Lantas  dikemanakan dewa-dewanya? Bagaimana dengan agama Buddha yang tidak 
Tuhan gurun pasir yang maha Esa? 




  ----- Original Message ----- 
  From: Teddy S. 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, June 07, 2011 12:31 AM
  Subject: [proletar] Re: Pancasila Rumah Kita


    
  Agama Hindu mengenal adanya supremasi tunggal.

  --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
  >
  > Anda mengerti ataukah memaksa orang menerima pengertian yang tidak benar? 
Mana bisa Tuhan itu Esa bagi orang beragama Hindu. Kepercayaan tidak 
membutuhkan kebenaran. 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: suryana 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Monday, June 06, 2011 5:51 PM
  > Subject: Re: [proletar] Pancasila Rumah Kita
  > 
  > 
  > 
  > Kang Ambon mana ngerti Pancasila ?, lha Ambon saja di tinggal kan, dan malah
  > mendukung untuk merdeka pula.
  > Sayang memang banyak WNI tidak pernah ngeh mengapa bisa ada NKRI, mengapa 
  > tidak RIS maupun terpecah.
  > 
  > Di kampung sebelah ada sebuah oretan yang menarik, mengenai kata " Budak "
  > Bila kita melihat kata budak di luar kontek NKRI, maka budak adalah slave, 
  > sedang untuk Indonesia istilah Budak bukanlah slave, melainkan anak ( 
  > sunda ), demikian juga sahaya yang sekarang umum menjadi saya, yang 
  > menyatakan kerendahan hati, dan apakah di jaman kerajaan kerajaan Indonesia 
  > ada budak seperti halnya di kerajaan kerajaan timur tengah, europa ?, 
  > siapakah yang memperkenalkan 'budak' ke Indonesia ?
  > 
  > sur.
  > ps.
  > Mohon dengan sangat didalam menghayati Pancasila janganlah dengan memakai 
  > nomor urut, karena hakekat Pancasila bukanlah berdasarkan urutan 1 sd 5, 
  > melainkan tergantung situasi dimana saat itu sedang berada.
  > ----- Original Message ----- 
  > From: "ajeg" <ajegilelu@...>
  > 
  > >
  > > Kalau Sila-1 diinterpretasi macam-macam ya itu
  > > salahnya yang menginterpretasi, kenapa tuhan
  > > diinterpretasi macam-macam, bahkan harus bergantung
  > > corak agamanya.
  > >
  > > Mayoritas penduduk di nusantara yang menganut
  > > animisme / dinamisme sekalipun, mengenal dan percaya
  > > adanya kekuasaan di luar dirinya yang berpengaruh
  > > atas kehidupannya. Sekurangnya, percaya bahwa dia
  > > tidak punya kuasa apapun atas kelahiran & kematiannya.
  > > Dalam Pancasila, kuasa itulah yang difalsafahkan
  > > sebagai 'tuhan'.
  > >
  > > Kamu sendiri gimana mbon, percaya bahwa kamulah yang
  > > menentukan kelahiran & kematianmu? Kalau percaya
  > > seperti itu, maka bolehlah berbangga sebagai atheis.
  > >
  > > Sayangnya mayoritas manusia pasti nggak percaya kamu
  > > bisa menentukan sendiri kelahiran serta kematianmu.
  > > Dan, bagi yang percaya demokrasi, sudah pasti suara
  > > mayoritaslah yang harus didahulukan.
  > >
  > > Tapi jangan khawatir, penerapan Sila-1 itu secara hukum
  > > sudah ditetapkan dalam Pasal 29 ayat 2 UUD'45 yang
  > > menjamin penduduk untuk memeluk agama dan 'KEPERCAYAAN-
  > > nya'.
  > >
  > > Artinya, tidak memeluk agama apa pun ya nggak masalah
  > > selama dia PERCAYA adanya kekuasaan di luar dirinya yang
  > > berpengaruh atas kehidupannya.
  > >
  > >
  > > --- "sunny" <ambon@> wrote:
  > >
  > >> Kalau sila pertama Pancasila berbunyi "Kebebasan beragama" maka
  > >> semua pihak akan untung, tidak ada macam-macam interpertasi tentang
  > >> ketuhanan yang maha Esa. Ambil saja di Indonesia ada agama Kong Fu
  > >> Chu, Hindu, Buddha mereka mempunyai agama yang tidak mengenal
  > >> Ketuhanan Yang Maha Esa, apalagi kaum atheis atau anisme. Serahkan
  > >> saja kepada masing-masing orang, mau percaya atau tidak, sebab
  > >> kalau Allah itu penguasa alam semesta, maka Allah yang menentukan
  > >> bukan si penghobat tentang tidak benarnya agamaa orang lain.
  > >>
  > >> Seperti di USA kebebasan beragama dijunjung tinggi, dan oleh sebab
  > >> itu semua agama termasuk percaya setan pun tentu saja ada.
  > >>
  > >> Jadi kalau kebebasan beragama ada tidak ada kejadian seperti kaum
  > >> Ahmadiah disikat dan AlQuan yang sama dengan kaum penyerang pun
  > >> dibakar.
  > >>
  > >> ----- Original Message ----- 
  > >> From: suryana@
  > >>
  > >> > Pancasila rumah kita, rumah untuk kita semua
  > >> > nilai dasar Indonesia, rumah kita selamanya
  > >> > untuk semua puji namanya
  > >> > untuk semua cinta sesama
  > >> > untuk semua wadah menyatu
  > >> > untuk semua bersambung rasa
  > >> > untuk semua saling membagi
  > >> > pada setiap insan
  > >> > sama dapat sama rasa
  > >> >
  > >> > oooh Indonesiaku
  > >> > oooh Indonesia
  > >> >
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke