ambon goblok.
baca2 dulu sebelum komentar.
merasa dirinya bener, padahal tolol.

sekarang minta maaflah pada suryana dengan tulus dan khusuk.

http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu

"Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang beraliran politeisme karena 
memuja banyak Dewa, namun tidaklah sepenuhnya demikian. Dalam agama Hindu, Dewa 
bukanlah Tuhan tersendiri. Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa tiada duanya. 
Dalam salah satu ajaran filsafat Hindu, Adwaita Wedanta menegaskan bahwa hanya 
ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman), yang 
memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk."

--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Anda mengerti ataukah  memaksa orang menerima pengertian yang tidak benar? 
> Mana bisa Tuhan itu  Esa bagi orang beragama Hindu. Kepercayaan tidak 
> membutuhkan kebenaran. 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: suryana 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, June 06, 2011 5:51 PM
>   Subject: Re: [proletar] Pancasila Rumah Kita
> 
> 
>     
>   Kang Ambon mana ngerti Pancasila ?, lha Ambon saja di tinggal kan, dan malah
>   mendukung untuk merdeka pula.
>   Sayang memang banyak WNI tidak pernah ngeh mengapa bisa ada NKRI, mengapa 
>   tidak RIS maupun terpecah.
> 
>   Di kampung sebelah ada sebuah oretan yang menarik, mengenai kata " Budak "
>   Bila kita melihat kata budak di luar kontek NKRI, maka budak adalah slave, 
>   sedang untuk Indonesia istilah Budak bukanlah slave, melainkan anak ( 
>   sunda ), demikian juga sahaya yang sekarang umum menjadi saya, yang 
>   menyatakan kerendahan hati, dan apakah di jaman kerajaan kerajaan Indonesia 
>   ada budak seperti halnya di kerajaan kerajaan timur tengah, europa ?, 
>   siapakah yang memperkenalkan 'budak' ke Indonesia ?
> 
>   sur.
>   ps.
>   Mohon dengan sangat didalam menghayati Pancasila janganlah dengan memakai 
>   nomor urut, karena hakekat Pancasila bukanlah berdasarkan urutan 1 sd 5, 
>   melainkan tergantung situasi dimana saat itu sedang berada.
>   ----- Original Message ----- 
>   From: "ajeg" <ajegilelu@...>
> 
>   >
>   > Kalau Sila-1 diinterpretasi macam-macam ya itu
>   > salahnya yang menginterpretasi, kenapa tuhan
>   > diinterpretasi macam-macam, bahkan harus bergantung
>   > corak agamanya.
>   >
>   > Mayoritas penduduk di nusantara yang menganut
>   > animisme / dinamisme sekalipun, mengenal dan percaya
>   > adanya kekuasaan di luar dirinya yang berpengaruh
>   > atas kehidupannya. Sekurangnya, percaya bahwa dia
>   > tidak punya kuasa apapun atas kelahiran & kematiannya.
>   > Dalam Pancasila, kuasa itulah yang difalsafahkan
>   > sebagai 'tuhan'.
>   >
>   > Kamu sendiri gimana mbon, percaya bahwa kamulah yang
>   > menentukan kelahiran & kematianmu? Kalau percaya
>   > seperti itu, maka bolehlah berbangga sebagai atheis.
>   >
>   > Sayangnya mayoritas manusia pasti nggak percaya kamu
>   > bisa menentukan sendiri kelahiran serta kematianmu.
>   > Dan, bagi yang percaya demokrasi, sudah pasti suara
>   > mayoritaslah yang harus didahulukan.
>   >
>   > Tapi jangan khawatir, penerapan Sila-1 itu secara hukum
>   > sudah ditetapkan dalam Pasal 29 ayat 2 UUD'45 yang
>   > menjamin penduduk untuk memeluk agama dan 'KEPERCAYAAN-
>   > nya'.
>   >
>   > Artinya, tidak memeluk agama apa pun ya nggak masalah
>   > selama dia PERCAYA adanya kekuasaan di luar dirinya yang
>   > berpengaruh atas kehidupannya.
>   >
>   >
>   > --- "sunny" <ambon@> wrote:
>   >
>   >> Kalau sila pertama Pancasila berbunyi "Kebebasan beragama" maka
>   >> semua pihak akan untung, tidak ada macam-macam interpertasi tentang
>   >> ketuhanan yang maha Esa. Ambil saja di Indonesia ada agama Kong Fu
>   >> Chu, Hindu, Buddha mereka mempunyai agama yang tidak mengenal
>   >> Ketuhanan Yang Maha Esa, apalagi kaum atheis atau anisme. Serahkan
>   >> saja kepada masing-masing orang, mau percaya atau tidak, sebab
>   >> kalau Allah itu penguasa alam semesta, maka Allah yang menentukan
>   >> bukan si penghobat tentang tidak benarnya agamaa orang lain.
>   >>
>   >> Seperti di USA kebebasan beragama dijunjung tinggi, dan oleh sebab
>   >> itu semua agama termasuk percaya setan pun tentu saja ada.
>   >>
>   >> Jadi kalau kebebasan beragama ada tidak ada kejadian seperti kaum
>   >> Ahmadiah disikat dan AlQuan yang sama dengan kaum penyerang pun
>   >> dibakar.
>   >>
>   >> ----- Original Message ----- 
>   >> From: suryana@
>   >>
>   >> > Pancasila rumah kita, rumah untuk kita semua
>   >> > nilai dasar Indonesia, rumah kita selamanya
>   >> > untuk semua puji namanya
>   >> > untuk semua cinta sesama
>   >> > untuk semua wadah menyatu
>   >> > untuk semua bersambung rasa
>   >> > untuk semua saling membagi
>   >> > pada setiap insan
>   >> > sama dapat sama rasa
>   >> >
>   >> > oooh Indonesiaku
>   >> > oooh Indonesia
>   >> >
> 
> 
> 
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke