Kalo ini termasuk juga seperti analisa ny.mus tentang skenario terorist supaya mendapatkan uang, ya tidak heran sampai segitu banyak personil yg dikerahkan...tentunya keamanan seperti itu ngga gratis kan ?...hehehe... -----Original Message----- From: "sunny" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 24 Apr 2011 16:38:29 To: <Undisclosed-Recipient> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] 19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah
Refleksi : Bagus sekali banyak polisi menjaga keamanan Paskah, Tetapi pertanyaan mengapa perayaan hari agama kaum minoritas teristimewa kaum Nasrani haruss dikerahkan alat negara untuk menjaga keamanan mereka beribadah? Apa faedahnya negara yang dinayatakan berazaskan HAM sesuai deklarasi PBB yang telah menjadi praxis hukum international dan nasional, tetapi warganegaranya tidak aman melakukan kebebasan beribadah dan oleh karena itu harus di jaga oleh alat bersenjata? Kalau hal demikian terus berlaku dari tahun ke tahun, tentu pada akhir timbul pertanyaan apa faedahnya negara dimana sebahagian rakayat minoritas diancam keselematan beribadah? http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/19000-polisi-kawal-perayaan-paskah/ Sabtu 23. of April 2011 15:03 19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah OLEH: BACHTIAR Jakarta - Terkait teror bom, jajaran Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 19.000 personel untuk mengamankan perayaan Paskah pada Minggu (24/4). Gereja menjadi fokus utama pengamanan tersebut. Hal itu dikatakan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno kepada SH di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/4) siang. Ia mengatakan, pengamanan Paskah dipusatkan pada tempat ibadah maupun gedung yang dijadikan lokasi perayaan. Tidak hanya itu, terkait pengamanan, pejabat kepolisian di wilayah juga diminta menggelar razia pada lokasi rawan dengan titik berat penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, dan benda mencurigakan. "Aparat yang disiagakan untuk pengamanan Paskah jumlahnya sekitar 19.000 orang," ujarnya. Ia menambahkan, petunjuk sudah diberikan kepada masing-masing polres. Sujarno mengatakan untuk keperluan tambahan pasukan, pihaknya siap sewaktu-waktu mengirimkannya. "Polda Metro Jaya siap mengirimkan bantuan pasukan. Berapa pun permintaan kapolres, kami siap," katanya. Polisi melakukan pengamanan ekstra ketat pada perayaan Paskah, Minggu. Di wilayah Tangerang, pihak kepolisian setempat mengerahkan sedikitnya 650 personel. Pengamanan khusus dilakukan di Gereja Christ Cathedral di Serpong menyusul terungkapnya bom sebesar 150 kilogram untuk meledakkan gereja itu pada Jumat (22/4) saat misa Jumat Agung. Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Widada menyatakan, pihaknya akan memberikan pengamanan 24 jam penuh selama momen perayaan Paskah, Minggu. "Kami bekerja sama dengan TNI dan ormas. Bahkan, kami sudah menggalang koordinasi keamanan hingga tingkat rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT)," katanya. Sekretaris Jenderal Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang, Nardi Atmaja meminta pengamanan berlapis kepada aparat kepolisian pada pusat perayaan Paskah. Diperkirakan perayaan Paskah di Christ Cathedral akan dihadiri hingga 2.500 jemaat. Pengamatan SH, pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Christ Cathedral, Jumat, berlangsung di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian. Barang bawaan jemaat diperiksa menggunakan detektor metal. Pengawasan dilakukan polisi mulai 2 kilometer (km) dari lokasi gereja. Polisi memeriksa setiap kendaraan yang melintas, terlebih yang hendak masuk kawasan gereja. Proses pemeriksaan barang bawaan jemaat dilakukan di pintu gerbang dan masuk utama gereja. Selain polisi, pengawasan juga dilakukan keamanan gereja dibantu warga sekitar. Hingga Kamis malam lalu, polisi mengamankan lima paket bom dengan total berat mencapai 150 kilogram yang diletakkan di sejumlah titik kawasan Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang. Paket bom tersebut di antaranya ditemukan di sebelah kiri gereja, persisnya di bawah pos keamanan gereja. Sedangkan dua paket bom, ditemukan dalam dua tas ransel yang diletakkan di samping pipa gas tak jauh dari gereja. Pengamanan gereja menjelang Paskah juga dilakukan jajaran Polres Metro Depok. Kapolres Kota Depok Kombes Fery Abraham yang dihubungi SH mengakui pihaknya menerjunkan petugas untuk mengamankan sedikitnya 150 gereja. Pengamanan juga melibatkan anggota Koramil dan Kodim 0508/Depok. Perayaan malam misa Kamis malam dan ibadah Jumat Agung di sejumlah gereja di Kota Depok pengamanannya diperketat. Petugas tidak saja menerjunkan polisi, tapi juga anggota TNI. Pengamatan SH di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Depok Timur dan Gereja Katolik Santo Markus, puluhan petugas yang didampingi anggota Ansor turut mengamankan jalannya malam misa dan ibadah Jumat Agung. Seluruh jemaat kedua gereja tidak diperkenankan membawa tas yang mencurigakan ke dalam gereja. Kedua gereja tidak menggunakan alat detektor, namun jemaat Gereja HKBP maupun Gereja Katolik Santo Markus tetap tenang melakukan ibadah. Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 523 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam perayaan Paskah. Seluruh petugas tersebut akan disebar dan dikerahkan untuk menjaga enam gereja besar yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hamidin, mengatakan, keenam gereja yang akan dijaga adalah Gereja Katedral, Gereja Immanuel, Gereja Anglican, Gereja Priel (Gereja ayam), Gereja Sion, dan Gereja Rahmani. Untuk gereja yang tergolong kategori kecil, sambung Hamidin, ditangani polsek yang berada di wilayah masing-masing. "Oleh karena itu, umat yang melaksanakan Paskah nanti agar tidak merasa resah dalam menjalankan ibadah," katanya. Koordinasi Kurang Perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sejak Kamis sore menetapkan siaga satu antisipasi teror bom di seluruh Tanah Air, menunjukkan koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN) dengan institusi pengamanan lain seperti Detasemen Khusus (Densus) 88 dan TNI masih kurang dan sering sangat sektoral. Sehingga, hasilnya belum optimal. Kemudian, adanya perintah siaga, terkait dengan sifat serangan teroris yang sangat sulit diduga kapan dan di mana dilakukan. Apalagi serangan yang dilakukan akhir-akhir ini, tidak lagi pandang bulu dan itu sudah dilakukan di mal, pasar serta individual. Hal itu dikatakan pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Depok Hariadi Wirawan yang dihubungi SH dari Stockholm, Swedia, Jumat. Untuk itu, diperlukan koordinasi seluruh jaringan keamanan nasional dalam penanggulangannya. "BIN sudah bekerja, tapi koordinasi dengan jaringan keamanan lainnya masih kurang," ujarnya. (parluhutan gultom/robino hutapea/cr-15) Kembali ke : Home [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
