--- baswati <baswati@...> wrote:

ajeg wrote:
> > UUD'45 sangat terbuka untuk dikoreksi. Tetapi jangan ngawur.
> > Dalam hal ini, partai yang rusak kok UUD-nya yang disalahkan
> > (secara ngawur)? Ini sama saja mobil kempes ban, lantas
> > hiruk-pikuk mengganti mesinnya... Tersesat itu namanya boss..!
> 
> Pura-pura dalam tahu,
> yang membiayai amandemen siapa sih ?

Kura-kura makan perahu.. 


> 
> kalau saya kaitkan dengan terminologi baru Corporate Capital dan 
> State Capital, tampaknya pertaruangan sesungguhnya disana.

Nggak tau kalau itu terminologi baru. Tapi ada yang bilang 
persimpangan jalan ini menampilkan wujudnya sekitar 1970an, 
dengan kegagalan misi Nixon di Peking sebagai tonggaknya. 
Selama 100 tahun sebelum itu, orang tidak gampang membedakan 
liberalisme dari sosialisme, karena sejak Bursa Wina ambruk 
kubu-kubu liberalis kocar-kacir. Sebagian lenyap dan sebagian 
lagi menyelinap di bawah bendera sosialisme, baik sosialis 
berbau demokrat maupun sosialis berbau keagamaan seolah mereka 
mau menunjukkan kedekatannya dengan kerajaan / state yang 
{masih} dianggap perwakilan Tuhan. Menjamurlah partai-partai 
"keagamaan" macam CDU di Jerman dan seantero Eropa Barat. 
Soal Bursa Wina ini barangkali Yanuar atau lainnya bisa cerita 
lebih jauh. 

Yang pasti, upaya liberalis garis keras untuk keluar dari 
topeng sosialisme dan mewujudkan state-cap secara liberal gagal 
dengan kalahnya Jerman dalam PD II. AS tidak rela kalau 'kanan' 
harus dipimpin Nazi yang ultra-kanan. 

Lucunya, AS merasa tidak apa-apa kalau state-cap dijalankan 
Israel. Tidak apa-apa kalau liberalism / kanan mengendalikan 
state capitalism. Tapi apa-apa kalau sosialis melakukan hal 
serupa. Mereka langsung dicap kiri. Diceplok antisekular bahkan 
komunis. 


> 
> Maka benar, CC akan at all cost dalam pertempuran global untuk masuk
> kemana saja dengan cara apapun termasuk melalui perubahan UUD.

Berbeda dengan Nazi, Israel, Soviet, atau Cina, yang coba 
menerapkan state capitalism secara murni & konsekuen, kaum 
liberalis AS & sekutunya lebih suka malu-malu dan memilih 
pola lama, penyusupan. Menyelinap ke dalam kekuasaan melalui 
undang-undang negara. 


> 
> Pertarungan yang diawali dengan Dasa Sila Bandung dan sekarang kita
> melihat Kadhafi dihajar, setelah Sadam. 

Dari jebloknya Bursa Wina bisa dilihat bahwa pertarungan 
sebenarnya berkisar seputar hubungan antarmanusia vs hubungan 
manusia dan barang. Sejauh ini, tampaknya manusia yang kalah 
oleh materi. Makhluk berakal ini terus dipaksa tunduk pada 
benda mati. 

Benda mati yang seolah jadi hidup karena dikendalikan "robot" 
berwujud manusia, atau paling banter setinggi "zombie". 

Menghalau penyusupan robot / zombie itu tidak cukup hanya 
dengan do'a & suguhan dupa. 


> 
> Tuh analisis CRB perlu direnungkan benar. Paradigma Human security 
> ke Statte Security. Dan........ tuing,,, petikan guitar Santana
> Sambapati ... UUD 1945 jelas State capital. 

Rasa-rasanya CRB juga nyimak gitaran Santana di Aquamarine 
dan Marathon. Bahwa persoalan begitu mendalam dan perjalanan 
menuju so-cap (bukan cuma 'state') masih sangat panjang. 


> 
> Maka, mau diapakan juga selama negara ini amsih bernama Indonesia 
> maka Pembukaan UUD 1945 itu melekat. Bagaimana batang tubuh tidakm 
> menyimpang dari pembukaan itulah pertanyaan yang harus dijawab.

Karena itu, MI, Metro, dan Nasdem tidak seharusnya bermain 
jorok dengan mengangkat isu basi soal capres independen 
kalau niatnya, ulang: kalau niatnya hanya untuk kepentingan 
sesat.. eh, sesaat. 

Lagipula semboyan Nasdem toh cuma merestorasi Indonesia. 
Bukan merenovasi, lebih-lebih merevolusi. Jadi, jelas Nasdem 
memilih "perbaikan dari dalam" seperti kiat jaman Orba, 
alias pola penyusupan tadi. 

Belum terlambat bagi Nasdem untuk jadi partai dan mempersiapkan 
segala sesuatunya. Mosok kalah sama debutan 2004 yang nggak 
punya media & tokoh. 







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke