yesus dan Injil yang berbeda dengan cerita
> Injil tradisional. Ia mengatakan:
> >
> > "Apa yang kita butuhkan adalah cerita fiksi yang baru yang membawa
> kita menuju kejadian sentral drama Kristen-Yahudi dan merujukkan Mesias
> dengan cerita baru yang mencakup hal lebih besar daripada awal sampai
> akhir cerita lama. Kita memerlukan cerita baru tentang Yesus, Injil yang
> baru, bila kamu mau, menempatkan Yesus berbeda dalam kerangka besar
> cerita kepahlawanan."
> >
> > Sebenarnya hal ini tidak aneh, soalnya sejak awal dan bertahun-tahun
> sebelumnya kedua pendiri dan ketua Jesus Seminar yaitu Funk dan Crossan
> sudah mempunyai gagasan kontroversial dan provokatif, itu pula yang
> menyebabkan Crossan harus menanggalkan jubah kerahibannya di gereja Roma
> Katolik. Jadi adanya Jesus Seminar bukanlah untuk menyelidiki dan
> mencari kebenaran tetapi lebih untuk mencari legitimasi pandangan
> radikal mereka. Polemik yang `sensasional', `provokatif' dan
> `kontroversial' dalam alam Amerika Serikat memang mudah dijual. Karena
> itu dengan datangnya modal dari Westar Institute dan liputan mass media
> yang intensif termasuk liputan majalah `Time' ke seluruh dunia, seminar
> ini menjadi terkenal. Dalam seminar-seminar yang diadakan secara
> berpindah-pindah dari kota-ke-kota memang mass media sengaja diundang
> untuk meliput bahkan wawancara diberikan.
> >
> > Sebenarnya di Amerika Serikat ada banyak badan-badan yang menghibahkan
> dana besar bagi para teolog dan seminari teologi untuk studi kebenaran
> Alkitab, tetapi berita yang menguatkan alibi Yesus Sejarah tidak akan
> menarik mass media dan kurang laku menjadi komoditi bisnis komunikasi
> massa. Berita-berita yang bersifat skandal, sensasional, kontroversial,
> dan provokatif lebih laku di jual melalui mass media pada masakini
> (ingat berita skandal seks Clinton yang berkepanjangan). Dalam alam
> sekular semacam Amerika Serikat dimana `kotbah untuk bertobat dan
> hukuman kekal' sangat dimusuhi dapat dimengerti kalau seminar yang
> menyimpulkan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan dan menyuruh manusia
> untuk bertobat tentu akan laku keras.
> >
> > Kelemahan besar dari metoda penyelidikan Jesus Seminar adalah hanya
> terkonsentrasi pada kitab-kitab Injil, inipun dengan maksud untuk
> dibandingkan dengan kitab-kitab Apokrifa yang dianggap lebih
> berotoritas, sedangkan data-data Yesus dalam kitab-kitab para Rasul dan
> tulisan para Rasul diabaikan karena dianggap rekayasa gereja. Rasul
> Paulus dianggap sebagai tidak mempunyai minat pada Yesus, gaya cerita
> dalam Kitab-Kitab Injil dan Kisah Para Rasul hanya dianggap sebagai
> kemasan mitos yang didasarkan pada iman para murid Yesus.
> >
> > Demikian semua ucapan yang dianggap sudah berkembang harus dihapus.
> Kanon yang sudah menjadi dasar ajaran iman gereja selama duapuluh abad
> tidak mendapat tempat selayaknya dalam seminar karena isinya dianggap
> hanya mengungkapkan Yesus Iman dan bukan Yesus Sejarah. Sebaliknya,
> Injil Thomas diberi tempat istimewa sebagai `Injil ke-Lima'. (di sambung
> pada nomor selanjutnya tentang Injil Thomas).
> > A m i n !
> >
> > http://yabina.org/RENUNGAN/97-98/R9802_2.HTM
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke