Pemimpin gereja Katolik Belanda yang menimbulkan heboh dengan ungkapan 
kontroversial tentang pelecehan seksual, untuk pertama kali harus bertutur 
tentang apa yang diketahuinya soal pelecahan seksual. 

Kardinal Simonis
Diperkirakan, di Middelburg, Kardinal Simonis tidak akan datang dengan 
pernyataan kontroversial.
Ia kemungkinan akan lebih berhati-hati, setelah Maret 2010 dalam acara televisi 
Pauw & Witteman berkata 'Wir haben es nicht gewusst', yang artinya 'Kami tidak 
tahu'.

Di masa Perang Dunia II, inilah dalih rakyat Jerman untuk menyatakan tidak tahu 
soal pengejaran warga Yahudi.

Tahun lalu, nama baik Kardinal makin terpuruk setelah pengungkapan Radio 
Nederland dan harian sore Belanda NRC Handelsblad.

Tahun 2007 Simonis mengangkat seorang broeder, yang dipecat karena kasus 
pelecehan seksual, sebagai akolit, atau pelayan altar senior. Itu dilakukan dua 
tahun setelah ia sebagai uskup agung mewajibkan penyelidikan sebelum menangkat 
karyawan gereja.

Sebelumnya, di tahun 1983, sebagai uskup agung baru, Simonis tetap 
mempekerjakan seorang pastor, kendati tahu pria itu seorang pedofil dan 
melakukan pelecehan.

Selasa (25/01) kardinal Ad Simonis harus menghadap pengadilan di Middelburg, 
Belanda barat daya dalam kasus heboh ini. Inilah untuk pertama kalinya 
rohaniwan Katolik yang memegang posisi tinggi, harus memberi kesaksian tentang 
pelecehan di pengadilan Belanda.

Kasus di Middelburg merupakan gugatan seorang laki-laki, 34 tahun, korban 
pelecehan seksual oleh pastur Jan N. yang kini telah lanjut usia. Kasus 
pelecehan terjadi awal tahun 1990an di Terneuzen, ketika pastor Jan bekerja 
bagi Keuskupan Breda.

Melalui kesaksian Kardinal Simonis dan pejabat gereja lain, korban ingin 
menetapkan apakah keuskupan bertanggung jawab dan lalai dalam mengambil langkah 
untuk mencegah pelecehan seksual.

Pedofili
Pekan lalu, uskup Breda, Monsignor Hans van den Hende serta kepala Ordo 
Salesian Belanda Herman Spronck, memberi kesaksian. Spronck mengakui ordo ini 
(majikan pertama pastor Jan) tidak memberitahu keuskupan Breda tentang ulah 
pedofili Pastur Jan.

Sebelumnya Pastur Jan, ketika menjabat pemimpin pusat remaja Don Bosco di 
Rijswijk, melakukan pelecehan serius terhadap anak laki-laki. Ia ditahan tahun 
1979 dan mengakui telah melakukan pelecehan. Namun setelah mendekam dalam 
penjara selama seminggu, ia pulang karena sakit.

Tahun 1980, jaksa pengadilan Den Haag menseponir kasus ini secara bersyarat. 
Tidak jelas mengapa demikian. Berkas-berkas Kejaksaan sekarang sudah 
dimusnahkan.

Bisa disalahkan
Lima tahun kemudian, Pastur Jan bekerja di Terneuzen, sebuah paroki di bawah 
Keuskupan Breda. Menurut kepala Salesian Spronck, ordonya tidak mengatakan 
apa-apa kepada keuskupan soal kesalahan terdahulu Pastur Jan.

Tahun 1990 dia diadili karena perbuatan tidak susila dengan beberapa anak 
laki-laki. Ia divonis empat bulan penjara bersyarat dan kerja bakti 160 jam.

Kesaksian Spronck tampaknya bisa memulihkan nama baik Keuskupan Breda. Kepala 
biarawan mengakui sebuah peringatan kemungkinan bisa mencegah sang pastur 
kembali melakukan kesalahan sama. 'Jadi sedikit banyak kami juga bersalah', 
kata Spronck kepada televisi NOS tentang langkah ordonya.

Apa yang diketahui Simonis?
Sekarang, Kardinal Simonis harus memberi kesaksian tentang apa yang 
diketahuinya tentang kasus sebelumnya di Rijswijk. Ketika itu ia menjabat uksup 
Rotterdam. Rijswijk termasuk bagian Keuskupan Rotterdam.

Pengacara korban dalam perkara gugatan ini, antara lain ingin tahu apa yang 
dibicarakan Simonis dengan Uksup Breda, Monsignor Huub Ernst. Juga Ernst 
dipanggil sebagai saksi. Tujuan kesaksian ini adalah untuk menetapkan apakah 
kasus perdata terhadap keuskupan Breda serta tuntutan santunan ganti rugi akan 
bisa berhasil.

 Shalom,
Tawangalun.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke