--- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:
>
> agama diminati oleh para politikus karena agama cara
> paling murah untuk memerintah orang, menguasai banyak
> penduduk, menerapkan kebijaksanaan kelompok hanya
> dengan cuap-cuap manis.
>

ato sebaliknya, lembaga dan pelaku agama juga berminat pada
politik, sekaligus mencintai dan memelihara para politikus.
kolaborasi yg dapat bersimbiosis dalam kesepakatan win-win,
bukankah sudah banyak catatan hingga dampak yg kini disebut
konspirasi yg memakai panggung agama maupun ranah politik?
misalnya interpretasi beberapa quotes terkenal, konsep adam
dan hawa berikut manusia sulung bernama kain sang pembunuh
adalah rangkaian konspirasi paling purba. berlanjut pada
tuduhan kepada si jomblo tukang kayu yg dianggap penyebar
makar padahal pilatus gk menemukan kesalahan (luke, 23:4)  

 
> tetapi di negara maju yang sudah dianggap sustain alias sudah
> tidak terkategori "negara gagal" alias juga sudah terkategori
> negara mampu bertahan seperti belanda, kebijakan sudah tidak
> melalui kendaraan agama lagi. agama adalah primitif ketika
> rakyat sudah mengerti bahwa kebutuhan perut tidak membutuhkan
> agama.
> 

jika paragraf ini akan berlanjut dlm konteks urusan perut dan
hiburan seperti paragraf berikutnya nanti, maka bagi penganut
agama yg menjalani keyakinannya sbg "hiburannya" (saat hidup
maupun buat bekal mati kelak), agama menjadi gak primitif.


> agama hanyalah untuk hiburan, tetapi perut adalah hal penting
> dan perlu diakomodasi dengan tepat, bukan dengan agama. untuk
> hiburan bisa dengan cara lain, hiburan ini pun perlu diatur
> oleh pihak penguasa juga agar hiburan ini tidak menimbulkan
> keributan pro-kontra, sebab bila timbul pro-kontra dan tak
> terurus maka negara bisa masuk kategori negara gagal.
> 
> sejauh ini belanda masih bisa mengatur perut warganya
> termasuk juga mengatur hiburan untuk warganya.
> 

pernah denger istilah ombudsman? uu 37 tahun 2008, mungkin
bisa dipakai untuk salah satu penyamaan persepsi kita juga.
selain telah mengatur tata cara kelola bernegara yg terkait
erat dgn urusan publik dan masyarakat, ombudsman juga erat
dgn fenomena global yg dijuluki fail state secara indeks.


> fail state atau negara gagal emang gak ada definisi tepatnya,
> tapi sejauh yang saya tahu adalah berkisar antara dua hal
> penting tersebut di atas yaitu urusan perut dan urusan
> hiburan. hiburan ini juga berpengaruh dari urusan keamanan
> dan kenyamanan. bagaimana mungkin merasa mendapatkan hiburan
> kalau tidak ada keamanan dan kenyamanan?
> 

analoginya ok dan kontekstual, walau rada terfokus pada 
urusan perut (primer needs) dan urusan hiburan sembari coba
meletakkan agama sbg urusan yg ketiga. bagaimana jika tentang
agama ini kita boleh leburkan dulu entah dalam urusan perut,
misalnya mencari nafkah dgn jujur dan profesional tanpa harus
kebablasan terjebak dalam jerat agamawi seperti halal-haram.
ato soal agamapun ternyata dapat lebur sbg urusan hiburan
(personal maupun kolektif) seperti telah disebutkan di atas.

sehingga ketika subjek "agama" akan diganti dgn "pemadam
kebakaran" seperti di topik awal, menjadi mulus dan "klik".


> negara indonesia sudah terkategori negara gagal karena
> banyak urusan keamanan dan kenyamanan tidak terkuasai dengan
> baik oleh para penguasa. dampaknya, satu-satunya hiburan
> yang murah dan juga diminati para politikus adalah hiburan
> melalui agama.
> 

sepakat, dengan catatan bahwa "penguasa" disini seharusnya
berlaku umum baik sbg politikus, negarawan, private sector,
aparat, agamawan, sepakbolawan, kompositorwan, wawan ..
lantas tinggal menyesuaikan "alat" hiburannya masing2 ;o)


> dalam hal ini semua orang suka agama, tetapi agama bukanlah
> jalan keluar karena efeknya yang bersifat membodohi,
> memerintah dan menguasai.
> 

khusus tentang "agama" ansich, saya belum berkomentar karena
masih berpegang pada prinsip personal dan moral di tiap orang.
namun bicara dampak atau efek, mungkin masih dapat berlanjut.

http://www.youtube.com/watch?v=VRfkSYl-MtE&feature=related



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke