http://www.hariankomentar.com/lkEko001.html
29 April 2011 Kemlu RI Tantang Eksportir Sulut Lirik Bulgaria POTENSI Sulawesi Utara (Sulut) dan para eksportirnya ternyata mendapat perhatian Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI). Buktinya, Kamis (28/04), di Hotel Aryaduta Manado, Kemlu RI menggelar sosialisasi optimalisasi perluasan pemanfaatan pasar non tradisional di Negara-negara Eropa Timur khususnya Bulgaria. Hadir dalam sosialisasi tersebut Mantan Duta Besar RI untuk Bulgaria Immanuel Robert Inkiriwang, Kadis Perindag Sulut, Sanny Parengkuan, perwakilan Bea Cukai, serta puluhan eksportir Sulut dan pelaku usaha kerajinan UKM Sulut yang belum lama ini mengikuti Pasar Malam Indonesia di Belanda. Inkiriwang sebagai pemateri utama, menjelaskan, Eropa Timur yang terdiri dari Negara Bulgaria, Albania, Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Macedonia, Rumania, Serbia-Montenegro, Hongaria, Yugoslavia dan Polandia, merupakan pasar ekspor yang sangat potensial bagi Sulut. "Saat ini baru beberapa propinsi saja yang langsung melakukan ekspor ke Eropa Timur khususnya Bulgaria. Tapi ada sejumlah potensi yang hanya di miliki Sulut dan kualitasnya sudah diakui dunia. Hanya saja, selama ini komoditi andalan Sulut, justru disalurkan pihak ketiga sehingga keuntungannya tidak maksimal. Saya mendorong eksportir Sulut untuk menerobos pangsa pasar ini, sebab akses dan relasi sudah sangat memungkinkan di Negara Bulgaria," jelasnya. Singapura saja lanjutnya, meski tak memiliki kedutaan di Bulgaria, justru masuk lima besar Negara eksportir di Bulgaria. "Padahal komoditi yang dijual paling besar diambil dari Indonesia dan salah satunya sejumlah komoditi andalan Sulut. Kita sudah memiliki Kedubes RI di Bulgaria, pastinya aksesnya lebih mudah. Sekali kita rebut pasar non tradisional Bulgaria, Sulut pasti memiliki akses ke Negara Eropa lainnya," ungkapnya. Sanny Parengkuan membenarkan bahwa selama ini komoditi andalan Sulut, sedikit 'nyantol' di Belanda. "Broker inilah yang menyalurkan komoditi andalan Sulut ke sejumlah Negara di Eropa Timur. Memang saat ini permintaan pasar akan rempah-rempah asal Sulut sangat tinggi khususnya di Eropa Timur," jelasnya. Di sisi lain Koordinator Tim Sosialisasi Kemlu Ri Agus Mursito melalui Martamba Tobing menjelaskan, dipilihnya Sulut untuk sosialisasi karena Kemlu RI melihat tingginya permintaan komoditi andalan Sulut di Eropa Timur, seperti Bulgaria. Dijelaskannya, Bulgaria berbatasan dengan lima Negara seperti Rumania di utara, Serbia, dan Republik Makedonia di barat, dan Yunani dan Turki di selatan. "Kita sudah punya MoU dengan Bulgaria di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata (P4). Sulut yang memiliki potensi komoditi P4 ini, sangat berpeluang besar untuk memainkan peranannya di Bulgaria. Seperti diungkapkan Pak Inkiriwang, mantan Dubes RI untuk Bulgaria, sekali kita merebut Bulgaria, akses ke pangsa pasar Masyarakat Ekonomi Eropa khususnya Eropa Timur, sangat terbuka lebar dan menguntungkan RI dan Sulut khususnya," jelas Tobing. Komoditi berkualitas asal Sulut yang sangat diminati Bulgaria dan Negara sekitarnya adalah komoditi kelapa dan turunannya serta rempah-rempah. "Kami juga mendorong agar eksportri Sulut untuk berani merambah pasar non tradisional Bulgaria, sebab peluangnya sangat-sangat menguntungkan dan akan memberi multiplayer effect bagi Indonesia khususnya Sulut," tandasnya.(irv) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
