Ga usah pangkat jendral, tingkat kapolres aja udah bisa dpt ratusan juta per 
bulan koq,





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, April 24, 2011 9:56:17 PM
Subject: Re: [proletar] 19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah

   
Prajurit polisi untung dapat uang  lauk pauk, uang anti, uang jaga anti 
teroris,  uang ini dan uang itu, tetapi mereka ini hanya dapat recahan saja, 
dibandingkangi yang berbintang-bintang mengkilat di dada maupun dipundank, 
pasti dompet mereka  hamil jdan rekning di bank banjir duit..

----- Original Message ----- 
From: "widura" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, April 24, 2011 4:45 PM
Subject: Re: [proletar] 19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah

Kalo ini termasuk juga seperti analisa ny.mus tentang skenario terorist 
supaya mendapatkan uang, ya tidak heran sampai segitu banyak personil yg 
dikerahkan...tentunya keamanan seperti itu ngga gratis kan ?...hehehe...
-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 24 Apr 2011 16:38:29
To: <Undisclosed-Recipient>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] 19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah

Refleksi : Bagus sekali banyak polisi menjaga keamanan Paskah, Tetapi 
pertanyaan mengapa perayaan hari agama kaum minoritas teristimewa kaum 
Nasrani haruss dikerahkan alat negara untuk menjaga keamanan mereka 
beribadah?

Apa faedahnya negara yang dinayatakan berazaskan HAM sesuai deklarasi PBB 
yang telah menjadi praxis hukum international dan nasional, tetapi 
warganegaranya tidak aman melakukan kebebasan beribadah dan oleh karena itu 
harus di jaga oleh alat bersenjata? Kalau hal demikian terus berlaku dari 
tahun ke tahun, tentu pada akhir timbul pertanyaan  apa faedahnya negara 
dimana sebahagian rakayat minoritas diancam keselematan beribadah?

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/19000-polisi-kawal-perayaan-paskah/


Sabtu 23. of April 2011 15:03
19.000 Polisi Kawal Perayaan Paskah
OLEH: BACHTIAR

Jakarta - Terkait teror bom, jajaran Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 
19.000 personel untuk mengamankan perayaan Paskah pada Minggu (24/4). Gereja 
menjadi fokus utama pengamanan tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno kepada 
SH di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/4) siang. Ia mengatakan, pengamanan 
Paskah dipusatkan pada tempat ibadah maupun gedung yang dijadikan lokasi 
perayaan. Tidak hanya itu, terkait pengamanan, pejabat kepolisian di wilayah 
juga di­minta menggelar razia pada lokasi rawan dengan titik berat 
penyalahgunaan senjata tajam, senjata api, dan benda mencurigakan.

"Aparat yang disiagakan untuk pengamanan Paskah jumlahnya sekitar 19.000 
orang," ujarnya.
Ia menambahkan, petunjuk sudah diberikan kepada masing-masing polres. 
Sujarno mengatakan untuk keperluan tambahan pasukan, pihaknya siap 
sewaktu-waktu mengi­rim­kannya. "Polda Metro Jaya siap mengirimkan bantuan 
pa­sukan. Berapa pun permintaan kapolres, kami siap," katanya.
Polisi melakukan pengamanan ekstra ketat pada pera­ya­an Paskah, Minggu. Di 
wilayah Tangerang, pihak kepolisian setempat mengerahkan sedikitnya 650 
personel. Pengamanan khusus dilaku­kan di Gereja Christ Cathedral di Serpong 
menyusul ter­ungkapnya bom sebesar 150 kilogram untuk meledakkan gereja itu 
pada Jumat (22/4) saat misa Jumat Agung.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Widada menyatakan, pihaknya akan 
memberikan pengamanan 24 jam penuh selama momen perayaan Paskah, Minggu. 
"Kami bekerja sama dengan TNI dan ormas. Bahkan, kami sudah menggalang 
koordinasi keamanan hingga tingkat rukun warga (RW) dan rukun tetangga 
(RT)," katanya.

Sekretaris Jenderal Gereja Christ Cathedral, Gading Ser­pong, Tangerang, 
Nardi Atmaja meminta pengamanan berlapis kepada aparat kepolisian pada pusat 
perayaan Paskah. Di­perkirakan perayaan Paskah di Christ Cathedral akan 
dihadiri hingga 2.500 jemaat.

