Weleh, 'pa dumeh bhs Inggris nDeboost jelek (Toefl 483) lalu ga
diundang? Sedangkan nDeboost sdh menelurkan bbrp topik di situs
"Proletar" ini ngasih tahu keknya (menurut nDebboost) ada
kejanggalan-kejanggalan Bibel?

Tapi ya biarlah, semoga seminarnya sukses (dalam artian mencari yang
benar itu benar dan yang salah itu dikotakkan)

Sayang bukunya nDeboost "Salib diatas Bulan Sabit" hilang. Buku ini
dikarang seorang PHd Theologi (USA) yang awalnya Kristen lalu murtad ke
Islam, hilang. Bilangnya, banyak naskah kuno tersimpan di perpust. yg ga
diketahui publik malah mirip ayat Al Qur'an.  Juga bagaimana sejarahnya
dimulai dari "string" termasuk Q penyusunan Bibel PL.

--- In [email protected], "widura" <a.widura@...> wrote:
>
> Mantapp....kresten berani mengkritisi kitabnya...apakah mereka dituduh
menghujat oleh kaum mereka ?...
> -----Original Message-----
> From: "Tawangalun" tawangalun@...
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 20 Mar 2011 23:01:34
> To: [email protected]
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Jesus Seminar.
>
> JESUS SEMINAR
> Ha ha ha FURQAN memang benar Fiq ternyata pakar Bijbel sendiri do
menyangsikan originalitas Kitabnya,nek Moslem kabeh sepakat bilang
FURQAN masih original alias wantex.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> `Jesus Seminar' diselenggarakan atas sponsor Westar Institute di
Amerika Serikat dengan maksud memperbaharui penyelidikan Yesus Sejarah
tepatnya `ucapan-ucapan Yesus yang otentik.' Laporan lengkap
penyelidikan ini dibukukan dalam buku berjudul `The Search for the
Authentic Words of Jesus, The Five Gospels, What Did Jesus Really Say?'
(1993). Pada bagian awal halaman v buku itu kita dapat melihat kemana
arah nafas seminar tersebut:
>
> "Laporan ini dipersembahkan kepada Galileo Galilei yang mengubah
pandangan kita mengenai surga selamanya. Thomas Jefferson yang
menggunakan gunting dan memotong-motong Kitab Injil. David Friedrich
Strauss yang mempelopori penyelidikan mengenai Yesus Sejarah."
>
> Seminar ini diketuai Robert W Funk, ahli Perjanjian Baru profesor pada
Montana University, dan John Dominic Crossan, rahib Roma Katolik
Irlandia yang terpaksa melepaskan kerahibannya karena pandangannya yang
kontroversial atas Alkitab dan profesor pada De Paul University, Chicago
di Amerika Serikat. Disebutkan dalam prakata buku itu bahwa buku itu
disusun setelah 6 tahun kerja oleh ahli-ahli yang disebut dididik di
universitas-universitas terkemuka di Eropah dan Amerika Serikat.
Pertemuan pertama pada tahun 1985 diikuti 30 peserta dan dikatakan bahwa
200 orang lainnya kemudian ikut bergabung. Pertemuan diadakan dua kali
setahun untuk mendiskusikan satu-persatu ucapan-ucapan Yesus yang ada
dalam Alkitab.
>
> Buku itu selain berisi hasil seminar juga memuat terjemahan kitab
Injil yang disebut sebagai `The Five Gospels' dengan memasukkan `Injil
Thomas' sebagai Injil ke lima. Dan karena para pengikut seminar
mempercayai teori Injil Markus sebagai kitab Injil tertua, maka Injil
Markus diletakkan di depan kemudian disusul Injil-Injil Matius, Lukas
dan Yohanes dan baru Injil Thomas. Terjemahan ini disebut sebagai `The
Scholar Version' (SV) yang memberikan kesan akademik, dan yang dianggap
merupakan versi untuk bisa dengan mudah dimengerti oleh pembaca Amerika
modern dengan versi yang dikatakan sebagai paling dekat dengan apa yang
bisa didengar oleh jemaat abad pertama. Aktivitas seminar adalah:
>
> Pertama, mengumpulkan `ucapan-ucapan yang dianggap dari Yesus' dari
kurun waktu 300 tahun baik dari Alkitab maupun dari sumber-sumber kuno
yang mungkin dikumpulkan. Ucapan-ucapan yang berjumlah sekitar 1500 itu
kemudian dibagi dalam 4 kategori, yaitu perumpamaan, aforisme,
percakapan, dan cerita yang mengandung ucapan Yesus. Ucapan-ucapan lebih
pendek dianggap lebih asli karena orang lebih mudah mengingatnya
daripada kalimat-kalimat panjang yang mungkin disusun kemudian dan sudah
berkembang dan dibumbui.
>
> Kedua, kemudian dilakukan pemungutan suara (voting) oleh yang hadir
untuk menentukan keaslian ucapan itu. Dalam penentuan keaslian itu
tersedia empat pilihan, yaitu yang dianggap ucapan Yesus yang:
>
> (1) Asli diberi warna merah, yaitu yang dianggap ucapan Yesus sendiri;
>
> (2) Mungkin Asli diberi warna merah muda, yaitu untuk menunjukkan
ucapan Yesus yang masih diragukan atau telah mengalami
perubahan-perubahan selama proses salinan;
>
> (3) Mungkin Tidak Asli diberi warna abu-abu, yaitu ucapan yang tidak
diucapkan oleh Yesus tetapi mengandung gagasan Yesus; dan
>
> (4) Tidak Asli diberi warna hitam, yaitu ucapan yang dianggap bukan
dari Yesus dan ditulis pengikutnya atau musuhnya.
>
> Ucapan-ucapan itu disusun untuk merekonstruksikan sejarah kehidupan
Yesus. Selain itu, Jesus Seminar mencoba untuk memperjelas pemisahan
antara `Yesus Sejarah' dan `Yesus Iman,' termasuk di dalamnya mengenai
Inspirasi dan ketidak bersalahan (Inerrancy) Alkitab dan pembedaan Yesus
(ke-manusia-an) dari Kristus (ke-Tuhan-an), dan beberapa masalah dibahas
seperti sumber-sumber dan hubungan antar kitab Injil, tempat Injil
Thomas sebagai Injil ke Lima, dan soal tradisi ucapan Yesus.
>
> Yang menarik dari metodologi penyimpulan yang digunakan adalah cara
voting, dengan kata lain kebenaran ucapan Yesus ditentukan hanya dengan
pemungutan suara mayoritas `responden' puluhan peserta yang hadir. Hanya
beberapa puluh orang yang menentukan mana ucapan Yesus dalam kitab-kitab
Injil itu yang dapat dikata asli, mungkin asli, mungkin tidak asli, dan
tidak asli. Dari komposisi responden dan angket demikian jangan heran
kalau keluar kesimpulan bahwa '82 persen ucapan dalam kitab-kitab Injil
bukan ucapan Yesus. ` menarik pula melihat hasil-hasil angket tersebut.
>
> Dalam `Injil Markus' yang dianggap sumber Matius dan Lukas, hanya ada
satu yang dianggap ucapan asli Yesus (12:17), padahal `Injil Matius` ada
5 ayat atau kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan oleh Yesus
(5:39-42,44; 6:9;13:33; 20:1-15) dan dalam `Injil Lukas' malah ada 7
ayat atau kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan oleh Yesus
(6:20-21,27,29-30; 10:30-35;11:2;13:20). Jadi jangan heran kalau `Kotbah
di Bukit' (Matius 5-7) hampir seluruhnya dianggap bukan ucapan Yesus
(kecuali 5:39-42, dan sebagian dari 5:44, dan doa Bapa kami hanya kata
`Bapa kami' dalam 6:9-lah yang diberi warna merah), lagipula ayat Matius
28:19-20 yang merupakan ayat yang berisi `Amanat Agung Tuhan Yesus'
malah dianggap sama sekali tidak asli (diberi warna hitam), malah, dalam
`Injil Yohanes' tidak ada yang bisa dianggap sebagai ucapan Yesus yang
asli dan hanya satu yang disebut sebagai `mungkin' (4:44) yang diberi
warna merah muda.
>
> Jadi motivasi dan misi Jesus Seminar jelas terlihat ditujukan untuk
membungkam Yesus dan kitab-kitab Injil, Yesus tidak dianggap mengaku
sebagai Mesias dan `Allah yang menjadi daging', ia tidak berbicara
mengenai kedatanganNya keduakali, ia tidak menjanjikan akan mengampuni
dosa, ia tidak mengkotbahkan `kotbah di bukit', dan bahkan ia tidak
pernah `mengutus murid-muridnya' untuk memberitakan Injil.
>
> Yang lebih menarik lagi adalah bahwa kitab `Thomas', dari 114 fasal,
hanya ada 6 ayat dalam tiga fasal (20:2-4; 54:1, dan 100:2-3) yang
dianggap asli ucapan Yesus! dan ini dianggap Injil yang lebih
berotoritas dan dianggap sumber kitab-kitab Injil kanonik.
>
> Dapatkah kesimpulan angket demikian diterima keabsahannya? Pembaca
dapat menyimpulkannya sendiri. Yang jelas, kesimpulan demikianlah yang
disebar luaskan secara terbuka di mass media tanpa ada pemeriksaan
serius dari pihak mass media dan pembahasan persidangan gereja, dan
hanya pembaca kritis yang mau menyelidiki apa yang ada di balik
pernyataan-pernyataan itulah yang bisa mengetahui lika-liku yang
dianggap `the scholars version' tersebut. Kenyataan lain adalah bahwa
sekalipun mungkin memilih sama dalam voting, para peserta yang terlibat
tidak selalu berfikir sama mengenai hal-hal yang dipercaya. Sebagai
contoh, Crossan mengatakan bahwa `Yesus Funk' beda dengan Yesusnya, dan
dalam buku `The Five Gospels' disebutkan oleh Funk mengenai Marcus Borg
bahwa sepanjang sejarah seminar, Borg tidak pernah ikut voting bersama
mayoritas atas setiap isu.
>
> Hal lain lagi yang perlu direnungkan adalah apa pandangan iman dan
teologis yang bisa diharapkan dari seorang Paul Verhoeven sutradara film
mistik `Robocop' dan film porno `Basic Instinct` dan `Showgorls' yang
dengan bintang Sharon Stone pemain `Basic Instinct' sedang membuat film
Yesus yang benar-benar hanya seorang manusia (seperti pemuda modern)
yang di dalamnya berpacaran dengan Maria Magdalena? Makalahnya Verhoeven
berjudul `Fully Human' disampaikan pada forum Jesus Seminar yang di
tahun 1994 dimana pada saat yang sama Jesus Seminar menyimpulkan bahwa
`Jesus tidak dilahirkan dari anak dara Maria, Yesus lahir dalam proses
sebagai layaknya manusia biasa'.
>
> Disebutkan pula dalam prakatanya bahwa buku itu disusun setelah 6
tahun kerja oleh ahli-ahli yang disebut sebagai dididik di
universitas-universitas terkemuka di Eropah dan Amerika Serikat. Dalam
kenyataannya, kecuali Marcus Borg, Robert W. Funk dan John Dominic
Crossan, umumnya anggota lainnya adalah teolog biasa yang tidak
menonjol. Dari para ahli Perjanjian Baru di universitas-universitas
terkemuka, hanya Claremont University yang diwakili, sedangkan pengikut
dari Emory University hanya sekali datang. Para ahli Perjanjian Baru
dari universitas-universitas terkemuka seperti Yale, Harvard, Princeton,
Duke, Union, Emory maupun Chicago, tidak ada yang diwakili. Para ahli
Perjanjian Baru dari Eropah dan benua lain juga tidak ada yang diwakili.
>
> Lepas dari itu sebenarnya para peserta seminar bukanlah tergolong
tokoh dalam pendidikan teologi. Kecuali Crossan dan Borg yang punya
pengalaman mengajar di universitas umumnya peserta seminar adalah
orang-orang yang tidak banyak dikenal di kalangan pendidikan tinggi
teologia. Para peserta yang hadir tidak ada yang mewakili seminari
teologia sekalipun mereka mengajar di sana lebih-lebih seminari teologia
papan atas, mereka bertindak sebagai pribadi-pribadi. Sekalipun yang
hadir pertama kali disebut berjumlah 30 orang dan dikatakan kemudian
diikuti 200 orang lainnya, kenyataannya berita itu dibesar-besarkan.
Faktanya yang hadir dalam pertemuan tengah tahunan itu rata-rata hanya
sekitar 30 orang saja. Dalam buku `The Five Gospels' (1993) yang ditulis
setelah 8 tahun berdirinya Jesus seminar, hanya disebutkan daftar 76
orang yang terlibat.
>
> Sekalipun Funk pernah menjadi sekertaris pada `Society of Biblical
Literature' (SBL) di Amerika Serikat, Jesus Seminar tidak ada hubungan
sama sekali dengan SBL. Karena itu dengan melihat angka-angka peserta di
atas adalah terlalu ceroboh untuk menganggap kesimpulan seminar itu
sebagai mewakili dunia teologi mengingat bahwa SBL saja mempunyai
anggota sejumlah 6.900 orang yang setengahnya spesialis Perjanjian Baru,
dan ini belum termasuk tokoh-tokoh Alkitab di luar SBL atau yang
bergabung dalam paguyuban ahli-ahli Perjanjian Baru sedunia `Studiorum
Novi Testamenti Societas'.
>
> Kelihatannya para ahli yang berkumpul adalah mereka dikenal merupakan
kelompok teolog yang memang bernada sumbang akan kekristenan dan
antipati terhadap konservativisme Kristen, dan sekalipun pengaruhnya
menyebar luas, ternyata setelah lebih dari 10 tahun sejak tahun 1985,
Jesus Seminar dalam prosesnya juga mengalami pendewasaan pula.
Ungkapan-ungkapan para peserta Seminar yang semula begitu meyakinkan
bahkan radikal, dengan adanya kritik-kritik dari luar ternyata kemudian
berubah melunak. Ini menunjukkan bahwa mereka berangsur-angsur mengakui
juga keterbatasan mereka.
>
> Dari ucapan penemu `Jesus Seminar' Robert W. Funk, kita dapat melihat
bahwa memang motivasi dan tujuan seminar ini adalah untuk mencari suatu
cerita fiksi baru tentang Yesus dan Injil yang berbeda dengan cerita
Injil tradisional. Ia mengatakan:
>
> "Apa yang kita butuhkan adalah cerita fiksi yang baru yang membawa
kita menuju kejadian sentral drama Kristen-Yahudi dan merujukkan Mesias
dengan cerita baru yang mencakup hal lebih besar daripada awal sampai
akhir cerita lama. Kita memerlukan cerita baru tentang Yesus, Injil yang
baru, bila kamu mau, menempatkan Yesus berbeda dalam kerangka besar
cerita kepahlawanan."
>
> Sebenarnya hal ini tidak aneh, soalnya sejak awal dan bertahun-tahun
sebelumnya kedua pendiri dan ketua Jesus Seminar yaitu Funk dan Crossan
sudah mempunyai gagasan kontroversial dan provokatif, itu pula yang
menyebabkan Crossan harus menanggalkan jubah kerahibannya di gereja Roma
Katolik. Jadi adanya Jesus Seminar bukanlah untuk menyelidiki dan
mencari kebenaran tetapi lebih untuk mencari legitimasi pandangan
radikal mereka. Polemik yang `sensasional', `provokatif' dan
`kontroversial' dalam alam Amerika Serikat memang mudah dijual. Karena
itu dengan datangnya modal dari Westar Institute dan liputan mass media
yang intensif termasuk liputan majalah `Time' ke seluruh dunia, seminar
ini menjadi terkenal. Dalam seminar-seminar yang diadakan secara
berpindah-pindah dari kota-ke-kota memang mass media sengaja diundang
untuk meliput bahkan wawancara diberikan.
>
> Sebenarnya di Amerika Serikat ada banyak badan-badan yang menghibahkan
dana besar bagi para teolog dan seminari teologi untuk studi kebenaran
Alkitab, tetapi berita yang menguatkan alibi Yesus Sejarah tidak akan
menarik mass media dan kurang laku menjadi komoditi bisnis komunikasi
massa. Berita-berita yang bersifat skandal, sensasional, kontroversial,
dan provokatif lebih laku di jual melalui mass media pada masakini
(ingat berita skandal seks Clinton yang berkepanjangan). Dalam alam
sekular semacam Amerika Serikat dimana `kotbah untuk bertobat dan
hukuman kekal' sangat dimusuhi dapat dimengerti kalau seminar yang
menyimpulkan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan dan menyuruh manusia
untuk bertobat tentu akan laku keras.
>
> Kelemahan besar dari metoda penyelidikan Jesus Seminar adalah hanya
terkonsentrasi pada kitab-kitab Injil, inipun dengan maksud untuk
dibandingkan dengan kitab-kitab Apokrifa yang dianggap lebih
berotoritas, sedangkan data-data Yesus dalam kitab-kitab para Rasul dan
tulisan para Rasul diabaikan karena dianggap rekayasa gereja. Rasul
Paulus dianggap sebagai tidak mempunyai minat pada Yesus, gaya cerita
dalam Kitab-Kitab Injil dan Kisah Para Rasul hanya dianggap sebagai
kemasan mitos yang didasarkan pada iman para murid Yesus.
>
> Demikian semua ucapan yang dianggap sudah berkembang harus dihapus.
Kanon yang sudah menjadi dasar ajaran iman gereja selama duapuluh abad
tidak mendapat tempat selayaknya dalam seminar karena isinya dianggap
hanya mengungkapkan Yesus Iman dan bukan Yesus Sejarah. Sebaliknya,
Injil Thomas diberi tempat istimewa sebagai `Injil ke-Lima'. (di sambung
pada nomor selanjutnya tentang Injil Thomas).
> A m i n !
>
> http://yabina.org/RENUNGAN/97-98/R9802_2.HTM
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke