jika film ini gw pilih buat mewakili musik dan edukasi, karena -rasanya- terlalu banyak quotes yg patut disimak.
setidaknya selain adegan si guru dgn murid yg benci klarinet (kelak dia akan kembali ke sekolah sbg gubernur dan memberikan testimoni saat pelepasan sang guru yg harus dipecat krn kebijakan mata kuliah dan ekskul musik dihapus demi anggaran terbatas), maka bisa ada adegan lainnya yg relevan dan berkesan : si guru bercerita tentang beethoven dan symphony ke tujuh. bahwa sang komposer itu tuli namun sanggup menciptakan symphony termasuk memimpin (conducted) orkestra, adalah di luar nalar. saat ia "mendengar" not, sebetulnya ia "merasakan" getaran lewat tuts piano yg telah dipotong kakinya. sehingga badan piano rebah ke lantai, maka beethoven menempelkan kupingnya di lantai lantas ketukan tuts yg bergetar di lantai itulah yg "dibaca" sbg nada. begitupun saat memimpin ensamble yg otomatis hening padahal riuh, beethoven menajamkan "telinga batinnya" melalui orchestra fiktif yg hanya bermain dan berbunyi di batok kepalanya, termasuk bisa mengkoreksi nada sumbang ato ketukan salah yg terjadi nyata. ironisnya kisah ini sengaja ia pilih, ketika baru mendapatkan bahwa anak kandungnya yg baru lahir ternyata tuli total. maka saat satu murid bertanya, jika beethoven memang tuli namun sudah bisa membedakan nada dan bunyi not, how come? si guru hanya menjawab lirih .. beethoven gak terlahir tuli, ia sudah pernah dengar not. musik semestinya bukan hanya soal bunyi, selera, ato mata kuliah dan ekstra kurikuler. musik adalah manusia dan hidup itu sendiri. betapa si guru berteriak putus asa pada rapat dewan, musik harus dihapus dgn mata pelajaran eksak lainnya demi masalah anggaran. padahal gak lagi dipungkiri, di saat pesta kejutan utk pelepasan sang guru, semua alumni termasuk guru telah menjadi saksinya. termasuk pahitnya pengalaman hakiki sbg guru yg harus mendidik dan "mendidik" musik, namun ia sempat merasa gagal karena gak bisa "mengajarkan" musik kepada anak kandungnya sendiri. iapun merasa perlu meminjam john lennon untuk berkomunikasi .. http://www.youtube.com/watch?v=0hg_I-089PA --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Itulah. Orang sering lupa gunanya belajar. > Sekolahan / lembaga pendidikan yang harusnya jadi > instrumen belajar massal diperlakukan sebagai > shopping-malls of the mind. Dengan alasan demokratis > orang dibolehkan bercita-cita jadi apa dan > silakan pilih fak-fak (jangan ketawa beh) yang > diperlukan untuk cita-cita tsb. Orang nggak peduli > lagi yang namanya proses. Kacaunya lagi, lupa bahwa > belajar itu aslinya ya untuk melakoni hidup, bukan > untuk sekedar duduk-duduk di suatu jabatan / profesi. > > Nggak kebayang kalau hidup ini tanpa musik. Tapi > memang ada banyak cara untuk mengenal hidup. Di film > Good Will Hunting pelajaran hidup digelar lewat > matematika. Siapa yang paling jago matematika di sana? > Murid SMA? Bukan. Tapi pesuruh sekolah yang masih > sepantaran murid-murid kaya itu. > > Pelajaran hidup malah juga bisa didapat dari orang buta. > Pada nggak percaya? Nonton aja Scent of a Woman :) > > Tapi, musik memang paling sip. Terdiri dari bunyi-bunyi > yang terangkai jadi kesatuan harmoni. Ujung-pangkalnya > nyatu. Bulat. > > Udah pastilah nggak bisa dibandingin sama si uplik yang > rame dalam rangkaian-rangkaian amat panjang tapi samasekali > tak berbunyi, hehe... > > > --- "liver_duke" <endyonisius@> wrote: > > > salah satu film yg wajib dicari, dan ditonton tentu. > > terdapat adegan yg meminjam nada miliknya acker bilk, > > untuk satu siswa yg kelak menyenangi klarinet serta lulus > > dan menjadi gubernur saat kembali ke pesta reuni. pesta > > sebenarnya yg ditujukan spesial buat mantan gurunya tsb. > > bukan guru matematik, guru eksak, guru politik, ato guru > > yg menjanjikan profesi berikut cara sukses dapetin duit. > > > > tapi guru yg mengajarkan makna hidup serta melakoninya. > > guru musik .. termasuk anaknya yg tuna rungu > > > > http://www.youtube.com/watch?v=eL9k2pTFYrE > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