Pengamatan SH, pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Christ Cathedral, Jumat, 
berlangsung di bawah peng­awasan ketat pihak kepolisian. Barang bawaan 
jemaat dipe­riksa menggunakan detektor metal. Pengawasan dilakukan polisi 
mulai 2 kilometer (km) dari lokasi gereja. Polisi me­meriksa setiap 
kendaraan yang melintas, terlebih yang hendak masuk kawasan gereja. Proses 
pemeriksaan barang bawaan jemaat dilakukan di pintu gerbang dan masuk utama 
gereja. Selain polisi, pengawasan juga dilakukan keamanan gereja dibantu 
warga sekitar.

Hingga Kamis malam lalu, polisi mengamankan lima paket bom dengan total 
berat mencapai 150 kilogram yang diletakkan di sejumlah titik kawasan Gereja 
Christ Cathe­dral, Gading Serpong, Tange­rang. Paket bom tersebut di 
antaranya ditemukan di sebelah kiri gereja, persisnya di ba­wah pos keamanan 
gereja. Se­dangkan dua paket bom, ditemukan dalam dua tas ransel yang 
diletakkan di samping pipa gas tak jauh dari gereja.
Pengamanan gereja menjelang Paskah juga dilakukan jajaran Polres Metro 
Depok. Kapolres Kota Depok Kombes Fery Abraham yang dihubungi SH mengakui 
pihaknya menerjunkan petugas untuk mengamankan sedikitnya 150 gereja. 
Pengamanan juga melibatkan anggota Koramil dan Kodim 0508/Depok.

Perayaan malam misa Kamis malam dan ibadah Jumat Agung di sejumlah gereja di 
Kota Depok pengamanannya diperketat. Petugas tidak saja menerjunkan polisi, 
tapi juga anggota TNI.
Pengamatan SH di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Depok 
Timur dan Gereja Katolik Santo Markus, puluhan petugas yang didampingi 
anggota Ansor turut mengamankan jalannya malam misa dan ibadah Jumat Agung. 
Seluruh jemaat kedua gereja tidak diperkenankan membawa tas yang 
mencurigakan ke dalam gereja.

Kedua gereja tidak menggunakan alat detektor, namun jemaat Gereja HKBP 
maupun Gereja Katolik Santo Markus tetap tenang melakukan ibadah. Polres 
Metro Jakarta Pusat mengerahkan 523 personel untuk menjaga keamanan dan 
ketertiban dalam perayaan Paskah. Seluruh petugas tersebut akan disebar dan 
dikerahkan untuk menjaga enam gereja besar yang ada di wilayah Jakarta 
Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hamidin, mengatakan, keenam gereja yang 
akan dijaga adalah Gereja Katedral, Gereja Immanuel, Gereja Anglican, Gereja 
Priel (Gereja ayam), Gereja Sion, dan Gereja Rahmani. Untuk gereja yang 
tergolong kategori kecil, sambung Hamidin, ditangani polsek yang berada di 
wilayah masing-masing. "Oleh karena itu, umat yang melaksanakan Paskah nanti 
agar tidak merasa resah dalam menjalankan ibadah," katanya.

Koordinasi Kurang
Perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sejak Kamis sore 
menetapkan siaga satu antisipasi teror bom di seluruh Tanah Air, menunjukkan 
koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN) dengan institusi pengamanan lain 
seperti Detasemen Khusus (Densus) 88 dan TNI masih kurang dan sering sangat 
sektoral. Sehingga, hasilnya belum optimal. Kemudian, adanya perintah siaga, 
terkait dengan sifat serangan teroris yang sangat sulit diduga kapan dan di 
mana dilakukan. Apalagi serangan yang dilakukan akhir-akhir ini, tidak lagi 
pandang bulu dan itu sudah dilakukan di mal, pasar serta individual.

Hal itu dikatakan pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Depok 
Hariadi Wirawan yang dihubungi SH dari Stockholm, Swedia, Jumat. Untuk itu, 
diperlukan koordinasi seluruh jaringan keamanan nasional dalam 
penanggulangannya. "BIN sudah bekerja, tapi koordinasi dengan jaringan 
keamanan lainnya masih kurang," ujarnya. (parluhutan gultom­/robino 
hutapea/cr-15)

Kembali ke : Home

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner  : [email protected]
Homepage    : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke