Aku sudah bosen dan muak mendengar suara adzan, suara kaset diputer keras2 di masjid tiap hari.
Nada2 Arab itu nada MINOR seperti ORANG MENANGIS Beda dengan nada2 wajar MAYOR yang bahagia Musiknya itu2 saja, ketukannya pasti begituan, lagunya diulang2 untuk cuci pikiran, Allah itu memang gak ada citarasa seni babar blas. Wayang saja dilarang. Musik dilarang tarian dilarang tampilkan kecantikan dilarang kalau lihat Al Jazeera kemarin orang Mesir sekarang lebih menyukai musik yg lebih kontemporer, yg tidak "ISLAMi" terus menerus. Apa sih yg bisa digali dari Islam ?? Makin digali makin kelihatan BAHAYA LATENT nya. --- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: > > Islam itu anti budaya lokal, dgn syariat iblis itu, maka semua orang dipaksa > jadi ngarab, pake pakean Arab, ngejalanin budaya Arab, pake bahasa Arab dsb. > Semua budaya lokal akan mati jika syariat iblis itu betul2 dijalankan. > > > > > > ________________________________ > From: sunny <ambon@...> > To: Undisclosed-Recipient@... > Sent: Fri, June 3, 2011 2:18:53 PM > Subject: [proletar] Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang > > > Memang ormas tak suka wayang, sebab bukan cerita gurun pasir dan lagi > wayangkapir. Cerita wayang mudah memurtadkan penduduk. Tetapi akan sangat > digemari pertunjukan seperti ini, silahkan click : > http://www.youtube.com/watch?v=i-BQXhFAZhQ > > http://way4x.wordpress.com/2011/06/01/tak-suka-isi-cerita-ormas-bubarkan-pertunjukan-wayang/ > > > Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang > 01 Jun 2011 Tinggalkan sebuah Komentar > > by Raka yusna Wiryawan in Opini Publik > > Tak Suka Isi Cerita, Ormas Bubarkan Pertunjukan Wayang > Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah dibubarkan oleh sebuah organisasi Islam di > Solo. Sikap menghormati perbedaan pendapat semakin tergerus. > > VHRmedia, Surakarta - Puluhan anggota sebuah organisasi Islam di Solo > menghentikan pertunjukan wayang yang digelar Wayang Kampung Sebelah (WKS) di > Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo hari Jumat (27/5) malam. > > Pengetahuan yang sepenggal-sepenggal mengenai cerita yang disuguhkan Ki > Jlitheng > Suparman dianggap sebagai penyebab penghentian lakon wayang bertajuk "Yang > Atas > Mengganas, Yang Bawah Beringas" ini. > > "Saya sangat kecewa. Setiap pentas, Wayang Kampung Sebelah selalu menyelipkan > pesan kerukunan kepada masyarakat, mengajak kembali ke ajaran Pancasila dan > UUD > '45," kata Ki Jlitheng. > > Ki Jlitheng menduga, organisasi Islam tersebut menghentikan pertunjukan > wayang > ini karena ada adegan mabuk-mabukan di masyarakat. Padahal, pesan cerita baru > akan terungkap ketika lakon wayang ini selesai. "Kami bukan mendukung (budaya > mabuk-mabukan itu), tapi itu memang kenyataan," tambah Ki Jlitheng. > > Saat mendapat informasi bahwa pagelaran wayang ini akan dihentikan oleh > organisasi Islam, Ki Jlitheng memilih untuk menghentikannya. Tindakan ini > dilakukan untuk mencegah kekerasan. "Mereka mengancam, masalahnya," kata Ki > Jlitheng. > > Ketua panitia pertunjukan, Joko Kristiyanto, menyatakan sempat dipanggil > perwakilan organisasi Islam ke sebuah masjid di dekat tempat pertunjukan. > Para > perwakilan organisasi tersebut mengaku keberatan dan terganggu dengan > pagelaran > wayang itu, dan meminta Joko untuk menghentikannya. "Mereka mengancam akan > membubarkan jika pentas itu tidak dihentikan," kata Joko. > > Joko mengaku tidak mengetahui dengan jelas identitas organisasi Islam yang > memanggilnya. > > Wayang Kampung Sebelah adalah salah satu jenis eksplorasi wayang kulit. Lakon > wayang ini tidak hanya menggunakan karakter dari Ramayana dan Mahabarata, > tetapi > juga tokoh masyarakat, termasuk mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid > atau > Gus Dur. (E3) > > Foto: VHRmedia/ Fajar Sodiq > > sumber : > > http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=2781 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
