Yang gak pakai debt colector itu adalah Bank Syariah,soale mateni orang yg 
utang itu dilarang.

Tawangalun.

--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Boikot aja citibank, hsbc dan bank2 asing yg doyan ngibulin orang2 tolol yg 
> mau 
> minjam dr lintah darat tsb.
> 
> Tapi si anton medan yg ustad kebanggaan orang Islam itu kan jg jadi debt 
> collector, bukan?
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Bambang Tribuono <bambang_tribuono@...>
> To: [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]
> Sent: Sat, April 2, 2011 12:08:31 AM
> Subject: [proletar] Preman Citibank Bunuh Nasabah Kartu Kredit
> 
>    
> Sudah sering terjadi kekerasan oleh para preman yg disewa perusahaan2 
> besar seperti ini. Bahkan sudah banyak jatuh korban, apalagi ada korban 
> jiwa seperti ini.. masihkah akan terus berlangsung??? karena tidak ada 
> ketegasan 
> dalam perlindungan keamanan masyarakat
> 
> saya khawatir bahwa nantinya, pegawai2 rendahan & preman2 
> rendahannya aja yg akan dihukum (kira2 nantinya bisa atau tidak ya.. 
> ditebus bebas atau dihukum tapi waktu hukuman tidak lama???). Sedangkan 
> pimpinan perusahaan dan pimpinan jasa pengerah preman tidak akan 
> tersentuh hukum.
> 
> apalagi ini perusahaan besar dari negara super power.. Aparat dan 
> pemerintah apa berani menghentikan kasus kekerasan mereka pada rakyat 
> Indonesia. Dan saya yakin akan terjadi lagi kekerasan seperti ini.. 
> apalagi jika pelaku adalah dari perusahaan asing yang besar dari negara 
> super power
> 
> http://kabarbisnis.com/m/umum/hukum/2819154-Debtcollector_Citibank_bunuh_penunggak_kartu_kredit.html
> 
> 
> Debtcollector Citibank bunuh penunggak kartu kredit
> 
> JAKARTA, kabarbisnis.com:
> Citibank kembali dilanda masalah. Belum tuntas pengusutan Inong Melinda
> alias Melinda Dee alias MD, manager Citibank Landmark Jakarta yang 
> membobol uang nasabah sebesar Rp17 miliar, kini debtcollector Citibank 
> diduga membunuh nasabah kartu kredit bank tersebut.
> 
> Korban
> pembunuhan menimpa Irzen Octa (50), Sekretaris Jenderal Partai 
> Pemersatu Bangsa (PPB). Padahal, kedatangan Irzen ke kantor Collector 
> Citibank di Menara Jamsostek Jakarta Selatan,
> pada Selasa (29/3) untuk menanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang 
> membengkak hingga Rp100 juta. Padahal, menurut Irzen, tagihan kartu 
> kreditnya di Citibank hanya Rp48 juta.
> 
> "Saat itu korban tidak 
> mendapat penjelasan mengenai tagihan kartu kredit Citibank, malah korban
> dibawa ke ruang bagian penagihan dan dipaksa oleh debtcollector untuk 
> membayar. Bahkan disiksa dalam kantor itu, dan korban meninggal dunia di
> halaman Menara Jamsostek," papar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, 
> Ajun Komisaris Besar Budi Irawan di Jakarta, Kamis (31/3/2011).
> 
> Saat
> ini, sambung Budi, sudah ditetapkan tiga tersangka yakni H dan D 
> (keduanya petugas bagian penagihan alias debtcollector Citibank, serta B
> karyawan Citibank bagian penagihan). Ketiganya sudah dijebloskan ke 
> penjara sejak kemarin.
> 
> "Sejumlah barang bukti berupa korden yang 
> ada bercak darah, visum, dan keterangan tersangka sudah menguatkan 
> tuduhan kasus pembunuhan itu," tegasnya serius.
> 
> Bahkan, dari 
> pemeriksaan lima orang saksi, polisi mencurigai ketiganya melakukan 
> tekanan secara fisik dan psikologis terhadap Irzen. Mereka dijerat 
> dengan Pasal 351 dan 170 KUHP tentang penganiayaan.
> 
> "Tersangka 
> masih bisa bertambah, kami lihat saja nanti hasil pemeriksaan. Bagimana 
> cara-cara kekerasan itu dilakukan, saat ini jadi fokus kami, apalagi di 
> kantor collector Citibank itu banyak orang," ujarnya. kbc10 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke