Jumat malam kami tiba lagi
didusun kecil kampung kami, seperti hari yang sudah-sudah.  Deretan gunung itu 
masih yang dulu-dulu jua.
Walau disana sini telah banyak perubahan, saya bersyukur keindahan alam dusun
kami masih alami. Diam-diam saya berdoa agar dusun cantik itu tidak pernah
menarik hati kaum kapitalis menancapkan taring rakusnya. Lalu, layaknya ‘Belanda
minta tanah’ merubah sawah2 menjadi mal dan vila yang entah kapan pula akan 
disinggahi
oleh pemiliknya.

 

Usai shalat subuh di surau tuo
tak jauh dari rumah, saya bertandang ke rumah-rumah sanak saudara dan
kawan-kawan semasa bujang. Tak lupa pula sekedar bercakap-cakap ringan dengan
segala orang yang kami temui dijalan. Inilah rahasia hidup sehat
sebenar-benarnya: shalat subuh lalu jalan kaki keliling dusun, bertandang dan
bertegur sapa dengan siapa saja. Badan bugar, jiwa sehat, hati senang, dan
pikiran jadi lawas. 

 

Secara demikian, tak kan berguna push up dan
joging sembari lirik kiri lirik kanan mengharapkan sekedar anggukan orang untuk
menjadi sehat. Ah, diri yg melayang-layang bak debu ditengah keramaian. Tak ada
apa-apa dan tak ada siapa-siapa!. Hampa. Yang tersisa selanjutnya adalah: terus
menerus memproduksi kata-kata untuk menipu diri sendiri. Mencoba membangun
bahagia khayali lalu meyakinkan orang bahwa “saya bahagia”. Alih-alih menjadi
sehat, malah pantat melawas dan jiwa meranggas bak pohon lama tak disiram hujan.
Karenanya jiwa yang sepi dan beku macam begitu lama-lama akan bertukar akal
pula, jadi gila dan tak ada obatnya.

 

Menjelang matahari tepat dipuncak
ubun-ubun kepala, saya pulang ke rumah. Baru saja melangkahkan kaki menginjak 
anak
tangga pertama rumah panggung kami segera saja tercium aroma pangek ikan yang
membangkitkan selera. Dendeng batokok balado dan rendang kering itam kesukaan
saya pastilah juga sudah terhidang. Seminggu sekali pulang kampung memang
moment2 ‘melepas selera’ inilah yang paling saya tunggu. Rasa-rasanya kerja
keras selama lima hari di kota besar yang penuh asap kendaraan dan
sumpah serapah itu terbayar tunai sudah.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke