Islam itu anti budaya lokal, dgn syariat iblis itu, maka semua orang dipaksa jadi ngarab, pake pakean Arab, ngejalanin budaya Arab, pake bahasa Arab dsb. Semua budaya lokal akan mati jika syariat iblis itu betul2 dijalankan.
________________________________ From: sunny <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, June 3, 2011 2:18:53 PM Subject: [proletar] Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang Memang ormas tak suka wayang, sebab bukan cerita gurun pasir dan lagi wayangkapir. Cerita wayang mudah memurtadkan penduduk. Tetapi akan sangat digemari pertunjukan seperti ini, silahkan click : http://www.youtube.com/watch?v=i-BQXhFAZhQ http://way4x.wordpress.com/2011/06/01/tak-suka-isi-cerita-ormas-bubarkan-pertunjukan-wayang/ Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang 01 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar by Raka yusna Wiryawan in Opini Publik Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah dibubarkan oleh sebuah organisasi Islam di Solo. Sikap menghormati perbedaan pendapat semakin tergerus. VHRmedia, Surakarta - Puluhan anggota sebuah organisasi Islam di Solo menghentikan pertunjukan wayang yang digelar Wayang Kampung Sebelah (WKS) di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo hari Jumat (27/5) malam. Pengetahuan yang sepenggal-sepenggal mengenai cerita yang disuguhkan Ki Jlitheng Suparman dianggap sebagai penyebab penghentian lakon wayang bertajuk "Yang Atas Mengganas, Yang Bawah Beringas" ini. "Saya sangat kecewa. Setiap pentas, Wayang Kampung Sebelah selalu menyelipkan pesan kerukunan kepada masyarakat, mengajak kembali ke ajaran Pancasila dan UUD '45," kata Ki Jlitheng. Ki Jlitheng menduga, organisasi Islam tersebut menghentikan pertunjukan wayang ini karena ada adegan mabuk-mabukan di masyarakat. Padahal, pesan cerita baru akan terungkap ketika lakon wayang ini selesai. "Kami bukan mendukung (budaya mabuk-mabukan itu), tapi itu memang kenyataan," tambah Ki Jlitheng. Saat mendapat informasi bahwa pagelaran wayang ini akan dihentikan oleh organisasi Islam, Ki Jlitheng memilih untuk menghentikannya. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kekerasan. "Mereka mengancam, masalahnya," kata Ki Jlitheng. Ketua panitia pertunjukan, Joko Kristiyanto, menyatakan sempat dipanggil perwakilan organisasi Islam ke sebuah masjid di dekat tempat pertunjukan. Para perwakilan organisasi tersebut mengaku keberatan dan terganggu dengan pagelaran wayang itu, dan meminta Joko untuk menghentikannya. "Mereka mengancam akan membubarkan jika pentas itu tidak dihentikan," kata Joko. Joko mengaku tidak mengetahui dengan jelas identitas organisasi Islam yang memanggilnya. Wayang Kampung Sebelah adalah salah satu jenis eksplorasi wayang kulit. Lakon wayang ini tidak hanya menggunakan karakter dari Ramayana dan Mahabarata, tetapi juga tokoh masyarakat, termasuk mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (E3) Foto: VHRmedia/ Fajar Sodiq sumber : http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=2781 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
