menurut saya teroris tidak bisa dikatakan sepenuhnya skenario pemerintah,
tetapi skenario beberapa orang yang berada di dalam pemerintahan.

skenario ini dipakai sewaktu-waktu untuk kepentingan siapa saja yang
memiliki uang dan memiliki kepentingan tertentu. entah kepentingan melakukan
kudeta, kepentingan melawan kelompok tertentu, kepentingan melakukan unjuk
kekuatan (menggertak kelompok tertentu), dan kepentingan2 lainnya yang
merupakan cara kepepet akibat kalah dalam pertarungan yang bersih dan jujur.

cara terorisme adalah cara yang kotor, licik dan tidak jujur. lebih kotor
dan licik daripada politik perebutan kekuasaan itu sendiri.


2011/4/24 widura <[email protected]>

>
>
> Kalo terorisme indo adalah skenario pemerintah supaya dapat kucuran dana,
> lalu kemana intel amerika sebagai donatur utama kubu war on teror ?...koq
> bisa dikerjain sama pemerintah indo ?
> -----Original Message-----
> From: "muskitawati" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 24 Apr 2011 14:35:27
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Jadi Terorist-pun Merupakan Lapangan Kerja !!!
>
> Jadi Terorist-pun Merupakan Lapangan Kerja !!!
>
> Lulusan Insinyur Teknik dan Kedokteran terbuka banyak lapangan kerjanya
> jadi tidak ada pengangguran dilapangan yang satu ini. Tetapi lulusan IAIN,
> dan sekolah2 Agama Islam lainnya boleh dikatakan semuanya 100% pengangguran
> kecuali mereka yang jadi politisi dan pejabat koalisi yang nafkahnya
> berfokus dari uang korupsi.
>
> Lulusan2 sekolah2 agama Islam dan juga IAIN tidak punya skill sama sekali
> untuk modal bekerja, namun tekanan ekonomi memaksa mereka belajar otodidak
> kepandaian2 lain yang bisa mendapatkan nafkah seperti memalsu uang, menjebol
> bank, dan tentunya membuat bomb dari teknik pembuatan petasan teko yang
> sangat populer disaat lebaran.
>
> Tapi jadi terorist atau menyelenggarakan organisasi2 terorist pun kalo
> tidak menghasilkan uang atau nafkah tentunya tidak perlu dilakukan, namun
> kebetulan RI ini tergabung dengan kubu "War on Terror" sehingga berhak
> mendapatkan dana tsb kalo negara kita ada terorisme. Naaah... untuk membuat
> dari enggak ada menjadi ada bukan hal yang sulit, tidak perlu dana, bibit2
> yang berbakat banyak tersedia, mati sebagai mujahidin tidak perlu keluar
> biaya, mereka bukan saja mati bunuh diri tetapi juga membiayai sendiri
> ongkos2 kuburnya, dan polisi, militer, dan penguasa negara yang mendapatkan
> bayarannya.
>
> > <ambon@...> wrote:
> > Refleksi : Mengapa mau jauh-jauh
> > bersembunyi di Aceh, apakah tidak
> > lebih mudah di Sukabumi atau
> > daerah-daerah sekitarnya untuk
> > bisa bersembunyi? Goblok atau agent
> > provokasi dari pihak berkuasa.
>
> Betul, ini memang sudah direkayasa oleh pemerintah untuk sengaja menjadikan
> Aceh sebagai basis terorist. Pemerintah punya alasan kuat untuk hal ini.
> Karena sudah berulang kali SBY meminta UN agar memasukan GPM dalam blacklist
> terorisme agar tidak diprotes lagi apabila diserbu oleh TNI.
>
> Itulah sebabnya, RI pura2 melakukan perdamaian dulu dengan Aceh sehingga
> kerja para intel menjadi mudah untuk menyusup kesana dan kemari. Yang
> penting ledakkan dulu bomb di-mana2 dan pelatihan terorist di Aceh kemudian
> dibangun dibeberapa tempat yang bisa ditinjau nantinya oleh orang2 UN. Dari
> Acehlah nantinya bajak laut dan teroris akan mengganggu ketenangan hidup
> Singapore dan Malaysia sehingga polisi dan militer RI menjadi harapan
> penting bagi ketenangan di Asia Tenggara, dan tentunya order pengamanan ini
> harus disertai dana yang akan dipertanggung jawabkan oleh TNI dan Polri.
>
> Barulah nantinya GAM di Aceh ini akan dibabat ke-akar2nya dan digantikan
> oleh kelompok terorist yang bisa dikendalikan RI dalam membobolkan kocek
> Amerika untuk membiayai penumpasan terorisme yang akan makin marak nantinya.
>
>
> Jadi penumpasan terorisme yang didanai Amerika sebenarnya juga membiayai
> perluasan terorisme itu sendiri. Dan itu nantinya akan menjadi pemasukan
> rutin bagi pribadi2 penguasa. Hal ini bisa dimengerti, sama seperti perompak
> Somali juga penguasa RI susah cari pemasukan tambahan karena ekonominya
> stagnan. Dengan terorisme penguasa juga membuka lapangan kerja bagi para
> lulusan sekolah2 tinggi agama Islam yang hampir 100% cuma pengangguran,
> sedangkan yang bekerja pun 100% dipekerjakan pemerintah tidak ada swasta
> apalagi investor asing yang bersedia menampung mereka kecuali organisasi2
> terorisme yang sengaja didiamkan karena tidak adanya bukti.
>
> Yang terbukti melakukan terorisme langsung dibekuk, matipun bukan masalah
> sebagai bomb2 bunuh diri, karena terlalu banyak yang daftar sehingga setiap
> saat bisa direkrut yang baru lagi.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke