tanggapan dibawah, sambil puter lagu ini :
http://www.youtube.com/watch?v=9gcu4M4xF6k


2011/4/28 liver_duke <[email protected]>

>
>
> --- David Silalahi <davidfr766hi@...> wrote:
> >
> > agama diminati oleh para politikus karena agama cara
> > paling murah untuk memerintah orang, menguasai banyak
> > penduduk, menerapkan kebijaksanaan kelompok hanya
> > dengan cuap-cuap manis.
> >
>
> ato sebaliknya, lembaga dan pelaku agama juga berminat pada
> politik, sekaligus mencintai dan memelihara para politikus.
> kolaborasi yg dapat bersimbiosis dalam kesepakatan win-win,
> bukankah sudah banyak catatan hingga dampak yg kini disebut
> konspirasi yg memakai panggung agama maupun ranah politik?
> misalnya interpretasi beberapa quotes terkenal, konsep adam
> dan hawa berikut manusia sulung bernama kain sang pembunuh
> adalah rangkaian konspirasi paling purba. berlanjut pada
> tuduhan kepada si jomblo tukang kayu yg dianggap penyebar
> makar padahal pilatus gk menemukan kesalahan (luke, 23:4)
>

david:
agamawan yang bermain politik sejatinya adalah (menjadi) seorang politikus,
bukan seorang agamawan.
lirik dari lagu where is the love di atas: "can you practice what you
preach" adalah permintaan atau requirement yang dibutuhkan sebagai agamawan
sejati.



>
> > tetapi di negara maju yang sudah dianggap sustain alias sudah
> > tidak terkategori "negara gagal" alias juga sudah terkategori
> > negara mampu bertahan seperti belanda, kebijakan sudah tidak
> > melalui kendaraan agama lagi. agama adalah primitif ketika
> > rakyat sudah mengerti bahwa kebutuhan perut tidak membutuhkan
> > agama.
> >
>
> jika paragraf ini akan berlanjut dlm konteks urusan perut dan
> hiburan seperti paragraf berikutnya nanti, maka bagi penganut
> agama yg menjalani keyakinannya sbg "hiburannya" (saat hidup
> maupun buat bekal mati kelak), agama menjadi gak primitif.
>

david:
......
Yo', whatever happened to the values of humanity
Whatever happened to the fairness in equality
Instead of spreading love we're spreading animosity
Lack of understanding, leading lives away from unity
That's the reason why sometimes I'm feelin' under
That's the reason why sometimes I'm feelin' down
There's no wonder why sometimes I'm feelin' under
Gotta keep my faith alive till love is found
Now ask yourself
....

humanity an d equality, inilah yang sebetulnya dibutuhkan manusia. namanya
saja human, tentunya kebutuhannya adalah humanity. jika agama adalah bagian
humanity maka sebaiknya seluruh agama menghargai humanity, tetapi yang
terjadi malah sebaliknya. agama seringkali merusak humanity.



>
>
> > agama hanyalah untuk hiburan, tetapi perut adalah hal penting
> > dan perlu diakomodasi dengan tepat, bukan dengan agama. untuk
> > hiburan bisa dengan cara lain, hiburan ini pun perlu diatur
> > oleh pihak penguasa juga agar hiburan ini tidak menimbulkan
> > keributan pro-kontra, sebab bila timbul pro-kontra dan tak
> > terurus maka negara bisa masuk kategori negara gagal.
> >
> > sejauh ini belanda masih bisa mengatur perut warganya
> > termasuk juga mengatur hiburan untuk warganya.
> >
>
> pernah denger istilah ombudsman? uu 37 tahun 2008, mungkin
> bisa dipakai untuk salah satu penyamaan persepsi kita juga.
> selain telah mengatur tata cara kelola bernegara yg terkait
> erat dgn urusan publik dan masyarakat, ombudsman juga erat
> dgn fenomena global yg dijuluki fail state secara indeks.
>

david:
belum baca uu 37. boleh dijelaskan singkat?
yang saya baca adalah sekilas dari website dan juga menikmati bagian lirik
berikut ini:

Man, you gotta have love just to set it straight
Take control of your mind and meditate
Let your soul gravitate to the love, y'all, y'all


>
>
> > fail state atau negara gagal emang gak ada definisi tepatnya,
> > tapi sejauh yang saya tahu adalah berkisar antara dua hal
> > penting tersebut di atas yaitu urusan perut dan urusan
> > hiburan. hiburan ini juga berpengaruh dari urusan keamanan
> > dan kenyamanan. bagaimana mungkin merasa mendapatkan hiburan
> > kalau tidak ada keamanan dan kenyamanan?
> >
>
> analoginya ok dan kontekstual, walau rada terfokus pada
> urusan perut (primer needs) dan urusan hiburan sembari coba
> meletakkan agama sbg urusan yg ketiga. bagaimana jika tentang
> agama ini kita boleh leburkan dulu entah dalam urusan perut,
> misalnya mencari nafkah dgn jujur dan profesional tanpa harus
> kebablasan terjebak dalam jerat agamawi seperti halal-haram.
> ato soal agamapun ternyata dapat lebur sbg urusan hiburan
> (personal maupun kolektif) seperti telah disebutkan di atas.
>
> sehingga ketika subjek "agama" akan diganti dgn "pemadam
> kebakaran" seperti di topik awal, menjadi mulus dan "klik".
>

david:
ketika subjek diganti dan mengikuti permainan tersebut maka segala sesuatu
menjadi hal yang boleh disikapi sebagai reaksi terhadap aksi? sebagai
mengobati dan bukan mencegah?

padahal mengobati apabila sudah terjadi adalah sebuah beban yang terdiri
dari beban biaya, beban perasaan, beban pikiran, beban sosial, beban darah
dan airmata, dsb.

dan apabila luka sudah terjadi, kematian sudah terjadi, motivasi yang muncul
dari proses "mengobati" adalah motivasi yang bisa berupa keterpaksaan, bisa
berupa dndam, bisa berupa sikap kepepet, bisa berupa beban yang begitu berat
dan menekan amat sangat.

I feel the weight of the world on my shoulder
As I'm gettin' older, y'all, people gets colder
Most of us only care about money makin'



>
>
> > negara indonesia sudah terkategori negara gagal karena
> > banyak urusan keamanan dan kenyamanan tidak terkuasai dengan
> > baik oleh para penguasa. dampaknya, satu-satunya hiburan
> > yang murah dan juga diminati para politikus adalah hiburan
> > melalui agama.
> >
>
> sepakat, dengan catatan bahwa "penguasa" disini seharusnya
> berlaku umum baik sbg politikus, negarawan, private sector,
> aparat, agamawan, sepakbolawan, kompositorwan, wawan ..
> lantas tinggal menyesuaikan "alat" hiburannya masing2 ;o)
>
>
> > dalam hal ini semua orang suka agama, tetapi agama bukanlah
> > jalan keluar karena efeknya yang bersifat membodohi,
> > memerintah dan menguasai.
> >
>
> khusus tentang "agama" ansich, saya belum berkomentar karena
> masih berpegang pada prinsip personal dan moral di tiap orang.
> namun bicara dampak atau efek, mungkin masih dapat berlanjut.
>


david:
mengapa masih berada dalam kamar "dampak", "efek", "mengobati", dsb?
bagaimana kalau berada dalam kamar "mencegah"?

bagaimana kalau berada dalam kamar tanpa agama dan tanpa negara? hanya ada
satu dunia?

Sing wit me y'all:
One world, one world (We only got)
One world, one world (That's all we got)
One world, one world
And something's wrong wit it (Yeah)
Something's wrong wit it (Yeah)
Something's wrong wit the wo-wo-world, yeah
We only got
(One world, one world)
That's all we got
(One world, one world)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke