Cara Islam Yang Membolehkan Yang Tidak Boleh !!!
                              
Mulai tahun ini, raja Arab Saudia sudah mengeluarkan ketentuan membolehkan 
perempuan untuk mengendarai mobil asal memiliki SIM.

Dilain pihak, kepolisian Arab Saudia menolak mengeluarkan SIM untuk perempuan.

Beginilah caranya Syariah Islam membolehkan hal2 yang tidak boleh.  Semuanya 
serba kontradiksi, sama seperti umat Islam Ahmadiah secara sukarela keluar dari 
agamanya dan pindah masuk ke Agama Islam yang bukan Ahmadiah.  Namanya sukarela 
tapi mesjidnya harus dibakar dulu dan yang lainnya dianiaya setelah harta 
bendanya dijarah.

Di Mesir sejak Hosni Mubarak jatuh, situasi bukan makin baik ternyata makin 
buruk, tapi meskipun makin buruk bukanlah berarti Hosni Mubarak harus 
dipertahankan.  Pada hakekatnya bukan masalah bertambah buruk atau bertambah 
baik, hakekatnya adalah pergantian presiden harus berlangsung secara berkala 
tidak bisa menjabat seumur hidup seperti caliphah.

Baru2 ini Jendral yang menggantikan Hosni Mubarak mengeluarkan peraturan yang 
berdasarkan Syariah, yaitu melindungi wanita, semua demonstran wanita yang 
ditangkap sebelum dimasukkan penjara diharuskan "test keperawanan".  Alasannya 
baik yaitu untuk membuktikan bahwa tidak ada wanita yang dipenjara diperkosa, 
karena kalo ada yang diperkosa pasti ketahuan karena sebelum masuk kepenjara 
adalah masih perawan sehingga mencegah pemerkosaan dengan cara Syariah ini 
dinyatakan baik.

Inilah contoh2 baik dalam Islam yang tujuannya tidak baik, karena setelah 
ditest keperawanan 17 perempuan2 dari yang dipenjarakan tsb. ternyata tidak ada 
satupun yang masih perawan, dan mereka semuanya halal diperkosa massal 
dipenjara karena nantinya keluarpun tetap sudah tidak perawan dan bukan berarti 
pernah diperkosa dipenjara.

Yaaah... dunia Islam memang dunia terbolak balik, membolehkan cara Syariah 
untuk hal2 yang tidak boleh sebenarnya berarti tidak boleh meskipun melalui 
kata2 "boleh".  Juga mencegah pemerkosaan dalam melindungi wanita melalui cara2 
mengahalalkan pemerkosaan para wanita yang dibawah perlindungannya.

Itulah sebabnya, ilmu hukum didunia terus berkembang, pada prinsipnya bagaimana 
menegakkan cara2 hukum yang se-adil2nya dalam perekembangan teknologi yang 
tidak pernah berhenti ataupun surut.  Hukum sekarang diadopsi dari zaman Yunani 
ke Roman hingga sekarang dan ilmu hukum diadopsi tidak satupun yang statis, 
dilain pihak tidak satupun keadilan ataupun hukum dari Syariah Islam bisa di 
aplikasikan kedalam ilmu hukum karena memang ternyata tidak ada hal2 yang bisa 
diadopsi untuk memberi keadilan.  Dan Syariah Islam pada hakekatnya bukanlah 
bagian ilmu hukum melainkan hanyalah kepercayaan yang sumbernya hanyalah 
merupakan angan2.

Begitulah, Republik Islam Iran sebenarnya bukanlah Republik karena dalam negara 
Republik, wakil2 rakyat dipilih bukan dari tingkatan pengetahuan agamanya, 
sedangkan di Iran dilakukan kamuflase dimana se-olah2 ada pemilihan padahal 
calon2 yang boleh dipilih berasal yang ditunjuk dewan mulah bukan dipilih oleh 
rakyatnya.

Jadi, negara syariah Islam bukanlah sebenarnya negara, karena seorang kepala 
negara harusnya dipilih atas dasar kenegarawan-annya bukan keimanan dari 
agamanya.  Kalo seseorang itu dipilih atas dasar agama dan keimanannya, maka 
orang itu bukanlah kepala negara melainkan imam di mesjid.

Jadi, negara Syariah Islam bukanlah negara, tapi mesjid besar yang imamnya 
disebutnya sebagai kepala negara.  Karena dalam suatu negara harus banyak 
partai2 yang menyuarakan pendapat2 berbeda dari rakyatnya, tapi dalam sebuah 
mesjid tidak ada mesjid2 aliran2 lainnya karena bukan tempatnya menyalurkan 
perbedaan dari pendapat yang dianut mesjidnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke